NASIONAL PERISTIWA

Media Asing Soroti Kericuhan Pemilu 2019

JAKARTA, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Indonesia kembali menjadi sorotan media asing yang menyoroti “kerusuhan” dan “kekerasan” dalam ricuh demonstrasi penolakan hasil rekapitulasi pemilihan umum 2019 sejak Selasa (21/5) malam.

Dalam sejumlah laporannya, kantor berita Reuters asal Inggris dan Agence France-Presse dari Prancis melaporkan personel kepolisian menangkap puluhan orang dalam “kekerasan pasca-pemilu” tersebut.

Surat kabar asal Inggris, The Guardian, dan media asal China, The South China Morning Post, juga menyoroti bentrokan antara para pemrotes dan pasukan keamanan dalam aksi yang disebut sebagai “people power” itu. Bloomberg melaporkan protes dari kalangan oposisi itu juga berisiko disusupi ancaman teroris.

Demo yang berlangsung sejak Selasa (21/5) malam itu masih berlangsung hingga Rabu pagi. Aparat kepolisian menembakkan peluru karet dan gas air mata ke arah para pedemo yang sempat melemparkan batu ke arah para personel.

Namun ada juga aparat Brimob yang ternyata menggunakan peluru tajam. Hal ini terlihatb adanya korban-korban yang meninggal atau terluka tembakan karena pewluru tajam. Selongsong peluru juga banyak ditemukan warga di sekitar masjid. Bentrokan terjadi di wilayah sekitar depan kantor Bawaslu, Thamrin, kawasan Tanah Abang, dan Petamburan, Jakarta Pusat.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyebut bahwa kerusuhan sepanjang malam hingga pagi ini sudah menewaskan enam orang. Hingga pukul 06.15 WIB, Rumah Sakit Budi Kemuliaan dilaporkan menerima 17 pasien, dua di antaranya dirujuk ke RS Tarakan. Mereka dibawa ke rumah sakit karena berbagai macam sebab, seperti terkena tembakan.

Informasi yang dihimpun media ini dari suber-sumber terpercaya menyebutkan bahwa hingga siang, korban yang meninggal akibat tembakan dan penganiayaan petugas berjumlah 11 orang. Sementara itu, saat kerusuhan berlangsung, massa aksi 22 Mei menemukan ratusan peluru tajam dari mobil Brimob yang terparkir di ruas jalan Brigjen Katamso, Jakarta Barat, Rabu (22/5) siang, tepatnya di dekat fly-over Slipi Jaya arah Kemanggisan.

Massa dengan disaksikan dari aparat TNI menemukan peluru tersebut di mobil Toyota Rush milik Brimob yang diletakkan dalam sebuah peti kayu. Peluru itu lantas disita massa, namun tidak sedikit juga yang berserakan di jalan raya. Sebagian peluru juga banyak diambil warga yang melintas.”Bisa kalian lihat sendiri peluru tajam semua. Pantas pada mati warga. Ya buat menembak warga ini peluru,” kata salah satu orang di lokasi.

Selain menyita peluru, massa juga menjarah beberapa peralatan kepolisian seperti tameng dan amunisi untuk gas air mata. Namun, seperti biasa, pihak Mabes Polri saat dikonfirmasi wartawan secara terpisah berupaya menyanggahnya. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan bakal mengecek temuan peluru tersebut.”Masih dicek. Yang perlu disampaikan bahwa aparat keamanan dalam pengamanan unjuk rasa tidak dibekali oleh peluru tajam dan senjata api,” ujar.

Kediaman Prabowo Mulai Ramai

Suasana di kediaman calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto cukup ramai namun masih terkendali. Satu per satu massa berdatangan ke kediaman Prabowo yang berlokasi di Kertanegara IV, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Rabu (22/5). Ada sekitar 30an massa yang datang ke kediaman Prabowo.

Dari pantauan CNNIndonesia.com beberapa masyarakat ini telah mulai hadir sejak pukul 10.00 WIB. Bahkan pada pukul 11.10 WIB satu mobil komando yang dibubuhi tulisan ‘suara rakyat’ dan sejumlah pengeras suara pun sudah terparkir di halaman rumah Mantan Danjen Koppasus itu.

Kebanyakan massa yang datang adalah emak-emak dan bapak-bapak. Mereka juga membawa atribut berupa peci, sorban dan berkerudung lebar. Para massa ini berdiri dan duduk-duduk di sekitar halaman rumah Prabowo seolah menunggu instruksi.

 

Sebelumnya, sejumlah purnawirawan TNI/Polri juga tekah berdatangan ke kediaman Prabowo, salah satunya Mantan Kapolda Metro Jaya, Sofjan Jacoeb. Saat dihubungi, Sofjan menyebut pihaknya tengah melakukan konsolidasi dan rapat di kediaman Prabowo. “Sebentar ya, ini masih rapat,” kata Sofjan.

Prabowo sendiri terpantau baru tiba di kediamannya di Kertanegara IV sekitar pukul 11.20 WIB dengan pengawalan ketat. Namun belum ada petinggi BPN maupun calon wakil Presiden Sandiaga Uno yang datang ke lokasi.Saat tiba, masyarakat yang siap beraksi di kediaman Prabowo langsung menyerukan kalimat tasbih dan takbir. “Allahu Akbar, Prabowo Presiden,” kata para massa ini.

Meski begitu, Prabowo sama sekali tak keluar dari mobil putih miliknya. Terpisah, Suasana Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Rabu (22/5) pukul 10.53 WIB, terpantau kondusif. Massa aksi mulai melunak semenjak kedatangan sejumlah anggota TNI AD.

Berdasarkan pantauan, beberapa anggota TNI terlihat sedang memadamkan api akibat ban yang dibakar oleh massa. Selain itu, anggota TNI juga membersihkan benda-benda yang menghambat lalu lintas, seperti menyapu serpihan ban terbakar. Ruas jalan pun sudah bisa dilalui oleh sepeda motor setelah sebelumnya mati total. Sementara itu, ambulance terus berdatangan. Meskipun, belum terlihat adanya korban berjatuhan akibat kericuhan yang cukup memanas.

Sumber CNN Indonesia

Editor : Rudi Hartono

 

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

Prabowo-Sandiaga Ajukan Gugatan ke MK

pimred pimred

KPK Tangkap Bupati Kepulauan Talaud Diduga Terima Suap Proyek

pimred pimred

Wujudkan Masyarakat Pasbar Beriman dan Bertaqwa, Seleksi 200 DAI

Gunawan ramadhan