BATAM KEPRI NASIONAL TRAVEL

Buralimar Sebut Kepri Paling Banyak Dikunjungi Wisman di Indonesia Setelah Bali

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Kunjungan wisatawan mancanegara ke berbagai daerah di Provinsi Kepulauan Riau sepanjang Januari-Juni 2019 mencapai 1.137.976. Angka tersebut menempatkan Kepri sebagai provinsi paling banyak dikunjungi wisman di Indonesia setelah Bali.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar, keberhasilan itu merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Pariwisata, Dinas Pariwisata provinsi dan kabupaten kota di Kepri, serta pihak swasta yang terus menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara.

Sebenarnya, keberhasilan Kepri tidak mencengangkan, mengingat provinsi Kepri memiliki banyak potensi bidang pariwisata. Meski nama Provinsi Kepri jarang didengar. Namun Kota Batam merupakan salah satu kota yang cukup  populer dan dikenal berbagai kalangan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan pusat industri galangan kapal, juga manufaktur di Indonesia.

Bukan hanya lokasinya yang sangat strategis untuk menyerap wisman, potensi pariwisatanya juga banyak yang menarik. Kebanyakan pulau di Kepri masih “perawan”, dengan pantai berpasir putih. Salah satunya, Pulau Bawah yang berada di Kabupaten Kepulauan Anambas boleh dikatakan Maldives-nya Indonesia. Belum lagi keindahan bawah lautnya yang menghipnotis.

Namun potensi pariwisata itu selama ini belum tergarap. Pemerintah lebih berkonsentrasi pada pengembangan galangan kapal dan manufaktur di Kota Batam yang dianggap lebih menjanjikan. Sampai, Menteri Pariwisata Arief Yahya, kagum melihat banyaknya potensi pariwisata yang dimiliki Kepri. Bayangkan, tanpa pengembangan yang fokus saja, Kepri sudah menempati urutan kedua kunjungan wisman terbesar di Indonesia. Apalagi bila pemerintah serius membesarkan pariwisata di Kepri.

Mmenurut Buralimar, untuk meningkatkan kunjungan wisman ke Batam Kementerian Pariwisata menerapkan tiga strategi, yaitu Hot Deals, Travel Hub dan Cross Border.“Hot Deals” paket kunjungan tersebut yang ditawarkan Kementerian Pariwisata, kepada wisman yang ingin berkunjung ke Batam dan kabupaten kota lain di Kepri. Dalam program itu, Kementerian menggandeng operator kapal, hotel dan lainnya untuk membuat paket “bundling”, yang murah kepada wisman. Program itu, terutama ditawarkan saat “low season”.

Para wisman, hanya membayar di bawah 100 dolar Singapura, wisman sudah bisa mendapatkan tiket kapal pulang-pergi Batam-Singapura, dan menikmati spa, atau menginap di hotel atau paket wisata lainnya.”Program ini sangat menarik kunjungan wisman ke Kepri,” ujar Buralimar.

Buralimar menjelaskan, Program “hot deals” yang dilakukan Kementerian Pariwista terbukti meningkatkan angka kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah ini, hingga jumlah kedatangan wisman ke Kepri melebihi Jakarta.

Selain itu program Tourism Hub merupakan program untuk mendatangkan wisman dari Singapura kemudian melanjutkan perjalanan ke Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Karimun.”Merayu orang yang datang ke Singapura di bawa ke Batam, Kepri. Dari China dan India banyak. Besok ada 1.000 orang datang dari India,” terangnya.

Buralimar menambahkan, setiap tahun sekitar 17 juta wisman datang ke Singapura. Pemerintah berharap, turis dari berbagai negara itu melanjutkan perjalanan, melalui paket wisata menarik, ke Batam atau kabupaten kota lain di Kepri. Dengan paket itu, maka wisatawan ditawarkan mengunjungi dua negara sekaligus, Singapura dan Indonesia (Kepri).

Sedangkan program Cross Boarder, yang digelar kementerian Pariwisata, langsung bekerja sama dengan pemerintah kabupaten kota di daerah perbatasan. Sementara itu, Buralimar mengatakan dari 100 persen wisman yang datang ke Kepri, 70 persennya masuk melalui Kota Batam. Kota yang berseberangan dengan Singapura itu memang menjadi bintang di antara kabupaten kota lain di Kepri, terkait menggaet kunjungan wisman.”Karena pintu masuknya juga banyak,” kata Buralimar.***

Editor : Mawardi

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

21 Anggota DPRD Karimun Dipolisikan

Trianto

KNPI ajak pemuda sukseskan pilkada Aceh

Riski perdana

Dewan: Kami Tunggu Komitmen Wakil Walikota Selesaikan Masalah LKS di Batam

Gunawan ramadhan