Harapan Warga Tehrangeles Pasca Serangan AS-Israel dan Kematian Khamenei
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Komunitas warga keturunan Iran di Los Angeles, yang dikenal sebagai 'Tehrangeles', bereaksi dengan campuran antara euforia dan kecemasan menyusul serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Laporan mengenai tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memicu gelombang pesan singkat dan aksi massa di sepanjang wilayah Westwood pada Sabtu lalu.
Sam Yebri, seorang pengacara berusia 44 tahun yang melarikan diri dari Iran saat balita, menggambarkan momen ini sebagai awal dari berakhirnya mimpi buruk selama 47 tahun. Sejak Jumat malam waktu setempat, ponselnya terus berdering menerima kabar ledakan di Teheran, yang memiliki selisih waktu 11,5 jam lebih cepat dari Los Angeles.
Aksi Massa dan Identitas di Tehrangeles
Hingga Sabtu siang, ratusan demonstran berkumpul di depan gedung federal West Los Angeles dengan mengibarkan bendera hijau, putih, dan merah. Suara musik Iran dan klakson mobil memenuhi jalanan saat warga merayakan apa yang mereka anggap sebagai potensi runtuhnya rezim yang telah lama menindas mereka.
Berdasarkan data sensus, terdapat sekitar 150.000 warga kelahiran Iran yang menetap di Los Angeles, menjadikannya komunitas Iran terbesar di luar negara asalnya. Banyak dari mereka adalah anggota kelompok minoritas yang teraniaya, termasuk Yahudi, Baha’i, Kristen, dan Asyur, yang melarikan diri setelah revolusi 1979.
Kekhawatiran Terhadap Dampak Kemanusiaan
Meskipun ada harapan besar, beberapa tokoh masyarakat tetap mengkhawatirkan nasib warga sipil di Iran akibat pemboman tersebut. Sharon S. Nazarian, ilmuwan politik di UCLA, menyebutkan bahwa meski ada harapan untuk bernapas lega, hati banyak warga tetap bergetar memikirkan keselamatan kerabat di tanah air.
Anggota dewan kota Los Angeles, Adrin Nazarian, mempertanyakan biaya kemanusiaan yang harus dibayar untuk menggulingkan rezim tersebut. Ia menyatakan keprihatinannya bahwa intervensi militer asing dan kerusakan kolateral justru dapat memicu sentimen negatif serta ambivalensi di kalangan rakyat Iran yang sudah menderita akibat sanksi bertahun-tahun.
Respons Pemerintah dan Tokoh Agama
Walikota Los Angeles, Karen Bass, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah meningkatkan patroli di sekitar tempat ibadah dan ruang publik untuk menjaga keamanan. Di sisi lain, tokoh politik Demokrat seperti Senator Alex Padilla dan Gubernur Gavin Newsom mengkritik pemerintahan Trump karena dianggap menyeret negara ke dalam perang tanpa rencana eskalasi yang jelas.
Di sinagoge seperti Sinai Temple, jemaah berdoa untuk keselamatan warga sipil dan tentara AS. Bagi warga seperti Carmel Lastra, peristiwa ini menghidupkan kembali mimpi untuk mengunjungi tanah kelahiran nenek moyangnya yang selama ini hanya ia dengar melalui cerita tentang keindahan alam Iran yang kini terkekang konflik.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa itu Tehrangeles?
Tehrangeles adalah julukan untuk kawasan di West Los Angeles yang menjadi pusat komunitas imigran dan keturunan Iran terbesar di dunia di luar Iran.
Siapa saja tokoh yang menanggapi serangan ini di Los Angeles?
Tokoh yang menanggapi antara lain Sam Yebri (pengacara), Sharon S. Nazarian (akademisi UCLA), Adrin Nazarian (anggota dewan kota), serta pejabat publik seperti Walikota Karen Bass dan Gubernur Gavin Newsom.
Mengapa komunitas Iran di L.A. memiliki reaksi yang beragam?
Sebagian besar merasa harapan karena ingin rezim jatuh, namun yang lain khawatir akan keselamatan warga sipil di Iran dan risiko perang yang berkepanjangan.
Ditulis oleh: Rizky Ramadhan
