NASIONAL POLITIK

Pengamat Pilitik Indonesia Politica Network Sebut Mar’uf Amin Tidak Dilibatkan Untuk Susun Kabinet

JAKARTA, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Jokowi dan Maruf Amin resmi menjabat sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia (RI) setelah dilantik pada Senin (21/10/2019) kemarin. Sejumlah nama yang akan mengisi kursi menteri kabinet Jokowi jilid II pun telah dipanggil ke Istana Negara.

Nama dan tokoh yang dipanggil Presiden antara lain, Mahfud MD, Erick Thohir, Arilangga Hartanto, Wishnuutama, Nadiem Makarim hingga Prabowo Subianto.

Meski demikian, nama-nama tersebut diketahui hanya akan bertemu Presiden Joko Widodo sementera Wakil Presiden Maruf Amin dikabarkan berangkat ke Jepang Senin (21/10/2019) pagi kemarin menghadiri penobatan Kaisar Naruhito. Rencananya pelantikan menteri akan dilaksanakan pada Rabu (23/10) pekan ini sehari setelah Maruf Amin tiba di Jakarta.

Pengamat politik dari Indonesia Political Network (IPN) Ahmed Rumalutur mengatakan absennya Maruf Amin dalam susunan kabinet menunjukan lemahnya kans politik Maruf Amin dalam peta politik di level elit.

“Tolok ukurnya bisa kita bandingkan dengan Jusuf Kalla (JK) pada 2014, ketika itu JK punya pengaruh dalam penentuaan menterinya, sangat menonjol siapa orang-orang JK waktu itu. JK juga punya peran kuat dalam diplomasi ekonomi dan politik luar negeri,” tegasnya.

Menurut Ahmed, meskipun terlihat adem ayem dan tak memiliki pengaruh kuat di level elit namun dalam politik hal itu tak bisa dijustifikasi sebagai sebuah kelemahan politik.

“Saya tidak bisa menjustifikasi ini sebagai kelemahan politik Maruf Amin, sebab politik adalah “the art of the possible” mungkin saja ke depan ada manuver tak terduga dari Maruf Amin,” tambahnya.

Ia menambahkan yang menarik dalam pembentukan kabinet kali ini adalah adanya pertimbangan atau tekanan situasi politik ekonomi internasional yang mendesak Presiden untuk membentuk formasi kabinet yang aman.

“Jokowi ingin menstabilkan situasi politik di dalam negeri, agar nantinya dapat menghalau guncangan ekonomi global, sebab kita tahu, kondisi ekonomi global saat ini sedang tidak baik, ada ketakukan munculnya efek domino, sehingga perlu penguataan sendi-sendi ekonomi domestik,” tutupnya.

Penulis : Ahmed Rumalutur, Pengamat Politik dari Indonesia Politica Network

 

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

Jumat Depan PA 212-GNPF akan Gelar Aksi Damai Kawal MK

pimred pimred

Yunisra Syahiran Buka Festival Anak Sholeh di Giri Maju

Riski perdana

Walikota Batam Muhammad Rudi Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Gubernur Non Aktif Nurdin Basirun

pimred pimred