Operasi Epic Fury: Detail Serangan Udara Amerika Serikat dan Israel ke Iran

Table of Contents
What to Know About the U.S. Attacks on Iran - The New York Times
Operasi Epic Fury: Detail Serangan Udara Amerika Serikat dan Israel ke Iran

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu waktu setempat. Presiden Donald Trump menggambarkan operasi ini sebagai peluang besar untuk mendorong perubahan rezim di Teheran.

Serangan ini dilakukan setelah berminggu-minggu ancaman dikeluarkan oleh pihak Washington terkait program nuklir Iran. Langkah militer ini diambil menyusul kegagalan perundingan terakhir yang dimediasi pada hari Kamis lalu.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat secara resmi menamakan rangkaian serangan udara ini sebagai "Operasi Epic Fury". Presiden Trump mengonfirmasi bahwa operasi tempur utama sedang berlangsung untuk merespons ketegangan yang memuncak sejak Januari.

Target Strategis dan Lokasi Ledakan di Iran

Ledakan dilaporkan terjadi di berbagai kota penting seperti Qom, Kermanshah, Isfahan, hingga Karaj menurut kantor berita Fars. Di ibu kota Teheran, kepulan asap tebal terlihat membumbung tinggi dari area pusat pemerintahan yang sangat vital.

Video yang terverifikasi menunjukkan rudal menghantam kawasan istana kepresidenan serta gedung Dewan Keamanan Nasional Iran. Serangan presisi juga dilaporkan mengenai fasilitas milik Kementerian Intelijen Iran di tengah hiruk-pikuk serangan udara.

Pejabat keamanan Israel mengungkapkan bahwa gelombang pertama serangan bertujuan untuk melumpuhkan jajaran kepemimpinan tertinggi negara tersebut. Angkatan Udara Israel turut membombardir sejumlah target militer strategis yang terletak di bagian barat wilayah Iran.

Target Strategis dan Lokasi Ledakan di Iran

Motivasi di Balik Serangan dan Ambisi Politik

Dalam pidato resminya, Presiden Trump mendesak rakyat Iran untuk segera mengambil alih kendali pemerintahan mereka sendiri. Ia menegaskan bahwa bantuan militer Amerika adalah jawaban atas permintaan rakyat yang menginginkan kebebasan selama bertahun-tahun.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa serangan gabungan ini merupakan langkah krusial menghadapi ancaman eksistensial. Menurutnya, aksi militer tersebut akan menciptakan kondisi bagi masyarakat Iran untuk menentukan nasib mereka tanpa tekanan rezim.

Operasi ini menandai kali kedua militer Amerika Serikat menyerang wilayah kedaulatan Iran dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Sebelumnya pada Juni lalu, pasukan Amerika telah melakukan pengeboman terhadap tiga fasilitas nuklir utama di negara tersebut.

Respons Balasan Teheran dan Eskalasi Regional

Korps Garda Revolusi Iran segera merespons dengan meluncurkan rentetan rudal serta drone ke arah wilayah Israel. Selain itu, pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab turut menjadi target serangan.

Laporan intelijen menyebutkan bahwa markas Armada Kelima AS di Bahrain juga tidak luput dari upaya serangan balasan Teheran. Kementerian Pertahanan Qatar mengklaim telah berhasil menggagalkan sejumlah ancaman udara yang masuk ke wilayah teritorial mereka.

Negara-negara Teluk kini berada dalam kewaspadaan tinggi mengingat posisi mereka yang menampung banyak pangkalan militer strategis Amerika. Pejabat dari kedua belah pihak memperkirakan bahwa operasi militer skala besar ini akan berlangsung selama beberapa hari.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa nama operasi militer yang diluncurkan AS ke Iran?

Operasi tersebut dinamakan 'Operation Epic Fury' oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Kota mana saja yang menjadi sasaran serangan di Iran?

Serangan dilaporkan terjadi di Teheran, Qom, Kermanshah, Isfahan, dan Karaj.

Bagaimana respons Iran terhadap serangan gabungan AS dan Israel?

Iran meluncurkan rudal dan drone ke Israel serta menargetkan pangkalan militer AS di Qatar, Kuwait, UEA, dan Bahrain.

Apa tujuan utama dari serangan udara ini?

Tujuannya adalah menghentikan program nuklir Iran, melumpuhkan kepemimpinan militer, dan mendorong perubahan rezim di Teheran.



Ditulis oleh: Doni Saputra

Baca Juga

Loading...