BATAM HUKUM KEPRI

Terlibat Praktik Prostitusi dan Perdagangan Orang: Polda Kepri Tangkap GM dan Manager Excotik Pub Hotel L

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Polda Kepri Jumat (2/8/2019) membekuk General Manager AJ dan Manager AH hotel L dalam kasus perdagangan orang.  Penangkapan kedua otak pelaku tersebut ditangkap di Exotic Pub, L Hotel yang melakukan Praktek prostitusi berkedok karaoke di Exotic Pub, L Hotel.

“Praktek Pub ini menggunakan modus baru, yaitu ekploitasi seksual terhadap Lady Companion (LC) karaoke,” ujar Wadir Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri AKBP Arie Darmanto di Mapolda Kepri, kepada wartawan Selasa (6/8/2019).

Selain menangkap dua otak pelakunya yakni General Manager AJ dan Manager AH, Subdit IV PPA Ditreskrimum Polda Kepri juga mengamankan barangbukti uang sebesar Rp1.950.000, satu kondom bekas yang sudah dibungkus dalam segel barang bukti, uang tunai Rp700 ribu yang didapatkan dari korban serta satu bundel bil tamu. Kemudia satu lembar bukti cek in, satu lembar tanda bukti serta satu kunci kamar L hotel.

“Jadi kasus tindak pidana penjualan orang (TPPO) ini, LC ini adalah korban, dia yang tereksploitasi. Jadi uang Rp700 ribu itu dari (korban) yang diperoleh dari hasil melayani tamu. Modusnya tidak langsung take by hand untuk melakukan menyewa LC atau melakukan seks, tapi dengan memberikan kupon,” jelas Arie.

Arie mengatakan, tidak semua pengunjung Exotic Pub ditawari layanan seks oleh tersangka. Tersangka memilih target yang akan ditawarkan seks oleh LC. Dalam prakteknya ada 6 LC yang dipekerjakan kedua tersangka.

“Kupon ini berupa voucher dengan harga Rp1.500.000, sementara voucher ini baru bisa digunakan di atas pukul 00.00 WIB dan juga hanya berlaku pada hari itu saja. Uang Rp1.500.000 ini termasuk harga kamar Rp450 ribu. Jadi sisanya Rp1.050.000, itu yang digunakan oleh kedua tersangka untuk modus ekploitasi,” turut Arie.

Enam orang LC yang dijual kedua tersangka setiap malamnya kepada laki-laki hidung belang di Batam maupun wisatawan luar daerah dan luar negri rata-rata berumur 20-22 tahun. Praktek penjualan orang diyakini sudah berjalan lama, namun menggunakan modus voucher diperkirakan baru 1 bulan ini

Kedua tersangka General Manager AJ dan Manager AH dijerat pasal 2 Undang-undang Tindak Pidana Penjualan Orang pasal 12 dan pasal 13 dengan ancaman minimal 2,5 tahun maksimal bisa 10-12 tahun penjara.

Editor : Mawardi

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

Miliaran Alokasi Dana Desa dan BansosTak Dapat Dipertanggungjawabkan: BPK Soroti APBD Pemkab Anambas

pimred pimred

Mengurus Akta Lahir Hingga Nikah Kini Cukup di Kantor Kecamatan

Riski perdana

Gubernur Kepri Akan Bangun Pelabuhan Kelas Dunia di Karimun

rakyatme