AS dan Israel Luncurkan 'Operation Epic Fury' Skala Besar Terhadap Iran
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Pasukan militer Amerika Serikat yang dibantu oleh Israel resmi meluncurkan "operasi tempur besar" terhadap Iran pada Sabtu pagi, 28 Februari. Presiden Donald Trump menyatakan serangan ini bertujuan menghentikan program senjata nuklir serta mengakhiri rezim yang berkuasa di negara tersebut.
Pengumuman serangan ini disampaikan Trump melalui video berdurasi delapan menit yang diunggah di platform Truth Social pada pukul 02.30 waktu Timur. Dalam pidatonya, ia menegaskan komitmen AS untuk menghancurkan industri rudal Iran hingga rata dengan tanah.
Target Serangan dan Dampak di Teheran
Laporan dari Reuters menyebutkan bahwa ledakan besar terdengar di Teheran sekitar pukul 09.45 waktu setempat tak lama setelah pengumuman tersebut. Asap tebal terlihat membumbung tinggi di atas kawasan Istana Kepresidenan Iran dan kantor Dewan Keamanan Nasional.
Tragedi kemanusiaan juga dilaporkan terjadi di wilayah selatan, tepatnya di Kabupaten Minab, di mana sebuah sekolah menengah putri terkena dampak serangan. Sedikitnya 40 siswi dilaporkan tewas dalam insiden tersebut menurut data awal yang dihimpun media internasional.
Pentagon secara resmi menamai misi tempur besar-besaran ini dengan sandi "Operation Epic Fury". Operasi ini melibatkan pembom jarak jauh dan jet tempur dari dua gugus tugas kapal induk, yakni USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford.
Latar Belakang Operasi Epic Fury
Presiden Trump mengklaim bahwa Iran kembali membangun program nuklirnya setelah fasilitas mereka sempat dibom oleh AS pada Juni 2025 lalu. Ia menilai rudal jarak jauh Iran kini menjadi ancaman nyata yang bisa segera menjangkau wilayah daratan Amerika Serikat.
Langkah militer ini merupakan puncak dari ketegangan panjang sejak AS menarik diri dari kesepakatan nuklir JCPOA pada Mei 2018. Sejak saat itu, Iran diketahui terus meningkatkan cadangan uranium yang diperkaya hingga mendekati level senjata militer.
Sebelumnya, AS pernah melakukan serangan serupa dalam operasi bernama "Midnight Hammer" pada 21 Juni 2025 menggunakan pesawat pembom siluman. Serangan kala itu diklaim berhasil melumpuhkan fasilitas pengayaan di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Respons Militer dan Serangan Balasan Iran
Menanggapi serangan Sabtu pagi ini, Iran dilaporkan segera meluncurkan serangan rudal balasan ke sejumlah pangkalan militer AS di Teluk Persia. Pangkalan Angkatan Laut AS di Bahrain, serta instalasi di Kuwait, Yordania, Qatar, dan UEA menjadi target utama.
Militer Israel (IDF) juga mengonfirmasi adanya sejumlah rudal yang ditembakkan dari wilayah Iran menuju wilayah kedaulatan mereka. Sistem pertahanan anti-rudal Israel telah diaktifkan untuk menghalau serangan yang terdeteksi di sepanjang perbatasan utara dekat Lebanon.
Sebagai langkah antisipasi, Kedutaan Besar AS di Israel telah menginstruksikan staf diplomatik non-esensial dan keluarga mereka untuk segera meninggalkan negara tersebut. Situasi di kawasan Timur Tengah saat ini tetap mencekam dengan operasi tempur yang masih terus berlangsung.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa nama operasi militer yang diluncurkan AS terhadap Iran?
Operasi militer yang diluncurkan pada 28 Februari ini diberi nama 'Operation Epic Fury'.
Mengapa Donald Trump memerintahkan serangan terhadap Iran?
Serangan diperintahkan untuk menghentikan program senjata nuklir Iran, menghancurkan industri rudal mereka, dan mengakhiri rezim yang berkuasa.
Wilayah mana saja di Iran yang terkena ledakan?
Ledakan dilaporkan terjadi di Teheran dekat Istana Kepresidenan, serta wilayah Minab di selatan Iran.
Bagaimana respons Iran terhadap serangan ini?
Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Bahrain, Qatar, Kuwait, UEA, serta menargetkan wilayah Israel.
Ditulis oleh: Agus Pratama
