BATAM HUKUM

Lokasi Judi Gelper Dekat Masjid dan Perumahan : Judi Gelper di Batam Kota Resahkan Warga

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Meski Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam, sudah minta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Kepolisian Polda Kepri untuk menutup lokasi perjudian berkedok Gelanggang Permainan Elektronik (Gelper) secara permanen. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua MUI Kota Batam, Usman Ahmad, usai melakukan rapat gabungan bersama ormas islam di Hotel PIH Batam Centre, Selasa (8/10/2019) lalu.

Dikatakan Usman, pihaknya berharap agar penegak hukum menutup, Gelper tersebut sesegera mungkin dan untuk selama-lamanya, karena permainan Gelper tersebut termasuk perjudian. Akibat merajalelanya aktifitas perjudian berkedok Gelper, banyak masyarakat yang melakukan tindakan kriminal demi untuk mendapatakan modal untuk bisa melakukan judi di gelanggang permainan tersebut.

“Kepada para pengelola Gelper sadari bahwa masih banyak cara yang baik untuk mencari uang, jangan gara-gara keegoan para pengusaha yang jadi korbannya adalah masyarakat banyak dan anak muda generasi untuk masa depan,” kata Usman.

Namun himbauan MUI Kota Batam tampaknya hanya dipandang sebelah mata oleh para pengelola atau cukong judi. Bahkan belakangan ini lokasi judi berkedok gelanggang permainan elektronik (Gelper) tak hanya ada di wilayah pusat perkotaan saja. Tapi sudah merambah sampai ke daerah pemukiman penduduk (Perumahan).

Salah satunya di Kecamatan Batam Kota, di wilayah ini lokasi tempat perjudian berkedok gelper tersebut sudah sangat meresahkan warga. Selain lokasinya berada disekitar perumahan penduduk, juga ada dua lokasi yang berada sekitar 100 meter dari masjid. Untuk kecamatan Batam Kota sedikitnya ada lima lokasi gelper yang rutin beroperasi selama 24 jam dari pagi hingga pagi dini hari.

Yakni gelper 666 Game Zone di eks Kapital Plaza sekitar 100 meter dari Masjid Qiblatain, gelper di ruko eks sekolah sultan Agung, ruko pasar Botania 2, ruko perumahan Dotamana sekitar 150 meter dari masjid Al Muajirin Perumahan Dotamana/grand BSI, dan gelper di wilayah Botania satu. Kelima gelper tersebut keberadaannya dilingkungan perumaha

Belum lama ini gelper yang berada di lokasi eks Kapital Plaza sempat terjadi keributan antara puluhan preman dengan pengawas gelper tersebut. Puluhan preman yang datang ke lokasi gelper malam itu sempat merusak sejumlah mesin judi yang ada didalamnya. Tak jelas apa penyebabnya keributan itu terjadi. Namun sejumlah saksi mata yang melihat kerubutan itu terjadi berawal dari pembagian jatah judi yang tidak tersalurkan kepada kelompok preman yang melakukan keributan tersebut.

Berawal dari keributan tersebut Puluhan Perangkat RT dan RW di sejumlah perumahan di Kelurahan Belian, Batam Kota mendatangi Kantor Wali Kota Batam pada Senin (28/10/2019). Mereka minta pihak berwenang segera menutup gelanggang permainan (gelper) 666 Game Zone di eks Kapital Plaza yang keberadaannya dinilai meresahkan.

Ketua RW 21 Kelurahan Belian Nanang Andika mengatakan, tiga pimpinan RW dari sejumlah perumahan berkumpul untuk membahas rencana penutupan gelper 666 Game Zone yang berada di eks Kapital Plaza.”Kami tiga RW dan warga malam ini berkumpul untuk membahas tentang rencana penutupan lokalisasi arena Gelper 666 Game Zone dan besok petisi penutupan ini akan kita sampaiakn Wali Kota Batam agar segera direspons oleh beliau,” kata Nanang, Minggu (27/10/2019) malam.

Dalam kesempatan sebelumnya, Nanang juga menyampaikan pihaknya sepakat dengan warga agar gelper tersebut ditutup. Apalagi lokasi tersebut selama ini dijadikan tempat berjudi.

Menurut Nanag dalam waktu dekat pihaknya dari RW yang dampak mengenai gelper di depan. Pihaknya akan mengajak warga RW 21 sepakat dan satu hati untuk berpartisipasi mendesak pemerintah kota Batam dan penegak hukum untuk menutup gelper tersebut, karena selama ini dijadikan tempat judi,” ujar Nanang kepada wartawan.

Nanang menambahkan, warga merasa resah kehadiran gelanggang permainan tersebut berada di seberang masjid.”Warga merasa resah kehadiran gelanggang permainan tersebut berada di depan masjid yang dinilai tidak pantas kehadirannya berada di dekat lingkungan warga,”tegas Nanang.***

Editor  : Mawardi

 

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

Tenaga Pengajar Luar Negeri Akan Masuk Pendidikan di Indonesia

Trianto

12 Kondisi Gawat Darurat Bisa Dilaporkan ke 112

Gunawan ramadhan

42.581 Data e-KTP Kota Batam Belum Dicetak

rakyatme