BATAM KRIMINAL

Polda Kepri Berhasil Ungkap Kasus Prostitusi Online di Batam

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID–Tim Sub Direktorat V Ditreskrimum Polda Kepri meringkus AA, tersangka kasus dugaan prostitusi online di Batam. Pria berusia 32 tahun itu mengendalikan aksinya menggunakan medsos WeChat untuk menawarkan puluhan wanita muda kepada warga yang ingin menggunakan jasa mereka.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 65 perempuan dimasukkan oleh tersangka dalam akun medsosnya. Pemuda itu membuat tiga akun medsos WeChat, yakni Miss Avve, Ms Avve, dan Sofie. Tersangka AA diketahui mulai menggeluti aksinya layaknya mucikari sejak tahun 2015.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga mengatakan, prostitusi online tersebut terungkap setelah Tim Subdit V Ditreskrimum Polda Kepri menyelidiki jaringan tindak kejahatan tersebut pada Januari 2019.

“Kasus ini terungkap saat Subdit V Ditreskrimum berhasil masuk dalam sistem yang kendalikan AA dan mendalami kegiatan tersangka melakukan kejahatan prostitusi online di Batam,” ungkap Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga, Jum’at(15/2/2019).

Dari penyelidikan tersebut, polisi mendapati ada puluhan perempuan yang dimasukkan tersangka dalam aksi kejahatan yang ia lakukan. Tersangka menggunakan tiga akun di medsos WeChat yang kemudian berhasil didalami oleh penyidik. “Polisi menangkap tersangka dan mengungkap kasus ini pada Jumat, 8 Februari 2019,” ungkap Erlangga.

Untuk memesan atau booking puluhan perempuan tersebut, termasuk transaksi, tersangka mengendalikannya melalui medsos WeChat. Korban ditawarkan kepada pemesan dengan harga bervariatif mulai Rp400 ribu hingga Rp1 juta. “Rata-rata usia wanita yang ditawarkan tersangka yakni usia 20 hingga 25 tahun,” kata Kabid Humas.

Cara tersangka menawarkan wanita tersebut, sambung Erlangga, yakni dengan menampilkan foto-foto korban tersebut di medsos WeChat. Uniknya, tersangka AA mengendalikan aksi jahatnya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar).

“Tersangka menjalankan aksinya sejak 2015 di Batam dan baru pada Desember 2018 kemarin dia ke Karawang. Ternyata dia mengendalikan aksinya dari sana. Dia (AA) menghubungkan antara korban dengan pemesan melalui tiga akun medsos yang dibuatnya,” ujar Erlangga.

Satu kali transaksi, tambah Erlangga, tersangka mendapatkan fee sebesar 20%-25%. Fee yang didapatkan tersangka dilakukan dengan cara mentransfer ke rekening Bank BRI milik tersangka.

“Kami terus mengembangkan kasus ini. Namun kasus ini tak memiliki keterkaitan dengan kasus prostitusi online yang diungkap Polda Kepri belum lama ini,” ujarnya. Ditambahkan Erlangga, tujuh orang saksi atau korban sudah dimintai keterangan. Adapun 65 wanita yang diperdagangkan di medsos wechat oleh tersangka AA ini semuanya adalah freelance.

Kasubdit V Ditreskrimum Polda Kepri menambahkan, tersangka dikenakan Pasal 45 ayat (1) Junto Pasal 27 ayat (1) UU RI No 11/2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) dan atau pasal 296 junto pasal 506 KUHP.

Sebelumnya, Tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri berhasil mengungkap kasus prostitusi online dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Pria berinisial AS ditangkap dalam kasus tersebut. Dia ditetapkan sebagai tersangka. Seorang korban berinisial N juga diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sumber : Rilis Humas Polda Kepri

Editor : Mawardi

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

Menjelang Tutup Tahun 2017 Lalu Lintas Orang di Pelabuhan Batam Centre Capai 17 Ribu Orang

Gunawan ramadhan

13 April 2019 Calon Presiden RI No.2 H. Prabowo Subianto Menyapa Masyarakat Kepri

pimred pimred

Kepala SDN 06 Sekupang Juara I Kepsek Berprestasi Kota Batam

Trianto