Kemensos RI Gercep Bantu Korban Banjir Bandang Nagekeo NTT: Bantuan Logistik dan Dapur Umum

Table of Contents

Kemensos Suplai Kebutuhan Korban Banjir Bandang Nagekeo NTT


Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilanda musibah banjir bandang yang dipicu oleh curah hujan ekstrem dan meluapnya Sungai Lewoledeho. Bencana alam ini mengakibatkan dampak signifikan bagi masyarakat setempat, mendorong pemerintah daerah untuk menetapkan status tanggap darurat. Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) di bawah pimpinan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) segera mengambil langkah cepat untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada para korban.

Dampak Bencana: Korban Jiwa dan Kerusakan Material

Berdasarkan data sementara yang dihimpun, banjir bandang di Nagekeo telah merenggut nyawa enam warga. Selain itu, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap tiga orang yang dilaporkan hilang. Sejumlah korban luka-luka juga masih dalam perawatan medis. Kerusakan material juga tak terhindarkan, tercatat 39 rumah hanyut terbawa arus, 17 rumah mengalami kerusakan berat, dan 48 rumah mengalami kerusakan ringan. Total sebanyak 1.271 jiwa terdampak langsung akibat bencana ini, sebagian besar dari mereka terpaksa mengungsi ke rumah kerabat untuk mencari perlindungan.

Korban meninggal dunia yang berhasil diidentifikasi meliputi warga Desa Sawu: Egidius Sopi Bela (35) dan Fancelina Meli Boa (60); Maria Kondriani F Nua (6 bulan) dan Achiles Agustinus Busa Jogo (13 bulan); serta Agustinus Lena dari Desa Lokalaba. Ermelinda Co'o, yang awalnya tercatat sebagai korban luka, juga meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit.

Respons Cepat Pemerintah: Penanganan Darurat dan Penyaluran Bantuan

Menanggapi situasi darurat ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa. Beliau menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan perlindungan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. "Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, Tagana, dan unsur terkait terus berupaya memberikan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Penanganan darurat dilakukan secara terpadu agar masyarakat bisa segera bangkit dari situasi sulit ini," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis pada Minggu, 14 September 2025.

Kemensos bersama Pemerintah Daerah, TNI-Polri, Tagana, dan berbagai unsur terkait segera bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Evakuasi warga terdampak dilakukan secara intensif, dibarengi dengan upaya pencarian korban hilang oleh tim SAR gabungan. Langkah krusial lainnya adalah melakukan verifikasi dan validasi data korban untuk memastikan penyaluran santunan berjalan tepat sasaran.

Baca Juga: Ribuan Guru Siap Mengajar di Sekolah Rakyat: BKN Pastikan Tercukupi

Dapur Umum dan Distribusi Makanan

Sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar, Kemensos mendirikan dapur umum lapangan di Kantor Kecamatan Mauponggo. Dapur umum ini memiliki kapasitas produksi mencapai 3.813 porsi makanan per hari. Hingga 14 September, sebanyak 5.013 porsi makanan telah didistribusikan kepada warga terdampak. Bantuan logistik terus mengalir dengan total nilai mencapai Rp 644,3 juta.

Bantuan Logistik yang Disalurkan

Bantuan logistik yang disalurkan meliputi makanan siap saji, makanan anak, family kit, kidsware, selimut, kasur, tenda gulung, serta tenda keluarga portable. Distribusi bantuan dilakukan melalui gudang Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Nagekeo, Sentra Efata Kupang, dan Dinsos Provinsi NTT. Pemerintah daerah juga turut menyalurkan tambahan beras, mie instan, serta perlengkapan dasar lainnya.

Status Tanggap Darurat dan Antisipasi Bencana Susulan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Cuaca Ekstrem selama 21 hari, terhitung mulai 9 hingga 30 September 2025. Penetapan status ini memperkuat koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk rapat koordinasi yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat penanganan pasca bencana.

Saat ini, warga terdampak masih bertahan di rumah kerabat mereka. Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban hilang. Kondisi cuaca di lokasi kejadian masih menunjukkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, sehingga aparat dan masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.

Baca Juga

Loading...