ACEH TAMIANG

Pengadaan Pipanisasi Desa Aras Sembilan Terindikasi Korupsi dan Mark Up

ACEH TAMIANG, RAKYAT MEDIA – Proyek pengadaan pipanisasi di Desa Aras Sembilan disoal warga.

Beberapa warga Kampung Aras Sembilan menduga pengadaan pipanisasi terindikasi korupsi, hal itu langsung disampaikan beberapa warga kepada RAKYAT MEDIA, Selasa (12/2/2019) .

Salah seorang warga bernama Sarpudin, mengatakan, bahwa pengadaan pipanisasi jaringan air bersih tersebut sebenarnya sejak tahun 2017 sudah dilakukan.

Dijelaskannya bahwa mereka sudah mempertanyakan masalah pengadaan pipanisasi jariangan air bersih ini kepada Camat dihadapan Datok Penghulu. Namun, mengapa hingga saat ini warga belum bisa menikmati air bersih.

“Untuk pengadaan mesin dalam proyek pipanisasi aja itu berkisar Rp190 juta. Kami menduga itu mesin seken. Karena saat pelaksanaan uji coba, airnya tidak naik, Pak,” ujar Sarpudin yang diamini warga lainnya.

Ketika ditanyakan kapan uji coba mesin air tersebut dilakukan, warga serentak mengatakan pelaksanaan uji coba mesin air pada Januari 2019.

“Bulan Januari 2019 kemarin Pak udah diuji coba, tapi gagal karena airnya tidak kunjung naik. Kami menduga pengadaan pipanisasi tidak sesuai dengan RAP,” ujar warga, Minggu 17 Februari 2019.

Saripudin yang juga akrab dipanggil Wak Buyung ini juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, agar masalah pipanisasi ini dapat diselidiki.

“Sebab kami menduga, pengadaan ini terindikasi korupsi dan terkesan asal jadi. Kami juga menduga pelaksanaan pengerjaannya tidak sesuai dengan RAP. Datok Sofyan juga tidak pernah transparan, rapat juga tidak pernah dilakukan oleh Datok. Kami berharap kepada Pemkab dan instansi terkait pengadaan tersebut, agar dapat dilakukan investigasi agar masalah ini cepat terselesaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Datok Aras Sembilan, saat coba dikonfirmasi ke kediamannya sedang tidak berada di tempat.

Menurut warga di sekitar kediaman Datok Sofyan mengatakan, bahwa sang Kades lagi antar pengantin di Lhoksumawe.

Namun, ketika dikonfirmasi ke nomor ponselnya, Datok juga enggan menerima panggilan. Begitu juga saat dikonfirmasi menggunaan layanan SMS, hingga berita ini diterbitkan, Datok tidak kunjung menjawab.

Sementara itu, Camat Bandar Pusaka, M.Hans, saat dikonfirmasi mengenai pengadaan proyek pipanisasi dan masalah dugaan pengadaan mesin air seken mengatakan, bahwa untuk pengadaan pipanisasi sebenarnya itu harus baru tidak boleh bekas punya.

“Untuk pipanisasi itu, mesinnya harus baru. Mengenai benar atau tidaknya mesin itu seken, kita kan belum evaluasi. Menurut saya, intinyakan Kampung Aras Sembilan ini kan nyaman. Air naik dan pengadaannya pun harus sesuai dengan RAP. Kalau tidak sesuai spek, ya Datok harus mengembalikan uang negara untuk pipapinasi itu,” ujarnya.

Camat juga menambahkan, phaknya juga sudah turun ke lapangan bersama anggota agar dapat dengan segera masalah ini bisa diselesaikan.

“Masyarakat juga sudah menjumpai saya melaporkan hal ini, boleh barang itu dibeli dengan harga murah, cuman ya harus sesuai dengan progresnya. Capaiannya juga mana, ketika barang itu dibeli dengan harga murah, ya harus dikembalikan sisanya. Intinya barang tersebut harus dari pabrik dan air naik, itu permintaan masyarakat,” terang M.Hans.

Camat Bandar Pusaka juga berharap agar masyarakat dapat bersama, karena konsep Dana Desa ini sifatnya gotong royong serta untuk peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, menjadi prioritas.

“Masalah ini harus selesai. Kalau tidak selesai, kembalikan uang negara saja, kan mudah,” tandasnya. (Dedi.M/RM)

Editor : Rudi Hartono

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

WAKIL BUPATI HADIRI SOSIALISASI PERAN TP4D SEKALIGUS PERESMIAN POSKO KONSULTASI

eko man

WaKIL Bupati Aceh Tamiang Tengku Insyafuddin : Pelaksanaan Syariat Islam Harus Didukung Semua Pihak

pimred pimred

HUT Bhayangkara Ke – 73 Polres Aceh Tamiang Anjangsana Ke Purnawirawan Polri, Tokoh Masyarakat Dan Tokoh Agama

pimred pimred