Panduan Khotbah Jumat 6 Februari 2026: Amalan Menyambut Ramadan 1447 H

Table of Contents

Khotbah Jumat 6 Februari 2026 Tentang Amalan Menyambut Ramadan 1447 H


RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - JAKARTA - Memasuki pertengahan bulan Syakban 1447 Hijriah, umat Islam di Indonesia diimbau untuk mulai mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Khotbah Jumat pada tanggal 6 Februari 2026 menjadi momentum krusial bagi jemaah untuk memperkuat iman melalui berbagai amalan saleh secara konsisten.

Berdasarkan pantauan di berbagai masjid, tema utama yang diangkat adalah pembersihan hati dan kesiapan lahir batin bagi seluruh kaum muslimin. Khatib menekankan bahwa persiapan dini merupakan kunci utama untuk meraih keberkahan penuh di bulan penuh ampunan yang akan segera tiba.

Empat Langkah Utama Persiapan Diri Jelang Ramadan

Langkah pertama yang ditekankan dalam khotbah tersebut adalah pentingnya menanamkan niat yang tulus dan benar hanya karena mengharap rida Allah SWT. Sebagaimana hadis riwayat At-Thabrani, niat seorang mukmin dinilai lebih baik dan lebih meresap ke dalam jiwa daripada sekadar amalnya saja.

Pelurusan niat dianggap sangat vital agar ibadah puasa nanti tidak tercemar oleh sifat ria ataupun kesombongan yang dapat menghapus pahala. Para jemaah diajak untuk bertekad kuat memperbaiki perilaku sehari-hari sebagai wujud kesungguhan dalam menyongsong bulan suci mendatang.

Empat Langkah Utama Persiapan Diri Jelang Ramadan

Selain niat, memperbanyak doa menjadi anjuran kedua bagi umat Islam dalam setiap kesempatan selama bulan Syakban ini. Doa dipanjatkan agar Allah memberikan kesempatan hidup serta kekuatan fisik yang prima untuk menunaikan ibadah dengan optimal.

Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Surah Ghafir ayat 60 yang memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa berdoa dengan keyakinan akan dikabulkan. Kesiapan mental melalui jalur spiritual ini diharapkan mampu membentengi diri dari kelalaian yang sering muncul selama menjalani ibadah puasa.

Urgensi Puasa Sunah Syakban dan Tobat Nasuha

Anjuran ketiga dalam rangkaian persiapan ini adalah melaksanakan puasa sunah di bulan Syakban sebagai bentuk latihan fisik yang efektif. Rasulullah SAW diketahui memperbanyak puasa pada bulan ini karena Syakban merupakan waktu diangkatnya seluruh amalan manusia kepada Tuhan semesta alam.

Sahabat Usamah bin Zaid meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW sangat menyukai jika catatan amalnya diangkat dalam keadaan dirinya sedang menjalankan ibadah puasa. Syakban sering kali dilupakan oleh banyak manusia, padahal memiliki nilai kemuliaan yang sangat tinggi di sisi Allah SWT.

Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah melakukan tobat yang sungguh-sungguh untuk membersihkan jiwa dari segala noda dosa. Pembersihan ini mencakup permohonan ampun secara tulus kepada Allah serta penyelesaian hak-hak sesama manusia yang mungkin pernah dilanggar.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Minhajul Abidin mengingatkan bahwa dosa terhadap sesama manusia memerlukan permintaan maaf secara langsung dan pengembalian hak. Dengan hati yang suci, umat Islam diharapkan dapat memasuki bulan Ramadan 1447 H dalam kondisi fitrah dan siap menuai rahmat melimpah.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Kapan Khotbah Jumat tentang persiapan Ramadan 1447 H ini disampaikan?

Khotbah tersebut disampaikan pada hari Jumat, 6 Februari 2026, yang bertepatan dengan pertengahan bulan Syakban 1447 Hijriah.

Apa saja amalan utama yang dianjurkan dalam menyambut Ramadan?

Amalan utamanya meliputi menanamkan niat yang tulus, memperbanyak doa, melaksanakan puasa sunah Syakban, serta bertaubat secara sungguh-sungguh.

Mengapa puasa sunah di bulan Syakban sangat dianjurkan?

Karena bulan Syakban adalah waktu di mana amalan manusia diangkat kepada Allah SWT, dan puasa tersebut juga berfungsi sebagai latihan fisik sebelum Ramadan.

Bagaimana cara bertobat dari dosa yang berkaitan dengan sesama manusia?

Menurut Imam Al-Ghazali, dosa terhadap manusia harus diselesaikan dengan meminta maaf secara langsung dan mengembalikan hak-hak yang telah diambil.

Baca Juga

Loading...