Donald Trump dan Israel Resmi Luncurkan Serangan Militer ke Iran
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Israel secara resmi meluncurkan operasi tempur besar-besaran terhadap Republik Islam Iran pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Serangan ini dilakukan saat warga Amerika Serikat masih terlelap dan tanpa mendapatkan otorisasi resmi dari Kongres.
Dalam pernyataan video yang dirilis sekitar pukul 03.00 EST, Trump menyatakan bahwa tujuan operasi ini adalah untuk melindungi rakyat Amerika dari ancaman rezim Iran. Ia menyebut rezim tersebut sebagai kelompok berbahaya yang telah mengancam keamanan global dan pangkalan militer AS selama 47 tahun.
Operasi Epic Fury dan Lion’s Roar
Departemen Perang Amerika Serikat memberi kode kampanye militer ini sebagai "Operasi Epic Fury", sementara pihak Israel menyebutnya "Operasi Lion’s Roar". Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan terima kasih kepada Trump atas kepemimpinan bersejarahnya dalam menghadapi ancaman eksistensial ini.
Netanyahu menegaskan bahwa Israel dan Amerika Serikat bersatu untuk menghentikan rezim yang terus menggaungkan slogan permusuhan terhadap kedua negara. Ia menyatakan bahwa kekuatan gabungan ini akan memastikan keberlangsungan masa depan Israel dari ancaman terorisme Iran.
Kontroversi Janji Kampanye dan Konstitusi
Keputusan perang ini memicu perdebatan sengit di dalam negeri karena Trump dan Wakil Presiden JD Vance sebelumnya berkampanye dengan agenda "America First" yang pro-perdamaian. Selama kampanye 2024, Trump berjanji tidak akan memulai perang baru dan justru akan menghentikan konflik internasional yang merugikan AS.
Senator Lindsey Graham dari South Carolina memberikan dukungan penuh dan merasa optimis bahwa rezim ayatollah akan segera berakhir. Namun, Anggota Kongres Thomas Massie mengecam keras operasi tersebut sebagai tindakan perang tidak sah karena mengabaikan wewenang konstitusional Kongres.
Upaya Perubahan Rezim di Teheran
Selain eliminasi ancaman nuklir, Trump secara terbuka memberikan sinyal bahwa pemerintahannya tengah mengupayakan perubahan rezim di Teheran. Dalam pidatonya, ia mengatakan kepada rakyat Iran bahwa "saat kebebasan mereka telah tiba" melalui operasi militer ini.
Trump mendesak warga Iran untuk mengambil alih pemerintahan mereka sendiri setelah operasi militer ini selesai dilakukan oleh pasukan koalisi. Situasi di Timur Tengah saat ini terus berkembang dengan ketegangan tinggi seiring berjalannya operasi militer udara dan darat.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Kapan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran dimulai?
Serangan dimulai pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026, sekitar pukul 03.00 waktu EST.
Apa nama sandi operasi militer ini?
Amerika Serikat menamainya 'Operasi Epic Fury', sedangkan Israel menyebutnya 'Operasi Lion’s Roar'.
Apakah Presiden Trump mendapatkan izin dari Kongres untuk memulai perang?
Tidak, laporan menyatakan bahwa operasi tempur ini diluncurkan tanpa otorisasi dari Kongres Amerika Serikat.
Apa alasan utama Donald Trump meluncurkan serangan tersebut?
Trump menyatakan tujuannya adalah untuk mengeliminasi ancaman mendesak dari rezim Iran dan mencegah pengembangan senjata nuklir.
Ditulis oleh: Maya Sari
