BATAM KEPRI KRIMINAL NUSANTARA

Pulau Batam Masih Menjadi Tempat Transit Penyeludupan Narkotika : Bea Cukai Batam Tangkap Kurir Penyeludup 3.037 Butir Narkotika

Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Susila Brata dan Wadir Resnarkoba Polda Kepri, SOM Pardede, menunjukan barang bukti

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Meski aparat penegak hukum sudah berulang kali menangkap para kurir penyeludupan narkotika di Batam. Namun penyeludupan narkotik lewat pelabuhan resmi dan bandara masih saja terjadi di Batam.

Terbaru, penangkapan J (28 thn) penyelundupan puluhan ribu butir pil ekstasi dari Malaysia melalui Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay, Kamis (9/1/2020) lalu oleh Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe B Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Dari tangan pelaku J (28), disita 30.037 butir pil ekstasi dan 31,7 gram ekstasi yang dihancurkan lemudian dikemas dalam 11 bungkus makanan.

Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Susila Brata mengatakan, pelaku diamankan saat barang bawaannya melewati pemeriksaan x-ray. Kecurigaan itu berlanjut pada pemeriksan Narkotic Identification Kits (NIK) oleh petugas dan hasilnya positif narkoba jenis ekstasi.”Pelaku langsung diamankan ke KPU BC Tipe B Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri,” katanya kepada kepada wartawan, Selasa (14/1).

Ribuan pil ekstasi itu, kata Susila, dibawa dari Malaysia melalui Pelabuhan Internasiona Stulang Laut, Johor. Pengakuan pelaku, narkoba itu akan diedarkan di Jakarta.”Pelaku terancam hukuman 20 tahun penjara. Kami juga akan melakukan pengembangan lebih lanjut terkait jaringan narkoba internasional ini,” kata Wadir Resnarkoba Polda Kepri, AKBP SOM Pardede.

“Kalau dari sana (Malaysia) kami akan berkoordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri. Sebab, nanti mabes yang akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian di sana (Malaysia),” terang Wadir Resnarkoba Polda Kepri, AKBP S.O.M Pardede saat konferensi pers digelar, Selasa (14/1/2020).

Pardede mengatakan, jika modus yang dilakukan J merupakan modus lama dengan menaruh ekstasi pada bungkus makanan ringan.”Modus paling sering itu ya ditaruh ke dubur, sepatu, atau pakaian dalam. Kalau wanita paling sering di pakaian dalam dengan tujuan saat diperiksa petugas lelaki tak dapat dicek maksimal,” ujarnya.

Bahkan, peredaran atau penyelundupan narkotika dengan berbagai jenis juga kerap ditaruh ke dalam kemasan teh kotak China. Beberapa kali barang bukti teh kotak ini juga ikut diamankan bersama para kurir narkotika di Batam. Berharap mendapat keuntungan dari barang ‘haram’ yang dibawanya, tapi J (28) justru harus berhadapan dengan polisi.

Pasalnya, sebelum tiba di Jakarta untuk memberi barang jenis ekstasi itu kepada ‘penerimanya’, J diamankan di Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay, Kota Batam, Kamis (14/1/2020) lalu.

Dia diringkus setelah gerak-geriknya terlihat mencurigakan oleh petugas Bea dan Cukai Pelabuhan setempat. Seiring berjalannya penyidikan terhadap J, terungkap pula isi pesan WhatsApp antara J dan si ‘penerima’ puluhan ribu pil ekstasi itu.”Sudahlah, kamu sudah ditangkap polisi,” tulis si ‘penerima’ ke nomor WhatsApp milik J.

Menurut Wadir Resnarkoba Polda Kepri, SOM Pardede, hal itu diketahui setelah data seluler milik J dibongkar agar memudahkan pihaknya membongkar ‘jaringan’.”Sejauh ini masih dia mengaku sebagai pemain tunggal. Namun itu harus diselediki dengan berbagai cara,” sebutnya saat konferensi pers digelar di Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Selasa (14/1/2020).

Selain itu, Pardede juga menduga jika si ‘penerima’ sebut saja Mr X ini telah membuang telepon genggam miliknya agar mempersulit langkah kepolisian membongkar kasus yang kerap terjadi di Batam ini. Kepolisian Daerah (Polda) Kepri sampai harus membongkar Cellular Data Record (CDR) milik tersangka berinisial J (28).”Itu untuk mengetahui ke siapa saja tersangka berkomunikasi,” jelas Wadir Resnarkoba Polda Kepri, AKBP S.O.M Pardede, Selasa (14/1/2020) saat pengungkapan kasus digelar di Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam.

Dari hasil pembongkaran CDR itu, diketahui pula jika tersangka J akan mengirim 30.037 butir ekstasi ke Jakarta.”Namun masih dikembangkan kasus ini. Tersangka masih akan dimintai keterangan terkait kepada siapa dia memberi barang itu dan dari siapa dia mendapatkannya,” sambungnya.

Pardede pun terkadang mengeluhkan, jika kebanyakan pelaku atau tersangka kasus narkotika selalu tak ingin memberikan keterangan lengkap kepada pihaknya. Oleh sebab itu, Pardede menambahkan banyak dari kelompok atau jaringan besar terkadang sulit terungkap. Barang haram itu berupa narkotika jenis ekstasi akan dibawa oleh pihaknya ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri di Medan.”Itu dapat terungkap barang milik J didapat dari mana,” katanya.

Sebelumnya, J (28) diciduk oleh petugas Bea dan Cukai di terminal kedatangan Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay Batam, Kamis (14/1/2020) lalu.Dia ditangkap bersama barang bukti berupa 30.037 butir pil ekstasi dan 31,7 gram ekstasi dibungkus dalam 11 bungkus makanan ringan.

Wadir Resnarkoba Polda Kepri, AKBP SOM Pardede mengungkapkan jika sosok J hanyalah seorang kurir.”Dia itu hanya bertugas membawa saja. Namun, kami masih berusaha mengambangkan kasus ini dari bukti-bukti dan pengakuan tersangka nantinya,” ungkapnya saat konferensi pers pengungkapan penyelundupan narkotika jenis ekstasi ke Batam digelar di Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Selasa (14/1/2020).

Selain itu, Pardede juga mengatakan jika barang haram ini dibawa oleh J dari Malaysia. Namun, J harus bertekuk lutut setelah diciduk petugas Bea dan Cukai Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay, Batam, akibat gerak-geriknya mencurigakan. Warga Negara Indonesia (WNI) ini pun diketahui sebagai pelaku tunggal. Sebab, Pardede menyebut J bukan termasuk jaringan internasional.”Tapi itu masih sementara. Akan dikembangkan,” katanya.

Sesuai rencana, J diketahui akan membawa barang-barang haram dengan total 30.037 butir pil ekstasi dan 31,7 gram ekstasi yang dikemas ke dalam 11 bungkus makanan ringan ke Jakarta. Akibat menyelundupkan narkotika jenis ekstasi ke Batam, J (28) ditangkap petugas Bea dan Cukai Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay, Kota Batam, Kamis (9/1/2020) lalu. J ditangkap setelah gerak-geriknya dicurigai oleh petugas saat berada di mesin pemeriksaan X-ray penumpang terminal kedatangan pelabuhan.”Jadi dia membawa koper dan beberapa peralatan lainnya. Saat di mesin X-ray, ditemukan narkotika jenis ekstasi 30.037 butir pil ekstasi dan 31,7 gram ekstasi yang disembunyikan dalam 11 bungkusan makanan,” ungkap Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam Susila Brata saat memimpin konferensi pers pengungkapan.

Diketahui pula J akan dikenakan ancaman sesuai undang-undang (UU) narkotika pasal 112 ayat 2 dengan ancaman pidana penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun. Selain itu, dia juga terancam hukuman sesuai pasal 113 ayat 2 karena membawa barang haram itu dari luar negeri, serta pasal 114 ayat 2 minimal dengan ancaman pidana penjara minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun.

 Lebih lanjut Wadir Resnarkoba Polda Kepri, AKBP SOM Pardede mengungkapkan J hanyalah seorang kurir.”Dia itu hanya tukang membawa saja. Namun, kami masih berusaha mengambangkan kasus ini dari bukti-bukti dan pengakuan tersangka nantinya,” ungkap Pardede.

Selain itu, Pardede juga mengatakan jika barang haram ini dibawa oleh J dari Malaysia Namun, J harus bertekuk lutut setelah diciduk petugas Bea dan Cukai Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay, Batam, akibat gerak-geriknya mencurigakan. Warga Negara Indonesia (WNI) ini pun diketahui sebagai pelaku tunggal. Sebab, Pardede menyebut J bukan termasuk jaringan internasional.”Tapi itu masih sementara. Akan dikembangkan,” katanya.***

Editor : Mawardi

 

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

Harga Tiket Pesawat Tanjungpinang-Anambas Cekik Batang Leher

rakyatme

Bupati Meranti Resmikan 5 Bedah Rumah Layak Huni Bantuan Baznas

Riski perdana

Bupati Bintan Soroti Pembangunan Proyek

Gunawan ramadhan