Serangan ke Iran Tutup Wilayah Udara Timur Tengah, Penerbangan Global Lumpuh
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Eskalasi konflik militer di Timur Tengah memicu gangguan besar pada jaringan penerbangan sipil internasional setelah serangan udara dilaporkan menyasar Iran. Kebijakan darurat diambil oleh sejumlah negara untuk menutup wilayah udara mereka demi keselamatan penerbangan komersial.
Uni Emirat Arab dan Israel secara resmi mengumumkan penutupan total ruang udara mereka pada hari Sabtu, 28 Februari 2026. Langkah ini diambil sesaat setelah laporan mengenai serangan terhadap Iran mulai menyebar ke seluruh kawasan.
Penutupan ini berdampak langsung pada operasional maskapai raksasa dunia, termasuk Emirates dan Etihad yang berbasis di Uni Emirat Arab. Ribuan penumpang dilaporkan terlantar di berbagai bandara internasional akibat pembatalan jadwal terbang yang mendadak.
Qatar Airways Group juga mengonfirmasi pembatalan sementara seluruh penerbangan dari dan menuju Doha pada hari yang sama. Keputusan tersebut menyusul kebijakan otoritas Qatar yang turut menutup wilayah udara mereka karena alasan keamanan navigasi.
Situasi ini menciptakan efek domino terhadap rute penerbangan jarak jauh yang menghubungkan Asia dengan Eropa dan Amerika. Maskapai kini terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh untuk menghindari zona konflik di kawasan Teluk.
Data dari pelacak penerbangan menunjukkan penumpukan pesawat di koridor udara luar Timur Tengah sejak Sabtu siang. Otoritas penerbangan sipil setempat menyatakan bahwa keselamatan nyawa penumpang menjadi prioritas utama di atas kerugian ekonomi.
Hingga Sabtu pukul 12:39 waktu setempat, status wilayah udara di negara-negara tersebut masih dinyatakan tertutup bagi penerbangan sipil. Belum ada kepastian mengenai kapan rute-rute strategis ini akan kembali dibuka untuk publik.
Pihak maskapai menyarankan para pelancong untuk terus memantau status penerbangan mereka secara berkala melalui aplikasi resmi. Perubahan jadwal diperkirakan akan terus berlanjut hingga situasi keamanan di kawasan tersebut dinyatakan stabil.
Serangan ke Iran ini dikhawatirkan akan memicu lonjakan harga tiket pesawat akibat meningkatnya konsumsi bahan bakar pada rute yang dialihkan. Industri pariwisata global kini bersiap menghadapi dampak jangka panjang dari ketegangan geopolitik ini.
Para analis penerbangan menyebutkan bahwa gangguan ini merupakan salah satu yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir di kawasan tersebut. Koordinasi antar-otoritas penerbangan internasional terus dilakukan untuk meminimalisir risiko bagi pesawat yang masih berada di udara.
Ditulis oleh: Doni Saputra
