BATAM KEPRI KORUPSI

Diminta Kejari Batam Usut Proyek Mistrius di Nagoya Garden

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, selaku tim Pengawal, Pengamanan dan Pengawas Pembangunan Daerah (TP4D) diminta mengusut proyek pembangunan drainase di belakang ruko Komplek Nagoya Garden. Pasalnya, proyek yang sama sekali tidak ada plang nama tersebut diduga merupakan proyek “fiktif”.

Selain itu, jika dilihat dari pelaksanaan proyek pembangunan drainase tersebut banyak kejanggalannya, selain tidak memiliki plang nama proyek. Pengerjaan proyek itu juga terlihat dikerjakan asal jadi. Proyek itu juga tidak diketahui milik siapa?,  salah seorang pekerja bernama Toher, mengaku proyek sepanjang 240 meter tersebut adalah milik pemerintah.

Namun Toher tidak menyebut secara jelas proyek pemerintah itu milik dinas apa.” Kami hanya mengerjakan saja pak, jadi kami tidak tahu dinas apa. Tapi proyek ini memang milik pemko Batam, dinasnya kami nggak tahu pak, kata Toher kepada awak media ini di lokasi proyek.

Seperti pemberitaan media ini terdahulu, salah satu warga bernama Ama alias Setie, yang rukonya persis berada di samping proyek itu mengeluh karena bangunan belakang rumah toko (Ruko) miliknya rusak akibat pembangunan drainase itu.“Rumah saya ini jadi rusak karena pembangunan drainasi itu merembet sampai ke dinding bangunan belakang rukonya. Bahkan proyek itu juga tidak ada pemberitahuan kepada warga bahwa akan ada pekerjaan pembangunan drainasi disekitar rumah mereka,”ungkap Ama.

Ama yang mengaku pernah menjabat sebagai RW di kawasan Nagoya Garden tersebut mempertanyakan anggaran proyek itu dari pemerintah melalui dana APBD atau dari pihak swasta. Sebab, ia mendengar proyek itu sepertinya hanya untuk kepentingan sejumlah pengusaha bukan kepentingan masyarakat.”Itu jelas proyek mistrius, masyarakat setempat tidak pernah diberin tahu kalau ada pembangunan drainase di sekitar ini, saya dengar ini ada sejumlah pengusaha yang ngusulkan proyek itu, tapi saya tak tahu siapa pengusahanya, coba anda cari sendiri informasinya,”ungkap Ama.

Dikatakannya, boleh jadi karena anggaran proyek itu tidak jelas dari mana asal usulnya maka kontraktornya tidak memasang papan nama di lokasi proyek itu.” Tapi saya pernah lihat ada sejumlah pejabat meninjau proyek itu, saya tak tau namanya, orangnya pendek dan kepalantya botak, dia datang bersama Camat Batuampar Tukizan,”ujar Ama lagi.

Padahal sudah ada ketentuannya, jika ada pekerjaan fisik yang tidak menggunakan papan proyek, patut dipertanyakan dan proyek itu dianggap mistrius. Sebab salah satu persyaratan utama pelaksanaan proyek yang anggarannya sumber dari APBD atau APBN harus ada plang nama proyek.  Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 tahun 2021 serta Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Nomor 12 Tahun 2014 tentang pembangunan drainase kota, infrastruktur, jalan dan proyek irigasi wajib memasang plang papan nama proyek.

Gunanya informasi papan nama proyek tersebut, yang mencantumkan jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak dan jumlah anggaran agar masyarakat bisa ikut mengawasi secara langsung pengerjaan proyek yang dibiayai dari pajak masyarakat tersebut.**

Editor : Mawardi

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

Hotel Gembira Tanjungbatu Sepi Penghuni

Riski perdana

Plt Sekda Meranti Irup Apel Hari Kesadaran Nasional Tahun 2017

rakyatme

Polda Kepri Bekuk Aliang Seludupkan Tiga Kontainer Kain Impor

Riski perdana