HUT ke-63 Kostrad: Menelusuri Sejarah Pasukan Elite Inisiasi Jenderal AH Nasution

Table of Contents
HUT ke-63 Kostrad, Ini Sejarah Pasukan Elite Bentukan Jenderal AH Nasution
HUT ke-63 Kostrad: Menelusuri Sejarah Pasukan Elite Inisiasi Jenderal AH Nasution

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) merayakan hari jadinya yang ke-63 pada tahun 2024 ini. Sebagai salah satu komando utama tempur milik TNI Angkatan Darat (AD), Kostrad memiliki sejarah panjang yang sangat krusial bagi pertahanan kedaulatan Indonesia.

Pembentukan satuan elite ini bermula dari inisiasi tokoh militer terkemuka, Jenderal Abdul Haris Nasution. Pasukan ini dirancang untuk menjadi kekuatan yang selalu siap siaga menjalankan tugas tempur di seluruh penjuru Tanah Air.

Akar Pembentukan dan Kondisi Pasca Kemerdekaan

Sejarah Kostrad tidak lepas dari situasi keamanan Indonesia pasca proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Berbagai gejolak dan peristiwa ricuh muncul di berbagai wilayah Indonesia yang mengancam stabilitas negara yang baru berdiri.

Memasuki akhir tahun 1960, pimpinan Angkatan Darat memandang perlu adanya satuan militer yang bersifat mobile. Satuan tersebut diharapkan memiliki kemampuan lintas udara (linud) untuk merespons ancaman secara cepat dan efektif.

Lahirnya CADUAD dan Peran Mayjen Soeharto

Gagasan tersebut direalisasikan melalui pembentukan Cadangan Umum Angkatan Darat (CADUAD). Landasan hukum pembentukannya tertuang dalam Surat Keputusan Kasad No. KPTS.1067/12/1960 yang dikeluarkan pada akhir tahun 1960.

Akar Pembentukan dan Kondisi Pasca Kemerdekaan

Pada tanggal 6 Maret 1961, satuan ini resmi diresmikan oleh pemerintah. Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Soeharto ditunjuk sebagai panglima pertama yang memimpin Korra I CADUAD tersebut.

Nama satuan ini kemudian mengalami perubahan berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor KPTS 178/2/1963 tertanggal 19 Februari 1963. Melalui keputusan tersebut, nama CADUAD resmi berganti menjadi Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat atau Kostrad.

Struktur Organisasi dan Sebaran Divisi Kostrad

Hingga saat ini, Kostrad terus berkembang menjadi kekuatan militer yang modern dan profesional. Pasukan ini tetap berada di bawah komando langsung Panglima TNI untuk operasi tempur yang bersifat strategis.

Kostrad saat ini terdiri dari tiga divisi infanteri yang tersebar di wilayah strategis Indonesia. Divisi Infanteri 1/Kostrad bermarkas di Cilodong, Depok, Jawa Barat, yang juga membawahi satuan legendaris seperti Yonif Para Raider 328/Dirgahayu.

Sementara itu, Divisi Infanteri 2/Kostrad berkedudukan di Singosari, Malang, Jawa Timur. Untuk wilayah timur, terdapat Divisi Infanteri 3/Kostrad yang bermarkas di Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan.

Sepanjang 63 tahun perjalanannya, Kostrad telah dipimpin oleh berbagai tokoh militer berprestasi. Tercatat, terdapat satu perwira tinggi pria yang pernah mendapatkan kepercayaan menjabat sebagai Panglima Kostrad sebanyak dua kali dalam periode berbeda.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan hari jadi Kostrad diperingati?

HUT Kostrad diperingati setiap tanggal 6 Maret, merujuk pada peresmian CADUAD pada 6 Maret 1961.

Siapa tokoh yang menginisiasi pembentukan Kostrad?

Pembentukan satuan elite ini diinisiasi oleh Jenderal Abdul Haris (AH) Nasution menjelang akhir tahun 1960.

Siapa Panglima Kostrad yang pertama?

Panglima pertama Kostrad (saat masih bernama Korra I CADUAD) adalah Mayjen TNI Soeharto.

Ada berapa divisi di dalam struktur Kostrad saat ini?

Kostrad terdiri dari tiga divisi: Divisi Infanteri 1 di Cilodong (Depok), Divisi Infanteri 2 di Singosari (Malang), dan Divisi Infanteri 3 di Bontomarannu (Gowa).



Ditulis oleh: Dewi Lestari

Baca Juga

Loading...