BATAM BISNIS KEPRI

Coffee Town Mall Botania-2 Batam Centre : Harga Air Putih dan Teh-O Mencekik Batang Leher

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Banyak pengunjung Mall Botania-2 ketika minum di restoran Coffee Town mengeluh mmengeluh. Pasalnya, harga segelas air hangat putih dan teh 0 di restoran tersebut dinilai sangat mencekik leher. Renhar salah satu pengunjung Mall Botania ketika duduk sembari minum segelas Air putih dan teh o di restoran coffee town merasa terkejut karena harga segelas air putih hangat dinilai tidak wajar.

“Saya nilai harga segelas air putih hangat sebesar Rp 4.000 dan segelas teh 12.000 dinilai terlalu malah, harga itu sudah tidak wajar lagi. Saya sering minum di Lotte Mart harga air hangat putih hanya Rp 1.000, kalau dibuat Rp 2.000 itu, tapi kalau segelas air putih hangat sampai Rp 4.000 itu sudah mencekik leher,” kata Renhar.

Renhar yang berprofesi sebagai wartawan lebih jauh mengatakan, ia  sudah keliling keluar masuk restoran di Kota Batam, tidak ada harga air putih semahal di restoran Coffee Town Botania-2. Apalagi, restoran Coffee Town ini baru buka tidak langsung menekan harga selangit.

“Harga segelas air putih hangat Rp 4.000 itu tidak wajar lagi, sebelumnya harga teh o di restoran itu sampai Rp 18.000 karena banyak pembeli complaint langsung diturunkan. Harga itu saya nilai tidak wajar,  itu sudah jelas menguras kantong, di Bistro Godiva Nagoya Hill harga air putih hangat hanya Rp 2500 saja, disini diluar kewajaran,”ujar Renhar kepada media ini.

Menurut Renhar, meski biaya sewa tempat dibuat cukup mahal, tetapi kalau harga segelas air putih sampai segitu mahal sudah tidak wajar lagi. Apalagi restoran itu juga tempat duduknya biasa-biasa saja tidak pakai AC servis pelayanannya juga tidak terlalu istimewa,”Maka dibuat harga air putih Rp 4.000 saya complaint, saya terkejut kenapa terlalu mahal restorannya juga hanya sekelas warung kopi biasa,”terang Renhar.

Sejumlah pelayan ketika dikonfirmasi mengatakan mereka tidak tahu, mereka mengaku hanya pekerja, kalau harga minuman dan makanan memang sudah dibuat oleh boos mereka,”Kami tak tahu pak, kami hanya pekerja, sejak dibuka restoran ini memang sudah banyak orang yang complaint sama kami ketika minum disini, tapi kami bilang kami hanya pekerja disini,”kata salah seorang pelayan yang minta tidak ditulis namanya di koran ini.**

Editor  : Renhar

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

Tahun 2018 Pemkab Anambas Terima CPNS 572 Orang

Riski perdana

Pemprov Kepri Percepat Bahas Ranperda Perubahan

Trianto

Terkait Dugaan Korupsi Biaya Parkir di Bandara : Kepala Bandara Hang Nadim Diperika Kejati Kepri

pimred pimred