Pernyataan Resmi Swiss Terkait Situasi Iran dan Keamanan Diplomatik Terbaru
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Swiss menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada hari ini. Departemen Luar Negeri Federal (FDFA) merilis pernyataan resmi pada 28 Februari 2026 untuk merespons eskalasi militer tersebut secara cepat.
Pemerintah Swiss mendesak semua pihak yang terlibat untuk menghormati hukum internasional sepenuhnya, termasuk Piagam PBB yang berlaku. Seruan ini menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum kemanusiaan internasional guna melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil yang vital.
Respons Diplomatik dan Status Kedutaan di Teheran
Pihak berwenang Swiss meminta adanya penahanan diri secara maksimal dari seluruh aktor untuk mencegah krisis regional yang lebih luas. Posisi diplomatik ini dipandu oleh strategi kebijakan luar negeri Swiss yang tercantum dalam Konstitusi Federal mereka.
FDFA melaporkan bahwa perwakilan diplomatik Swiss di Teheran masih tetap beroperasi meskipun situasi keamanan di wilayah tersebut sedang memanas. Namun, jumlah staf kedutaan di Teheran telah dikurangi dari 14 orang menjadi 10 orang dalam beberapa hari terakhir.
Duta Besar Swiss dikonfirmasi masih berada di lokasi untuk memimpin operasional kedutaan dan memantau perkembangan secara langsung. Seluruh staf kedutaan dilaporkan dalam keadaan aman dan berada dalam kondisi yang baik di tengah situasi darurat ini.
Seperti kantor perwakilan lainnya, kedutaan di Teheran telah menerapkan langkah-langkah manajemen krisis dan protokol keamanan yang ketat. Prosedur keamanan ini terus ditinjau dan disesuaikan dengan dinamika situasi lapangan yang berubah dengan sangat cepat.
Rencana darurat telah disiapkan oleh FDFA sebagai bagian dari standar perlindungan diplomatik Swiss di seluruh wilayah luar negeri. Meskipun demikian, pemerintah tidak memberikan rincian spesifik mengenai tindakan pencegahan teknis demi menjaga kerahasiaan operasional keamanan.
Imbauan Perjalanan dan Perlindungan Warga Negara di Iran
Sejak Agustus 2024, FDFA telah secara konsisten mengeluarkan imbauan resmi agar warga negara Swiss tidak melakukan perjalanan ke Iran. Saran perjalanan tersebut mencerminkan penilaian risiko keamanan terbaru yang terus dievaluasi secara berkelanjutan oleh otoritas terkait.
Saat ini tercatat sekitar 180 warga negara Swiss yang terdaftar tinggal di Iran melalui kanal resmi kementerian luar negeri. Mayoritas dari warga tersebut diketahui memiliki status dwi-kewarganegaraan, yakni memegang paspor Swiss sekaligus warga negara Iran.
Selain penduduk tetap, terdapat lima individu yang terdaftar sebagai pelancong aktif melalui aplikasi Travel Admin milik pemerintah Swiss. Swiss juga terus mengaktifkan saluran komunikasi khusus yang mewakili kepentingan diplomatik Amerika Serikat di Teheran.
Peran Swiss sebagai kekuatan pelindung (protecting power mandate) memungkinkan komunikasi dua arah antara Washington dan Teheran tetap berjalan efektif. Saluran ini dianggap sangat krusial untuk menjaga jalur dialog di tengah ketegangan militer yang sedang berlangsung.
Kondisi Operasional di Tel Aviv dan Warga Swiss di Israel
Sementara itu, kantor perwakilan Swiss di Tel Aviv dipastikan tetap beroperasi secara penuh di bawah pengawasan ketat pemerintah pusat. Kedutaan di Israel saat ini diperkuat oleh lima staf berkebangsaan Swiss dan 13 staf lokal yang bertugas.
Duta Besar Swiss untuk Israel tetap berada di tempat untuk memastikan seluruh fungsi diplomatik dan perlindungan warga berjalan lancar. Pengaturan keamanan di Tel Aviv juga mencakup perencanaan darurat komprehensif yang telah disesuaikan dengan risiko terbaru pagi ini.
Imbauan perjalanan ke Israel baru saja diperbarui dengan status peringatan yang menyarankan warga untuk menghindari seluruh perjalanan ke sana. Hal ini didasarkan pada eskalasi konflik yang melibatkan serangan langsung serta serangan balasan di wilayah Timur Tengah.
Terdapat sekitar 25.000 warga negara Swiss yang terdaftar tinggal di Israel dengan mayoritas juga memegang kewarganegaraan Israel setempat. Selain penduduk, ada 20 individu yang terdata sebagai pelancong aktif yang sedang berada di wilayah Israel saat ini.
FDFA menegaskan bahwa pemerintah saat ini tidak mengorganisir keberangkatan atau evakuasi khusus bagi warga negara Swiss dari kedua negara tersebut. Warga Swiss di Iran dan Israel sangat disarankan untuk mengikuti setiap instruksi keselamatan yang dikeluarkan oleh otoritas lokal.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Bagaimana status kedutaan Swiss di Teheran saat ini?
Kedutaan tetap operasional, namun jumlah staf telah dikurangi dari 14 menjadi 10 orang sebagai langkah antisipasi keamanan.
Apa imbauan Swiss bagi warganya di Iran dan Israel?
Warga dilarang melakukan perjalanan ke kedua negara tersebut dan mereka yang sudah berada di sana diminta mengikuti instruksi otoritas lokal secara ketat.
Apa peran Swiss dalam hubungan Amerika Serikat dan Iran?
Swiss bertindak sebagai kekuatan pelindung yang menyediakan saluran komunikasi diplomatik dua arah antara Amerika Serikat dan Iran.
Ditulis oleh: Sri Wahyuni
