ACEH TAMIANG NANGGRO ACEH UMUM

Bupati Aceh Tamiang dan Bea Cukai Tinjau Pelabuhan Seruway

KUALASIMPANG, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Bupati Aceh Tamiang H Mursil mengajak rombongan Bea dan Cukai Aceh ke lokasi yang diproyeksikan dibangun pelabuhan internasional di Kampung Airmasin, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Rabu (18/9/2019) lalu.

Keberadaan pelabuhan di Aceh Tamiang dinilai sudah cukup penting sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat dan juga untuk menangkal masuknya barang ilegal.

Secara terbuka Mursil mengakui kalau di kawasan Seruway sejak dulu sudah dijadikan pintu masuk barang-barang dari luar negeri secara ilegal. Letaknya pun cukup strategis karena berdekatan dengan Malaysia dan Thailand. “Penggunaan jalur tradisional di Seruway ini sudah dilakukan nenek moyang kami sejak dulu. Jadi harapan ke depan semua barang yang hilir mudik di sini dilakukan secara legal,” kata Mursil kepada wartawan di Kuala Simpang, Kamis (19/9/2019).

Legalitas ekspor impor ini dipastikannya akan memberi dampak positif yang besar bagi masyarakat. Selain terlindungi dari barang yang mengandung zat bahaya, perekonomian masyarakat juga dipastikan terdongkrak naik. “Contoh bibit tanaman dari Thailand tidak melalui karntina. Ini kan bahaya karena bisa saja ada penyakit di bibit itu,” ujarnya.

Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh Safuadi menyambut positif usulan ini. Bahkan dia juga menilai Aceh Tamiang sudah layak memiliki bandara agar bisa melayani kargo.

“Aceh Tamiang harus meningkatkan nilai tambah pada suatu produk. Kami sebagai instansi vertikal juga berupaya membangun keyakinan pengusaha untuk meningkatkan kegiatan produksi,” kata Safuadi.

Sejumlah pengusaha lokal Aceh Tamiang memang diikutsertakan dalam peninjauan lokasi pelabuhan ini. Momen ini pun dimanfaatkan Safuadi untuk memberi pemahaman kepada para pengusaha kala ekspor impor secara legal lebih menguntungkan. “Karena aturannya sudah jelas. Jangan pernah menganggap ilegal lebih menguntungkan,” tuturnya.

Namun untuk merealisasikan usulan membangun pelabuhan ini, dia menyarankan Pemkab Aceh Tamiang membuat keunikan tersendiri dan meyakinkan pemerintah pusat kalau keberadaan pelabuhan memang sudah sangat dibutuhkan. “Kami di bea cukai, khususnya Kementrian Keuangan punya fasilitas yang ditawarkan ke pengusaha untuk meringnkan beban modal produksi, terutama barang kegiatan impor,” kata Safuadi.(rm/sm/sofyan)

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

Pelabuhan Sijantung Senilai Rp 17,3 Miliar Diterlantarkan, Belum Difungsikan, Tapi Disewakan Kepada Pihak Lain

pimred pimred

Dewan Pers Larang Media Gunakan Nama Lembaga Atau Instansi

rakyatme

Untuk Lawan Ahok, Sahabat Sandiaga Uno Luncurkan Program SOLDIER

Riski perdana