KORUPSI NASIONAL

KPK Tangkap Hakim PN Balik Papan dan Pengacara

JAKARTA, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Pihak Mahkamah Agung (MA) membenarkan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dengan mengamankan seorang hakim dan panitera muda pidana di Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Jumat 3 Mei 2019.

“Kami menghubungi Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur, ternyata benar seorang hakim dan panitera muda pidana di PN Balikpapan diamankan KPK. Selebihnya adalah pengacara dan pihak swasta,” ujar Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro, kepada wartawan di Jakarta.

Menurutnya saat ini pihak MA masih menunggu hasil pemeriksaan sementara KPK. Andi menerangkan, MA akan mengambil langkah tegas bila hakim dan panitera yang bersangkutan memang terbukti terlibat kasus tersebut.”Bukan hanya hakim atau panitera yang bersangkutan ditindak, tetapi atasannya pun (ketua PN Balikpapan) bisa kena tindakan jika lalai atau tidak maksimal melakukan pembinaan dalam tanggung jawabnya sebagai ketua,” ujar Andi.

Lebih lanjut dia mengatakan, berdasarkan informasi dari ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan, saat ini ketua PN Balikpapan sedang mengikuti pelatihan pembangunan zona integritas di Yogyakarta.

“Tentu MA merasa prihatin atas OTT yang menjerat hakim dan panitera ini, karena sebenarnya kami tidak hentinya melakukan pembinaan dan pengawasan, tetapi ya itulah yang terjadi,” kata Andi.

Sebelumnya pada Jumat 3 Mei 2019 malam, KPK mengamankan lima orang, termasuk seorang hakim dan panitera muda pidana PN Balikpapan. Mereka kemudian dibawa ke Mapolda Balikpapan untuk diperiksa.

Selain itu, KPK juga mengamankan sejumlah uang yang diduga merupakan bagian dari permintaan (suap) sebelumnya.

Berdasarkan siaran pers yang diterima dari KPK, OTT dilakukan setelah KPK mendapat informasi akan terjadi transaksi pemberian uang kepada hakim yang mengadili sebuah perkara pidana di PN Balikpapan. Kasus ini diduga terkait penipuan dokumen tanah.

Sementara juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada hari ini. Tim mengamankan lima orang diantaranya Hakim, dua Pengacara, Panitera Muda, dan pihak swasta.

Selain mengamankan lima orang, tim juga mengamankan sejumlah uang yang diduga untuk menyuap Hakim agar terdakwa kasus penipuan dokumen tanah bisa bebas. Sayangnya, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah tidak merinci uang tersebut.

“Ada uang yang diamankan dalam perkara ini yang diduga merupakan bagian dari permintaan sebelumnya jika dapat membebaskan terdakwa dari ancaman pidana dalam dakwaan kasus penipuan terkait dokumen tanah,” kata Febri saat dikonfirmasi, Jumat (3/5/2019).

Febri menjelaskan, penangkapan terhadap lima orang tersebut, setelah tim mendapatkan laporan akan terjadi transaksi uang. Kemudian, saat dilakukan pengintaian, tim menemukan bukti awal terkait akan adanya penyerahan uang.

“KPK mengamankan mereka setelah mendapatkan Informasi akan terjadinya transaksi pemberian uang pada Hakim yang mengadili sebuah perkara pidana di PN Balikpapan tersebut. Setelah kami cek di lapangan dan ada bukti-bukti awal, maka sejumlah tindakan dilakukan,” terangnya.

Saat ini, kelima orang diamankan tersebut masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Kalimantan Timur. Rencananya, KPK akan membawa sejumlah orang yang diamankan tersebut besok pagi.

KPK sendiri mempunyai waktu 1 x 24 jam untuk memutuskan status hukum para pihak yang diamankan tersebut.***

Editor : Mawardi

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

Miliaran Alokasi Dana Desa dan BansosTak Dapat Dipertanggungjawabkan: BPK Soroti APBD Pemkab Anambas

pimred pimred

KPK Tingkatkan Kapasitas Penegak Hukum di Aceh

Riski perdana

Pasangan Capres dan Cawapres 01 Belum Bisa Diterima di Madura

pimred pimred