BATAM KRIMINAL NASIONAL

Provinsi Kepri Jadi Tempat Penyeludupan Narkoba Dari Malaysia

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Belakangan ini Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga Singapura dan Malaysia tidak hanya rawan penyeludupan berbagai jenis barang maupun Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal. Namun belakangan ini tampaknya sudah dijadikan tempat penyeludupan narkoba.

Terbukti baru-baru ini jajaran Polres Bintan mengungkap kasus penyelundupan narkoba jenis sabu dari negara Malaysia ke Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) seberat 119 kilogram (kg). Aksi kejahatan narkoba tersebut dilakukan jaringan internasional, meski aparat sudah berulangkali melakukan penangkapan.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S Erlangga saaat ekspos tindak pidana sabu seberat 119 kg milik jaringan internasional di Mapolres Bintan, Rabu (4/9/19) mengatakan, kasus ini berhasil diungkap pada Jumat (30/8/19). Erlangga didampingi Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang, Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Kepri AKBP Rama Pattara, Wakapolres Bintan Kompol Dandung, dan para pejabat utama Polres Bintan.

Erlangga mengatakan, letak geografis wilayah hukum Polda Kepri yang terdiri dari banyak pulau baik yang berpenghuni maupun tidak berpenghuni, sangat berpotensi terjadinya kejahatan narkotika lintas negara. Penyelidikan yang dilakukan oleh jajaran Polres Bintan selama kurang lebih satu setengah bulan berhasil mengungkap salah satu jaringan internasional tersebut.

“Untuk peredaran narkotika yaitu di wilayah Asia atau yang dikenal dengan Segitiga Emas seperti negara Laos, Myanmar dan Thailand. Sehingga Negara Republik Indonesia yang langsung bertetangga dengan negara tersebut juga berpotensi dijadikan tempat peredarannya,” kata dia.

Di tempat yang sama, Kapolres Bintan menyampaikan, pihaknya pada Jumat lalu menangkap tiga pelaku komplotan kurir narkoba internasional yakni JF, SY dan ZH. Penyelidikan ini menindaklanjuti maraknya peredaran jaringan narkoba yang masuk di Kepri.

Pengungkapan kasus dimulai pada 30 Agustus 2019 Polsek Bintan Utara. Jajaran Satreskrim dan Satresnarkoba mengamankan seorang laki-laki (JF) di tempat tinggalnya Jalan Antasari, Kota Baru kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan. Saat dilakukan pengeledahan rumah dan kendaraan ditemukan juga tersangka inisial SY.

“Dari keterangan kedua pelaku, diketahui bahwa sabu tersebut milik ZH. Sebelum didistribusikan oleh SY ke berbagai daerah di Sumatera dan Jawa, ratusan kilo sabu itu dititipkan ditempat tinggal JF,” kata Boy.

Boy mengatakan, peran SY adalah membawa dan mengirimkan sabu tersebut berdasarkan perintah dari tersangka ZH. Keterangan ZH, sabu tersebut didatangkan dari Malaysia dengan dikemas menggunakan wrapping plastik, alumunium foil dan kemasan teh Cina dan dibawa ke perairan Senggiling dengan menggunakan speed boat.

Adapun identitas ketiga tersangka adalah, JF (38), laki-laki tinggal di Jalan Antasari, Kota Baru kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan. Lalu SY (39) laki-laki warga Perumahan Antasari, Pinang Kencana kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, dan ZH (36) laki-laki yang bertempat tinggal di jalan Raja Ali Haji, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan.

Dari tangan ketiga tersangka itu, polisi menyita barang bukti berupa:120 paket narkotika jenis sabu dengan berat bersih 118,521.97 Kg hasil penimbangan Pegadaian Tanjungpinang, 4 buah koper, 1 set alat isap bong, 1 unit mesin cuci, 2 jerigen warna kuning, 1 unit mobil Toyota Fortuner Nopol BE 10XX FD warna silver, 1 unit mobil Toyota Kijang Lgx Nopol BP 11XX TA warna biru.

Boy menegaskan, para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 113 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pelaku diancam hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup.“Atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun,” katanya.(rm/md)

 

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

“Pungli Marak” di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Batam, Importir Nakal dan Oknum Pejabat BC Kongkalikong

pimred pimred

Polda Kepri Amankan 42 Ribu Ekstasi Dari Tersangka Amin

Riski perdana

Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahudin Uno Akan Tampil Apa Adanya Pada Acara Debat

pimred pimred