6 Persiapan Penting Menyambut Ramadhan Agar Ibadah Maksimal

Table of Contents

Khutbah Jumat: Persiapkan 6  Hal Ini dalam Menyambut Ramadhan


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Umat Muslim di Indonesia diingatkan untuk segera melakukan persiapan matang menjelang kedatangan bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari. Pesan tersebut menjadi inti dari khutbah Jumat yang menekankan pentingnya membekali diri agar kemuliaan bulan penuh ampunan ini tidak terlewatkan begitu saja.

Ramadhan merupakan tamu agung yang membawa peluang emas bagi setiap mukmin untuk melipatgandakan nilai ibadah dan meraih ampunan Allah SWT. Sebagaimana dilaporkan pada Kamis, 12 Februari 2026, persiapan ini mencakup aspek lahiriah dan batiniah agar tujuan akhir puasa, yaitu derajat takwa, dapat tercapai.

Makna Mendalam Menyambut Ramadhan

Ulama tafsir terkemuka Indonesia, Prof Quraish Shihab, menjelaskan bahwa kata "marhaban" yang sering diucapkan dalam menyambut Ramadhan berasal dari akar kata "rahb" yang berarti luas atau lapang. Hal ini menggambarkan bahwa tamu yang datang disambut dengan dada lapang, kegembiraan, serta persiapan tempat yang luas untuk melakukan perbaikan jiwa.

Secara filosofis, Ramadhan yang berarti "sangat panas" atau "membakar" dianalogikan sebagai momentum untuk menghanguskan dosa-dosa masa lalu. Melalui menahan lapar dan haus, seorang Muslim diajak untuk memukul sifat buruk dalam dirinya di antara dua batu karang keprihatinan demi mensucikan hati.

Enam Persiapan Utama Menjelang Bulan Suci

1. Menyambut dengan Kegembiraan

Hal pertama yang harus dimiliki adalah rasa bahagia dan syukur karena masih diberikan kesempatan untuk menjumpai bulan suci. Para ulama salaf terdahulu bahkan mulai memanjatkan doa agar dipertemukan dengan Ramadhan sejak bulan Rajab dan Sya'ban.

2. Penguasaan Ilmu dan Fikih Puasa

Ibadah tanpa ilmu berisiko tidak sah, sehingga mempelajari ketentuan hukum puasa menjadi kewajiban bagi setiap Muslim. Memahami syarat, rukun, serta hal-hal yang membatalkan puasa akan membantu seseorang menjalankan ibadah dengan lebih sempurna dan percaya diri.

3. Memperkuat Doa kepada Allah SWT

Keterbatasan manusia mengharuskan kita untuk terus memohon pertolongan agar diberikan kekuatan dalam menghadapi tantangan menahan hawa nafsu. Doa merupakan senjata bagi mukmin untuk tetap optimis dan istiqamah dalam menjalankan rangkaian ibadah selama sebulan penuh.

4. Perencanaan Ibadah (Planning) yang Matang

Persiapan yang benar bukan sekadar merencanakan menu berbuka atau pakaian lebaran, melainkan menyusun target ibadah harian. Membuat rencana berapa kali akan mengkhatamkan Al-Quran, frekuensi sedekah, dan partisipasi dalam shalat malam sangat krusial untuk efektivitas ibadah.

5. Persiapan Ruhani dan Jasmani

Melatih fisik dan jiwa melalui puasa sunnah di bulan Sya'ban adalah langkah yang dicontohkan oleh Rasulullah saw dan para sahabat. Kesiapan fisik yang prima akan menunjang kelancaran ibadah, sementara kesiapan ruhani akan memudahkan kita merasakan kekhusyukan.

6. Taubat dan Pembersihan Diri

Langkah terakhir adalah membersihkan hati dari penyakit-penyakit batin dan memohon ampun atas segala dosa sebelum memasuki bulan suci. Dengan hati yang bersih, seorang hamba akan lebih ringan dalam menjalankan ketaatan dan menerima hidayah Allah SWT di malam-malam penuh berkah.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Mengapa kita harus senang menyambut Ramadhan?

Kegembiraan merupakan bentuk syukur atas karunia Allah, karena di bulan Ramadhan pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan pahala ibadah dilipatgandakan.

Apa doa yang diajarkan Rasulullah menjelang Ramadhan?

Doa yang populer adalah: 'Allâhumma bâriklanâ fî Rajaba wa Sya'bâna, wa ballighna Ramâdlana' yang berarti memohon berkah di bulan Rajab dan Sya'ban serta dipertemukan dengan bulan Ramadhan.

Apa makna kata 'Ramadhan' menurut bahasa?

Secara bahasa, Ramadhan berasal dari kata 'Ramidha' yang berarti sangat panas atau membakar, melambangkan pembakaran dosa-dosa bagi mereka yang berpuasa.



Ditulis oleh: Sri Wahyuni

Baca Juga

Loading...