Kronologi Serangan AS-Israel: Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei Jadi Target Utama
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah Israel dan Amerika Serikat meluncurkan serangan udara gabungan ke Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2). Serangan militer berskala besar ini dilaporkan secara spesifik menargetkan jajaran pimpinan tertinggi Republik Islam Iran sebagai sasaran utama operasional.
Berdasarkan laporan dari lembaga penyiar publik Israel, KAN, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian masuk dalam daftar target utama serangan tersebut. Eskalasi ini menandai pergeseran signifikan dalam dinamika konflik regional dengan menargetkan langsung simbol kedaulatan negara.
Target Pejabat Tinggi dan Strategis
Selain Khamenei dan Pezeshkian, sumber intelijen menyebutkan bahwa penasihat pemimpin tertinggi sekaligus mantan menteri pertahanan, Ali Shamkhani, juga menjadi sasaran. Upaya eliminasi pejabat tinggi ini dikonfirmasi oleh sumber internal pemerintahan Israel yang menyatakan fokus serangan adalah tokoh-tokoh kunci Iran.
"Dalam serangan ini, kami menargetkan tokoh-tokoh penting, orang-orang yang terlibat dalam rencana untuk menghancurkan Israel," lapor sumber tersebut kepada CNN. Pernyataan ini menegaskan bahwa misi gabungan AS-Israel bertujuan untuk melumpuhkan struktur komando tertinggi di Teheran secara langsung.
Status Keamanan Pemimpin Iran
Merespons gempuran yang menghantam ibu kota, otoritas Iran segera mengambil langkah pengamanan darurat terhadap para pemimpin negara. Seorang pejabat Iran mengonfirmasi bahwa Ayatollah Ali Khamenei telah diungsikan ke lokasi rahasia yang aman sesaat setelah serangan dimulai.
Sementara itu, kantor berita resmi Iran, IRNA, memberikan pembaruan mengenai kondisi Presiden Masoud Pezeshkian pasca-serangan udara tersebut. Laporan resmi menyatakan bahwa Presiden Pezeshkian saat ini dalam kondisi aman dan sehat meskipun Teheran menjadi pusat target pemboman udara.
Serangan Balasan Iran ke Pangkalan AS
Situasi semakin memanas ketika Iran segera meluncurkan serangan balasan sebagai bentuk respons atas agresi militer gabungan di wilayah mereka. Teheran mengarahkan proyektil mereka ke sejumlah instalasi militer Amerika Serikat yang tersebar di beberapa negara Timur Tengah.
Laporan militer menunjukkan bahwa serangan balasan Iran menyasar titik-titik pangkalan strategis di Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), dan Qatar. Selain itu, pangkalan militer di Kuwait hingga Yordania juga dilaporkan menjadi target dalam operasi balasan serentak yang dilakukan militer Iran.
Dampak Eskalasi Regional
Serangan gabungan yang terjadi pada Sabtu pagi waktu setempat ini telah memicu kekhawatiran global akan terjadinya perang terbuka di kawasan. Keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam operasi di wilayah kedaulatan Iran diprediksi akan mengubah konstelasi politik internasional secara drastis.
Hingga saat ini, komunitas internasional terus memantau pergerakan militer di kedua belah pihak guna mengantisipasi serangan lanjutan. Konflik yang melibatkan banyak negara di kawasan Teluk ini memperburuk stabilitas keamanan dan ekonomi di jalur perdagangan energi dunia.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa saja pemimpin Iran yang menjadi target serangan?
Target utamanya adalah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Presiden Masoud Pezeshkian, dan penasihat Ali Shamkhani.
Kapan serangan gabungan AS-Israel terjadi?
Serangan terjadi pada hari Sabtu, 28 Februari, pagi waktu setempat.
Bagaimana kondisi Ayatollah Ali Khamenei saat ini?
Khamenei dilaporkan telah diungsikan ke tempat yang aman oleh pejabat Iran saat serangan dimulai.
Di mana saja Iran melancarkan serangan balasan?
Iran menyerang pangkalan militer AS di Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, hingga Yordania.
Ditulis oleh: Budi Santoso
