Analis Timur Tengah Ungkap Serangan AS-Israel Bertujuan Gulingkan Rezim Iran
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Fawaz Gerges, analis senior dari London School of Economics and Political Science, menyatakan bahwa serangan rudal Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu lalu memiliki tujuan utama untuk menggulingkan rezim Iran. Menurut Gerges, eskalasi militer ini menandai fase baru dalam upaya internasional untuk mengubah struktur kepemimpinan di Teheran secara paksa.
Pernyataan ini muncul di tengah situasi yang semakin memanas setelah serangan udara besar-besaran menghantam berbagai titik strategis di wilayah Iran. Gerges menilai bahwa motif di balik serangan tersebut melampaui sekadar respons militer biasa dan lebih condong pada agenda politik jangka panjang.
Klaim Donald Trump Terkait Perubahan Rezim
Donald Trump memberikan komentar yang memperkuat analisis tersebut dengan menyatakan bahwa perubahan rezim adalah langkah terbaik bagi masa depan Iran. Trump berpendapat bahwa pergantian kekuasaan akan menjadi solusi bagi berbagai permasalahan yang selama ini melibatkan negara tersebut di kancah global.
Selain mendukung perubahan rezim, Trump juga melontarkan klaim mengejutkan mengenai nasib pemimpin tertinggi Iran pasca serangan akhir pekan tersebut. Ia menyebutkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran telah tewas menyusul operasi militer gabungan yang dilancarkan oleh pasukan AS dan Israel.
Peringatan Perang Regional dan Kegagalan Diplomasi
Sebelum serangan terjadi, Ayatollah Ali Khamenei sebenarnya telah memberikan peringatan keras bahwa setiap serangan AS akan memicu perang regional. Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam dan siap memobilisasi kekuatan di seluruh kawasan Timur Tengah sebagai bentuk perlawanan.
Ketegangan ini semakin diperburuk oleh kegagalan negosiasi nuklir Iran yang baru saja berakhir tanpa kesepakatan apa pun. Para delegasi meninggalkan meja perundingan saat risiko serangan militer AS mulai membayangi proses diplomasi yang sedang berjalan.
Upaya Negosiasi dari Pihak Presiden Iran
Di tengah ancaman perang, Presiden Iran dilaporkan masih berusaha menempuh jalur damai melalui perundingan dengan pihak Barat. Ia menyatakan bahwa Teheran mencari negosiasi yang adil dan setara dengan Amerika Serikat guna meredakan ketegangan yang kian memuncak.
Namun, keinginan untuk berdialog ini tampak bertentangan dengan aksi militer yang terjadi di lapangan serta sikap keras dari Washington. Ketidakpastian mengenai kepemimpinan Iran pasca serangan Sabtu lalu membuat prospek dialog diplomatik menjadi semakin suram.
Dampak Eskalasi Terhadap Stabilitas Kawasan
Para pengamat internasional khawatir bahwa serangan yang bertujuan pada perubahan rezim ini akan menciptakan kekosongan kekuasaan yang berbahaya. Instabilitas di Iran diprediksi dapat merembet ke negara-negara tetangga dan mengganggu stabilitas pasokan energi dunia.
Hingga saat ini, komunitas internasional masih memantau perkembangan terkini terkait kebenaran klaim kematian pemimpin Iran dan respons militer lanjutan. Situasi di Timur Tengah tetap berada pada titik didih tertinggi dengan risiko konflik terbuka yang bisa pecah kapan saja.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa tujuan utama serangan AS-Israel ke Iran menurut Fawaz Gerges?
Menurut Fawaz Gerges, tujuan utama serangan rudal tersebut adalah untuk melakukan 'regime change' atau penggulingan rezim di Iran.
Bagaimana respons Donald Trump terhadap isu perubahan rezim di Iran?
Donald Trump menyatakan bahwa perubahan rezim tampak menjadi hal terbaik yang bisa terjadi bagi Iran dan mengeklaim bahwa pemimpin tertinggi Iran telah tewas akibat serangan tersebut.
Apakah ada kesepakatan dalam pembicaraan nuklir Iran terbaru?
Tidak, pembicaraan nuklir Iran berakhir tanpa adanya kesepakatan yang diumumkan di tengah meningkatnya ancaman serangan militer.
Apa peringatan yang diberikan oleh Ayatollah Khamenei sebelum serangan?
Khamenei memperingatkan bahwa setiap serangan dari Amerika Serikat akan memicu 'perang regional' yang melibatkan wilayah Timur Tengah secara luas.
Ditulis oleh: Putri Permata
