BATAM HUKUM KEPRI PERISTIWA

Bea Cukai Batam Masih Melakukan Pemeriksaan : 4 Importir Impor 65 Kontainer Limbah Plastik Mengandung B3

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-65 kontainer limbah plastik dari beberapa negara yang dimasukan ke Pulau Batam terus menjadi sorotan public. Pasalnya limbah plastic yang terindikasi mengandung limbah B3 tersebut di impor oleh perusahaan di Batam.

Saat ini 65 kontainer limbah plastic itu telah diteliti oleh pihak Bea dan Cukai (BC) Batam, pihak Bea Cukai sudah memeriksa 35 kontainer untuk tes sampel yang kemudian diujikan di laboratorium, dan selanjutnya hasilnya diserahkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

”Sebagian sudah ada hasil pemeriksaannya, tapi masih sebagian kecil. Kita menunggu sampai semuanya selesai. Setelah itu, kemudian akan kita serahkan ke KLHK untuk diputuskan seperti apa terhadap barang-barang tersebut,” ujar Kepala Bea Cukai Batam Susila Brata, kemarin sore.

Jika nanti ditemukan adanya pelanggaran dalam impor sampah plastik itu, maka sanksi yang diberikan kepada empat perusahaan importir berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan, yakni karena melakukan pelanggaran perdagangan.Untuk hasil pemeriksaan apakah limbah itu mengandung limbah berbahaya atau tidak, Susila mengatakan nanti akan diputuskan oleh KLHK. Sebab, yang berwenang menyimpulkan apakah sampah plastik tersebut mengandung bahan berbahaya atau tidak adalah KLHK.

”Hasil lab (laboratorium, red) nanti akan kami kirimkan langsung kepada KLHK. Jadi KLHK langsung yang akan memberikan penjelasan,” ujarnya.

Sementara jika ada pelanggaran lingkungan hidup, maka akan diberikan sanksi sesuai aturan dari Kementerian Lingkungan Hidup.”Dari kementrian itulah nantinya menentukan sanksinya seperti apa. Posisi kontainer itu semua masih di pelabuhan dalam kondisi tersegel oleh Bea Cukai. Yang sudah dilakukan pemeriksaan itu ada segel dari pelayaran,” bebernya.

Hingga saat ini, Susila menyebut sudah ada 35 kontainer yang sudah dipemeriksa. Dari hasil pemeriksaan 35 kontainer itu, semuanya berisikan limbah plastik dengan berbagai bentuk. Ada yang berbentuk seperti biji-bijian dan ada berbentuk karet kecil-kecil yang diduga untuk produksi.”Tapi itu semua baru dugaan, semua kepastiannya menunggu lab (laboratorium),” tegasnya.

Dari keempat perusahaan itu juga, Susila mengatakan bahwa importasi empat perusahaan itu sesuai dengan izin impor dari Kementrian Perdagangan. Dimana perusahaan tersebut sudah melakukan aktivitas impor sejak lama. Selama ini, pihaknya memperbolehkan barang itu masuk beradasarkan dokumen yang menyatakan sudah sesuai Peraturan Mentri Peradagangan Nomor 31.

Jika nanti ditemukan adanya pelanggaran dalam impor sampah plastik itu, maka sanksi yang diberikan kepada empat perusahaan importir berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan, yakni karena melakukan pelanggaran perdagangan.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Kepulauan Riau, Herman Rozie mengatakan mencium bau busuk dari dalam kontainer yang diduga memuat limbah bahan beracun berbahaya.”Ada bau, patut dicurigai, begitu kontainer dibuka, langsung bau,” kata dia usai memeriksa isi kontainer di Pelabuhan Batuampar Kota Batam, Kamis.

Tapi tidak semua kontainer yang diperiksa mengeluarkan aroma tidak menyenangkan. Ada juga yang tidak. Meski bau langsung keluar dari kontainer yang dibuka, namun Herman belum mau memastikan bahwa kontainer barang impor itu mengandung bahan beracun berbahaya (B3).

Menurut dia, untuk menetapkan sesuatu sebagai B3 maka dibutuhkan hasil pengecekan menyeluruh.”Nanti kita lihat hasilnya. Ini baru secara visual. Pihak bea dan cukai memeriksa, nanti dilihat apa saja dalamnya,” kata dia.

Setelah ada keputusan kandungan kontainer, baru akan diputuskan apakah harus direekspor atau tidak. Hari ini, tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam dan aparat bea dan cukai memeriksa isi kontainer impor di Pelabuhan Batuampar. Dalam pemeriksaan itu, tim mengambil contoh barang yang terdapat dalam kontainer.”Diperiksa secara visual, kalau ada yang meragukan diambil sampe,” ujarnya.

Hingga saat ini, tim sudah melakukan pemeriksaan atas 14 kontainer, dengan begitu ditotal dengan pemeriksaan sebelumnya, sudah 56 kontainer dari 65 kontainer diselidiki.
“Kami akan lanjutkan, harapannya sore ini selesai. Kalau tidak, dilanjutkan esok pagi,” tambah dia.

Editor : Mawardi

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

Ketua DPRD Karimun Laporkan Sekwan ke Polisi

Gunawan ramadhan

Drs.Hongky Juanda Jabat Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang

pimred pimred

Pekerjaan Ponton Rangsang Barat Asal Jadi

Trianto