BATAM KEPRI UMUM

BP Batam Kembali Raih WTP Untuk Ketiga Kalinya

BATAM CENTRE, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali meraih penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ketiga kalinya atas keberhasilan menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2018.

Penghargaan tersebut langsung diserahkan Wakil Menteri Keuangan RI, Prof Dr Mardiasmo MBA Akt kepada Kepala Satuan Pemeriksa Internal (SPI) BP Batam, Agung Presetya Adi mewakili Kepala BP Batam, Kkamis (12/9/2019) di Gedung Dhanapala, Jakarta saat kegiatan Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintahan Tahun 2019.

 Lebih lanjut Agung mengatakan, komitmen tinggi pimpinan BP Batam menjaga kualitas laporan keuangan instansi menjadi kesuksesan BP Batam meraih penghargaan WTP tiga tahun berturut-turut. Agung juga mengapresiasi usaha pimpinan yang tanggap dalam menindaklanjuti temuan BPK di BP Batam.”Penghargaan ini tidak lain buah dari komitmen pimpinan dan kerja sama dari seluruh pihak di BP Batam,” kata Agung dalam rilis Humas BP Batam, Senin (16/9/2019).

Agung menambahkan, dengan dasar komitmen inilah akan timbul efek domino kepada unit-unit terkait, baik unit akuntansi maupun unit pelaporan. Mereka bekerja keras untuk mengadakan pertanggungjawaban berupa pencatatan, pengikhtisaran, penglasifikasian, hingga terwujudnya laporan akuntansi.”Arahan dari Wakil Menteri Keuangan RI, Prof. Dr. Mardiasmo, ke depan para intansi pemerintahan diminta peralihan dari tangible asset menjadi intangible asset,” ujarnya.

Artinya, dituntut ada kreatifitas, ide-ide, serta gebrakan-gebrakan di bidang SDM. Sehingga bisa lebih maju dan berani untuk meningkatkan performa instansi.”Saat ini, laporan keuangan sifatnya masih historis. Jadi, kita butuh lebih daripada itu,” ujarnya.

Agung menjelaskan, BPK akan memeriksa catatan laporan keuangan yang menghasilkan opini dan catatan lain. Adapun yang dimaksud dengan catatan lain, pertama, berupa pemeriksaan terhadap ketaatan. Yaitu seberapa jauh entitas itu menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kedua adalah sistem pengendalian internal, yakni apabila sistem pengendalian internalnya juga baik, maka akan selaras dengan kualitas instansi terkait.”Kita harapkan kerja keras ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Tidak boleh lengah,” kata Agung.

Penulis : Ferianda

 

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

Bupati : Belum Bisa Diakomodir Puskesmas di Rangsang

Riski perdana

Judi Sie Jie Marak di Kabupaten Karimun Polres Karimun Bekuk Tiga Otak Pengedar Judi Sie Jie

Gunawan ramadhan

675 Mahasiswa Dari 44 Universitas Negeri KKN di Kepri

Trianto