KESEHATAN PADANG SUMATERA BARAT

Ternyata Ada Persaingan Perebutan Kursi CPNS di Kasus Dokter Romi

PADANG, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Kasus Dokter gigi Romi Syofpa Ismael yang sempat dibatalkan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat, terus menjadi perbincangan dan bahkan menemukan fakta baru.

Dalam kasus tersebut terkuak adanya campur tangan drg.Lili Suryani yang diduga mengadukan kondisi Romi kepada Pemkab Solsel. Hal tersebut terungkap dalam sidang kode etik yang dilakukan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Sumatera Barat pada Selasa (30/7/2019) akhur bulan lalu.

Dalam sidang yang digelar tertutup mulai Pukul 10.00 WIB hingga Pukul 16.00 WIB, PDGI memutuskan melakukan pembinaan kepada Lili yang menjatuhkan martabat Romi. Fakta lain yang ditemukan, Lili terbukti pernah memberi surat kepada panitia yang menyatakan Romi penyandang disabilitas dan tak bisa jadi PNS.  Sehingga drg.Lili mendapatkan kecaman dari berbagai pihak.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, meminta masyarakat bersabar menunggu solusi yang sedang dicari.”Kita semua serius mencarikan jalan keluar masalah ini, fakta baru dari PDGI ada keterlibatan drg.Lili. Nah, kita selesaikan dengan baik-baik jangan pula drg.Lili dibully, kasihan dia telah mendapatkan sanksi dari perbuatannya,” ujarnya Rabu (31/7/2019).

Nasrul bahkan mengimbau masyarakat tidak memperkeruh suasana dengan menambah permasalahan baru.  Wagub mengemukakan bahwa persoalan tersebut akan diselesaikan secara baik-baik dan saat ini Lili sedang menunggu sanksi dari pusat.”Sesama bus kota dilarang saling mendahului. Siapa yang berbuat dia yang bertanggung jawab. Imbauan saya dia jangan dibully,” kata dia lagi.

Ketua PDGI Sumbar, drg.Frisdawati Aboer, mengatakan, bakal memberikan sanksi sedang kepada Lili yang diduga telah melanggar kode etik kedokteran.”Kami nanti akan menyerahkan hasil sidang hari ini kepada Pengurus Pusat dan yang memutuskannya nanti dari pusat,” lanjutnya.

Menurutnya, setelah memberikan hasil sidang kepada pengurus pusat, pihaknya masih menunggu kurang lebih sepekan.”Kami akan menunggu kurang lebih sepekan setelah pengiriman yang akan kami kirim nanti awal bulan,” ujarnya.

Ia mengatakan, jika keputusan di pusat sama dengan usulan keputusan yang dilakukan pengurus wilayah, maka Lili akan mengikuti putusan tersebut.”Untuk pasal yang dilanggar dalam AD ART PDGI itu terdapat dalam pasal 15 ayat 1 dan 2,” ujarnya.

Untuk diketahui, Sekretaris PDGI Sumbar, Busril, mengatakan dari hasil seleksi ASN di Pemkab Solsel tersebut Lili berada di rangking di bawah posisi Romi,”Kami mendapatkan informasi bahwa yang melaporkan keadaan dokter Romi adalah LS yang rangkingnya berada di bawah Dokter Romi,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dokter Gigi (Drg) Romi Syofpa Ismael mengaku digagalkan untuk menjadi di Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena kondisi disabilitasnya meski sudah dinyatakan lulus dengan peringkat tertinggi dalam seleksi CPNS.

Ia dinyatakan gagal tes lantaran Bupati Solok Selatan atas pengadauan drg.Lili, kemudian mengeluarkan surat yang menyatakan tak meloloskan Romi karena tak sesuai dengan persyaratan formasi umum, pada 18 Maret 2019. Kegagalan itu, kata Romi, sempat membuat mentalnya jatuh dan kebingungan. Pasalnya dia sudah berupaya semaksimal mungkin agar bisa lolos dan menjadi PNS.

Kebingungannya itu pun akhirnya berujung pada inisiatifnya mengirimkan surat kepada Presiden RI Joko Widodo. Surat itu, kata Romi dikirimkan pada tanggal 25 Maret 2019. Akhirnya, perjuangan drg.Romi berbuah manis. Atas dukungan penuh LBH

Sementara itu, “Ami sudah memaafkan dia. Kendati sampai sekarang dia sendiri belum punya itikad untuk meminta maaf kepada Ami dan keluarga,” kata Romi kepada Kompas.com, Selasa (6/8/2019). Romi menyebut dirinya dengan Lili sudah seperti keluarga, karena sama-sama satu profesi. Keduanya juga berada di bawah naungan Perkumpulan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). Menurut Romi, seharusnya di antara mereka tidak boleh menyakiti teman satu profesi hanya untuk mengejar satu ambisi. “Sesama teman seprofesi itu sudah seperti keluarga sendiri, tidak boleh saling menyakiti, sakitnya hati teman seprofesi adalah sakit yang dirasakan juga oleh semuanya,” kata Romi.

Menurut Romi, dokter harus saling menjaga dan saling menghargai. Karena itu akan mencerminkan moral dokter gigi kepada masyarakat. Apalagi, menurut Romi, dokter gigi adalah pelayan publik. Romi pun berharap kejadian yang dialaminya tidak terulang kembali, karena hal itu sudah memalukan organisasi kedokteran dan masyarakat banyak.

Soal hukuman yang diberikan kepada dokter Lili, Romi menyerahkan sepenuhnya kepada PDGI. “PDGI sudah menyidangkan dokter Lili dan sudah menyatakan dia bersalah. Soal hukuman sudah ada PDGI yang mengaturnya,” kata Romi.

Sebelumnya diberitakan PDGI Sumatera Barat menyatakan dokter gigi LS, pelapor dokter gigi Romi Syofpa Ismael ke tim Pansel CPNS Solok Selatan, Sumatera Barat, bersalah melanggar kode etik. LS dinilai melanggar Pasal 15 ayat 1 dan 2 Kode Etik Dokter Gigi Indonesia yang berisi aturan tentang dokter gigi harus saling menjaga satu sama lain. (red/rud/rm)

 

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

Andre Rosiade: 12 Kepala Daerah Bawa Gerbong Kosong, Prabowo Menang Telak di Sumbar

pimred pimred

Gubernur Sumbar Laporkan Media Cetak ke Polisi

Gunawan ramadhan

Penderita HIV di Batam Tahun 2018 Mencapai 6,522 Orang

pimred pimred