LANGKAT PERISTIWA SUMATERA

Lapas Narkoba Langkat Ricuh, Sejumlah Kendaraan Dibakar Napi

LANGKAT, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Langkat  Sumatera Utara saat ini sudah kondusif usai kerusuhan pecah pada Kamis (16/5) menurut pernyataan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami.

Utami mengatakan tahanan telah kembali ke sel masing-masing secara sukarela dan tertib. Dia berjanji akan datang pada Jumat (17/5/2019) untuk mendengarkan keluhan para napi.”Saya minta mereka tetap tenang dan kembali ke blok masing-masing. Besok saya dan jajaran akan melakukan dialog secara langsung dengan warga binaan Lapas Langkat, menampung aspirasi mereka,” kata Utami dilansir dari Antara.

Kerusuhan di Lapas Langkat dimulai saat terjadi penangkapan oleh petugas terkait narkoba di salah satu blok. Para napi mengamuk setelah petugas melakukan razia. Sekitar pukul 14.00 WIB, ratusan napi menjebol bangunan lapas kemudian merusak serta membakar mobil dan sepeda motor yang parkir. Diduga ratusan napi melarikan diri.

Sebelumnya, Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan menjelaskan di dalam lembaga pemasyarakatan tersebut terdapat 1.600 narapidana dimana 215 merupakan tahanan perempuan. Hampir 500 personel TNI-Polri dikerahkan untuk menjaga Lapas Langkat setelah kerusuhan.  Informasi yang dihimpun wartawan Rakyat Media di langkat mengabarkan sebanyak 98 napi yang kabur telah berhasil ditangkap.

 Sekitar 200 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkoba di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara melarikan diri usai kericuhan, Kamis (16/5/2019). Para napi Lapas yang berada di Jalan Simpang Farm Desa Domba, Kecamatan Hinai tersebut kabur dengan cara menjebol bangunan serta membakar sejumlah sepeda motor dan mobil.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto mengonfirmasi hal tersebut. Ia pun mengatakan polisi saat ini telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam mencari para warga binaan yang kabur tersebut.”Di lapangan tentunya anggota sudah tahu ancamannya, dan tidak perlu diperintah,” tegasnya.

Selain itu, Polda Sumut dan jajaran akan melakukan razia secara ketat dengan memeriksa pengendara dan penumpang umum serta barang bawaan di wilayah perbatasan untuk mencegah para napi keluar dari Kabupaten Langkat.”Kita sudah perintahkan anggota di lapangan melakukan razia untuk mencegah kaburnya (ke luar Langkat) para napi itu,” jelasnya.

Kapolda mengingatkan agar para napi yang kabur segera menyerahkan diri. Dia meminta agar para napi menjalani sisa hukuman mereka di lapas.”Kabur tidak akan menyelesaikan masalah, tapi justru malah menambah masalah baru. Sebaiknya jalani sisa hukuman. Jadi serahkan diri, daripada menyesal belakang hari,” ungkapnya.

Sejauh ini, koordinasi dengan Lapas Narkotika Hinai Langkat sudah dilakukan. Hal ini untuk mempermudah pengejaran para napi yang melarikan diri, termasuk identitas dan ciri-cirinya.”Pendataan para napi yang melarikan diri sudah dilakukan, supaya dapat segera ditangkap kembali,” katanya.

Sementara itu, seperti dikutip dari Antara, Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan mengatakan sudah ada 30 napi yang berhasil diamankan.”kita titip di rumah tahanan negara Tanjungpura dan Polsek Hinai,” kata Doddy.

Ia menjelaskan di dalam lembaga pemasyarakatan tersebut terdapat 1.600 narapidana, 215 merupakan tahanan perempuan. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab para napi tersebut melakukan pembakaran. Namun, sempat beredar kabar kerusuhan itu diawali pertengkaran antara napi dengan sipir (petugas) lapas.

Pertengkaran diduga oleh aksi sipir yang melakukan kekerasan saat menindak napi yang menggunakan ponsel. Hal tersebut memicu emosi napi lainnya dan kemudian terjadi kerusuhan.”Pemicu dari kejadian dan peristiwa itu dikarenakan perbedaan pendapat antara narapidana dengan petugas lembaga pemasyarakatan sehingga peristiwa ini terjadi,” sambung Doddy.

Kebakaran di lapas terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, namun sekitar pukul 16.30 WIB, api yang sempat menyelimuti lapas berhasil dipadamkan. Sebelumnya kericuhan terja di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkoba di Jalan Simpang Farm Desa Domba, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara Kamis (16/5/2019). Berawal mengamuknya Ratusan narapidana dan merusak bangunan lapas.  Humas Kanwil Kemenkumham Sumut Josua Ginting membenarkan soal kericuhan itu. Saat ini pihaknya sedang menuju ke lokasi kejadian.”Benar, kami sedang menuju lokasi,” kata Josua.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, menggambarkan kericuhan yang terjadi di dalam lapas. Video itu direkam oleh salah seorang napi. Mobil ambulan dirusak dan sejumlah sepeda motor dibakar.  Dalam video itu, para napi di dalam lapas tampak sibuk menggunakan ponsel dan menelpon. Mereka juga sibuk merekam kericuhan itu.”Pintunya jebol, pintunya jebol,” ucap salah satu napi dalam video itu kegirangan.

Kemudian napi lainnya mengatakan “ricuh lapas, kami berontak ini,” ujar napi lainnya menimpali. Dalam video tersebut , napi lainnya meminta rekan mereka agar masuk ke dalam gedung. Tak hanya itu, kaca-kaca gedung juga sudah hancur dihantam batu. Warga binaan juga sudah membuka beberapa gerbang. Namun belum diketahui, apakah ada narapidana yang kabur atau tidak. Namun hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya sehingga para tahanan/ narapidana tersebut melakukan pembakaran.**

Laporan Sofian wartawan dari Langkat

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno : Apresiasi Kekompakan Bupati dan Wabup Pasbar

Gunawan ramadhan

Gara-Gara Mobil yang Ditangkap Dipakai Oknum Dishub : Ratusan Drever Teksi Online Unjukrasa di Kantor Polresta Barelang

pimred pimred

Panglima TNI: Penyandera WNI Kelompok Abu Sayyaf dan Al Habsyi

rakyatme