Dampak Konflik Iran: Pasar Global Bersiap Hadapi Lonjakan Harga Minyak Dunia
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pasar keuangan global kini berada dalam posisi waspada tinggi menyusul potensi gangguan jalur perdagangan di Selat Hormuz akibat eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Jalur perairan sempit ini merupakan arteri vital bagi pasokan energi dunia, di mana penutupannya dapat memicu guncangan ekonomi yang signifikan secara global.
Wilayah Timur Tengah, yang mencakup produsen besar seperti Arab Saudi, Irak, Iran, UEA, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Oman, menyumbang 27 persen dari produksi minyak mentah dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar tiga perempatnya atau setara dengan 20 persen pasokan minyak total dunia harus melewati Selat Hormuz untuk mencapai pasar internasional.
Ancaman Penutupan Jalur Pelayaran Vital
Ketegangan militer di sekitar selat tersebut telah memicu peringatan serius dari berbagai otoritas maritim internasional bagi kapal-kapal komersial. United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan adanya transmisi radio yang menyatakan bahwa Selat Hormuz telah ditutup bagi pelayaran komersial saat ini.
Departemen Transportasi Amerika Serikat juga telah mengeluarkan peringatan resmi yang merekomendasikan agar semua kapal menjauhi area konflik tersebut jika memungkinkan. Meskipun belum ada pernyataan resmi dari Teheran mengenai niat menutup selat sepenuhnya, kehadiran militer Iran di sepanjang garis pantai memberikan tekanan besar bagi keamanan navigasi dunia.
Prediksi Lonjakan Harga di Atas US$100 per Barel
Kepala Ekonom AMP, Shane Oliver, menyatakan kepada ABC bahwa harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpotensi melonjak drastis dalam waktu dekat. Oliver memprediksi harga minyak dapat melonjak dari posisi US$67 pada hari Jumat menjadi di atas US$100 per barel akibat disrupsi pasokan ini.
Situasi ini dinilai lebih signifikan dibandingkan saat invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022 yang sempat mendorong harga melampaui US$120 per barel. Senior Market Analyst dari Marcus Today, Henry Jennings, juga sepakat bahwa stabilitas pasar saat ini sangat bergantung pada reaksi balasan yang akan diambil oleh pihak Iran.
Dampak Ekonomi Terhadap Konsumen dan Ekspor
Lonjakan harga minyak mentah dunia diprediksi akan segera dirasakan oleh konsumen ritel, termasuk potensi kenaikan harga bensin di Australia hingga 40 sen per liter. Analis menghitung bahwa setiap kenaikan US$10 per barel pada harga minyak mentah biasanya akan menambah satu sen per liter pada harga bahan bakar lokal.
Selain minyak, pasokan gas alam cair (LNG) juga terancam mengingat hampir seperlima dari pasokan global melewati jalur Selat Hormuz yang sama. Gangguan berkelanjutan ini dikhawatirkan akan memperlambat ekonomi China, yang secara otomatis berdampak negatif pada permintaan ekspor komoditas dari berbagai negara mitra dagangnya.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Mengapa Selat Hormuz sangat penting bagi ekonomi dunia?
Selat Hormuz adalah jalur pengiriman minyak paling penting di dunia karena sekitar 20% dari total pasokan minyak global dan 27% minyak mentah dari produsen Timur Tengah melewati jalur sempit ini.
Berapa prediksi kenaikan harga minyak jika konflik berlanjut?
Ekonom memprediksi harga minyak bisa melonjak tajam dari sekitar US$67 menjadi di atas US$100 per barel jika terjadi gangguan pasokan di Selat Hormuz.
Bagaimana konflik ini mempengaruhi harga bensin bagi konsumen?
Setiap kenaikan US$10 pada harga minyak dunia diperkirakan akan menaikkan harga bensin sekitar satu sen per liter, sehingga lonjakan harga minyak yang drastis bisa menaikkan harga BBM hingga puluhan sen per liter.
Ditulis oleh: Putri Permata