INTERNASIONAL MALAYSIA

Kisah Memilukan TKW Asal Indonesia di Malaysia,”Sungguh Biadab…!! Selingkuh Dengan Ibunya, Kenapa Anak Balita 3 Tahun yang Dihabisi

RAKYAT MEDIA,LANGKAWI, RAKYAT MEDIA.CO.ID – Pertemuan dan perkenalan Rosmaliah (31), TKW asal Indonesia dengan pria Warga Negara Malaysia, Ramlan Abdul Rashid (37), di Penang, awal bulan Januari tahun 2009 lalu, ternyata berbuah memilukan.

Sebab, belum lama hubungan perselingkuhan mereka terjalin, diduga kemudian diketahui oleh istri Wan Roslina Wan Jusoh (40).

Akibatnya, anak Rosmaliah yang masih balita bernama Nur Aisyah (3), menjadi korban dan harus berakhir dengan tragis.

Potongan tubuh bocah balita Nur Aisyah Aleya Abdullah ditemukan di dalam hutan Gunung Raya, Langkawi, Kamis (7/3/2019), setelah dilaporkan hilang oleh keluarganya pada Minggu, 3 Maret 2019.

Polisi sempat menyebarkan poster Nur Aisyah untuk meminta bantuan warga mencari gadis itu.

Kepala Kepolisian Langkawi, Mohd Iqbal Ibrahim, mengatakan, pihaknya telah menangkap pasangan suami istri, Ramlan Abdul Rashid (37) dan Wan Roslina Wan Jusoh (40) di rumah mereka di Ampang, Kamis (7/3/2019) sore.

Ibu Nur Aisyah, Rosmaliah Samo, menyadari putrinya hilang setelah menjemputnya dari tempat penitipan anak di rumah sakit Langkawi.

Sebagaimana dilansir dari The Malay Mail melaporkan, Ramlan adalah selingkuhan Rosmaliah dan pria beristri itu juga yang menyarankan agar anak balitanya, Nur Aisyah, dititipkan di tempat penitipan anak.

Namun tudingan adanya jalinan perselingkuhan itu ditepis oleh Rosmaliah.

Menurut wanita asal Indonesia ini menyebutkan justru dirinya yang ditawari tinggal di rumah pasangan suami-istri tersebut.

Rosmalia menyambut baik saran Ramlan dan istrinya. Selang hampir empat bulan tinggal di rumah pasangan suami istri tersebut, kemudian Rosmalia meninggalkan rumah itu karena istri Ramlan, yakni Roslina merasa cemburu.

Meskipun begitu, anaknya, korban Nur Aisyah tetap diizinkan dirawat oleh pasangan Ramlan dan Roslinah, sementara dirinya pindah ke mess restoran tempat Rosmalia bekerja.

Rosmalia sempat datang untuk melihat anaknya pada 22 Februari lalu di rumah dinas istri Ramlan di RS Langkawi itu, yang bekerja jadi perawat.

Namun anaknya tidak ditemukan sampai kemudian kaget karena saat kembali ingin mendatangi anaknya, rumah itu sudah kosong.

Akhirnya Rosmaliah melaporkan kehilangan anak ke polisi melalui Kedutaan Indonesia.

Lalu, kenapa bocah Nur Aisyah yang menjadi korban?

Inilah yang belum terjawab karena Polisi masih melakukan penyelidikan dan berjanji akan memberikan keterangan pers setelah penyelidikan selesai.

Sementara itu, seperti dilansir dari Berita Harian melaporkan, pasangan suami-istri ini ditahan selama tujuh hari untuk proses penyidikan, setelah ditangkap, Kamis pagi, pukul 09.10 waktu setempat (10.10 WIB).

Nur Aisyah Aleya Abdullah dipercayai dibunuh sepasang suami isteri ini pada 16 Februari lalu, namun ibunya baru membuat laporan, Minggu (3/3/2019) lalu.

Rosmaliah yang merupakan warga negara Indonesia curiga anaknya diculik oleh Ramlan dan istrinya setelah tidak menemukan anaknya di tempat penitipan anak di rumah sakit tersebut.

Setelah mendapat informasi dari pihak penitipan bahwa anaknya sudah dijemput oleh Ramlan, Rosmalia  kemudian mendatangi rumah Ramlan namun pria itu tidak berada di rumah.

Setelah mencari-cari dan tetap tidak ditemukan, sehingga Rormaliah akhirnya melaporkan ke Polisi

Pembunuhan terhadap bocah Nur Aisyah diduga sangat kejam.

Pada Rabu (6.3/2019) malam, Polisi kemudian menemukan tengkorak dan rambut anak.

Setelah itu, Kamis (7/3/2019) pagi, polisi kembali menemukan dua gigi dan gumpalan rambut di semak-semak, dalam upaya pencarian bocah itu.

Bagian tubuh yang dipercaya dari tubuh Nur Aisyah itu ditemukan oleh anjing pelacak atau K-9 yang dikerahkan oleh Lembaga Kepolisian Bukit Kayu Hitam.

“Radius temuan potongan mayat korban pada jarak 500 meter. Kepolisian dan petugas penyelamat menyisir jurang hingga ke kawasan landai, ada anak sungai kering di situ,” kata Kepala Kepolisian Langkawi, Mohd Iqbal.

Polisi menduga potongan tubuh tersebut tercerai-berai karena diduga dibawa oleh binatang liar karena di wilayah itu banyak biawak.

Polisi juga membawa selimut tebal dengan bercak darah di rumah pasangan tersangka di kawasan Kuarters Hospital, Langkawi.

Ketua Polis Daerah Langkawi, Superintendan Mohd Iqbal Ibrahim, berkata tilam itu dirampas Unit Forensik pada jam 3.30 petang tadi di bilik tidur mangsa, Nur Aisyah Aleya Abdullah, 3.

Hati siapa yang tak tersayat, ketika bocah berusia 3 tahun yang dilaporkan hilang, Minggu (3/3/2019) lalu, tiga hari kemudian, sudah tinggal tengkorak, potongan gigi dan gumpalan rambut.

Meskipun hasil penelitian forensik belum diumumkan oleh Polisi, namun potongan tubuh itu sudah diyakini adalah bagian tubuh Aisyah.

Potongan tubuh Nur Aisyah Aleya Abdullah ditemukan setelah dilaporkan hilang oleh keluarganya pada 3 Maret lalu.

Polisi sempat menyebarkan poster Nur Aisyah untuk meminta bantuan warga mencari gadis itu.

Kepala kepolisian Langkawi, Mohd Iqbal Ibrahim mengatakan, polisi menahan pasangan suami istri, Ramlan Abdul Rashid (37) dan Wan Rosalina Wan Jusoh (40) di rumah mereka di Ampang, Kamis (7/3/2019) sore.

Keduanya diduga sebagai pelaku pembunuhan Nur Aisyah (3).

Menueurt keterangan Polisi setempat, Rosmaliah dan Ramlan berkenalan empat bulan lalu dan membawanya tinggal di rumah dinas istrinya yang bekerja sebagai perawat di RS Langkawi.

“Istrinya pernah bilang bahwa suaminya pernah membawa wanita lain tinggal bersama mereka sehingga saya akhirnya mau tinggal,” katanya.

Rosmaliah berkata, awalnya hubungan mereka baik-baik saja, namun istrinya kemudian cemburu padanya sehingga ia akhirnya meninggalkan rumah itu pada 7 Januari lalu.

Atas saran suami-istri itu, ia kemudian menitipkan Nur Aisyah di rumah tersebut sementara ia bekerja di sebuah restoran di Pantai Cenang.

Rosmaliah tinggal di mess yang disediakan restoran sehingga tidak mungkin membawa anak.

Saat menjenguk anaknya pada 22 Februari lalu, pasangan suami-istri itu mengatakan kepadanya bahwa anaknya sudah diserahkan kepada orang lain.

“Ramlan kemudian datang ke asrama tempat saya dan memberitahu bahwa anak saya sehat dan akan dibawa bertemu dengannya dalam waktu dekat,” kata Rosmaliah kepada Berita Harian.

“Pada 28 Februari lalu, Ramlan dan istrinya datang dan membujuk kembali untuk tinggal bersama mereka, tetapi saya enggan kerana mereka tidak mau memberitahu dimana anak saya berada,” katanya.

Pada saat itu, sebenarnya Nur Aisyah sudah meninggal karena menurut keterangan Polisi, Nur Aisyah dihabisi pada 16 Februari lalu.

Lalu kenapa Ramlan dan Roslina kembali membujuk Rosmaliah tinggal di rumahnya?

Ini juga belum terjawab, tetapi bisa jadi ada niat untuk membunuh sang ibu karena kematian Nur Aisyah tidak akan mungkin ditutupi selamanya.

Alasan lain Rosmaliah tidak mau tinggal karena keluarga Ramlan tidak cocok dengannya.

Ramlan, kata dia, pernah beberapa kali menampar Nur Asyiah di depan matanya.

Selain itu, seluruh badan anaknya juga pernah ada kesan lebam dan kesan disundut api rokok.

“Ketika tinggal bersamanya di kuarters (rumah dinas) itu, saya cuba untuk melarikan diri tetapi lelaki itu menghalangi dan mengunci pintu rumah.”

Rosmaliah ragu istri Ramlan terlibat dalam pembunuhan ini karena Roslina berwatak baik dan juga pernah menjadi korban kekerasan suaminya.

Pada tanggal 28 Februari, Rosmaliah kembali mendatangi rumah keluarga Ramlan, namun rumah itu sudah kosong.

Begitu juga saat ia mendatangi rumah dinas itu keesokan harinya, ia tak menjumpai siapapun di runah tersebut.

Karena curiga, Rosmaliah akhirnya melaporkan kehilangan anak ke polisi, Minggu (3/3/2019) malam.

Ia tidak tahu dimana anaknya dan keluarga Ramlan dan belum tahu bahwa anaknya sudah menjadi mayat.

Bahkan, sampai saat ini pun ia masih berharap anaknya masih hidup meskipun beberapa petunjuk telah mengindikasikan anaknya meninggal.

Meskipun kehilangan anak itu sudah sejak pertengahan Februari, namun Rosmaliah kemudian melaporkan kehilangan anak kepada polisi, Minggu (3/3/2019) atau dua minggu kemudian

Polisi langsung mengumumkan kehilangan Nur Aisyah ke publik melalui selebaran dan media sosial.

Polisi mulai curiga ada yang aneh dengan pasangan sumi istri Ramlan dan Roslinah yang tiba-tiba menghilang dari rumah dinas.

Petunjuk awal pun ditemukan di rumah dinas, yakni bercak darah di selimut tebal.

Polisi pun akhirnya mengembangkan penyelidikan dan melakukan pencarian.

Anjing pelacak pun dikerahkan untuk menyisir radius 500 meter di sekitar hutan dekat rumah sakit.

Pada Rabu (5/3/2019) sore menjelang malam, polisi menemukan tengkorak di sebuah danau kering di dalam hutan Jalan Gunung Raya, sekitar 500 meter dari rumah dinas tempat pelaku tinggal.

Kamis (7/3/2019) pagi, polisi kembali menemukan dua potong gigi dan gumpalan rambut anak, 200 meter dari lokasi penemuan pertama.

Ramlan dan Rosalina (beberapa media menyebutnya Roslinah) dijemput di kediaman mereka di wilayah Ampang, Kamis (7/3/2019) pagi, pukul 09.10 waktu setempat, untuk membantu penyelidikan.

Berita Harian melaporkan, pasangan suami-istri ini ditahan selama tujuh hari untuk proses penyidikan.

Informasi sementara, Nur Aisyah Aleya Abdullah dipercayai dibunuh sepasang suami isteri ini pada 16 Februari lalu, namun belum diketahu bagaimana ia dihabisi oleh Ramlan.

Hingga saat ini, polisi belum mengungkapkan motif Nur Asyiah dibunuh serta bagaimana bocah itu dihabisi oleh pasangan sumi-istri ini.

Pengakuan Ramlan kepada polisi, Nur Asyiah meninggal karena penyakit ayan, namun Rosmaliah membantahnya.

ia mengatakan, anaknya tidak punya penyakit ayan seperti yang dituduhkan Ramlan.

Polisi juga meragukan pernyataan itu karena pasangan suami istri itu menyembunyikan kematian dang bocah serta jasadnya juga ditemukan di hutan.(rm/rdh)

Editor :ekokomansah

 

 

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

Atase KBRI Singapura ARM Jadi Tersangka Suap Asuransi Perlindungan Pekerja Migran

pimred pimred

Dubes RI Singapura Terima Kunjungan Menko Perekonomian RI Darmin Nasution di KBRI

pimred pimred

Penampakan Benda Diduga Meteor Muncul di Las Vegas

rakyatme