KESEHATAN PADANG SUMATERA BARAT

Dinkes Sumbar Imbau Kabupaten dan Kota Tingkatkan Sosialisasi DBD

PADANG, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Dinas Kesehatan Sumatera Barat (Sumbar) mengimbau agar sosialiasi terhadap pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat lebih ditingkatkan di kabupaten/kota. Pasalnya, saat ini terjadi peningkatan kasus DBD di Sumbar.

“Sosialiasi ke masyarakat untuk meningkatkan budaya hidup bersih perlu ditingkatkan. Dinkes kota dan kabupaten harus lebih gencar lagi memberikan edukasi untuk setiap masyarakat peduli dengan kebersihan lingkungan sekitarnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat (Sumbar) Merry Yuliesday, kepada Rakyat Media Kamis (14/2/2019) di Padang.

Dikatakan Merry, pemberantasan perkembangan nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi penyebab DBD tersebut dapat dilakukan di setiap lingkungan. Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus perlu terus maksimal terlaksana. Upaya ini cara pencegahan sejak dini, selain dari fogging yang dilakukan untuk membasmi nyamuk dewasa.

“Bagaimana masyarakat dapat membersihkan tempat penampungan air secara berkala. Setiap rumah perlu ada Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Kemudian, PSN perlu ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba. Sebab, meningkatnya curah hujan dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD ini,” jelasnya.

Berdasarkan data dinas kesehatan Sumbar, jumlah kasus DBD di provinsi setempat selama Januari mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Tercatat ada 256 kasus yang terjadi, dan satu diantaranya menyebabkan korban meninggal dunia. Padahal pada Desember 2018 terjadi hanya 189 kasus DBD.

“Ada tiga daerah tertinggi kasus DBD selama Januari kemarin, Kota Padang ada 58 orang, Pasaman Barat 33 kasus, dan Tanahdatar 24 kasus. Kita berharap pada Februari ini terjadi penurunan. Masyarakat bisa lebih meningkatkan kepeduliannya terhadap kebersihan lingkungan sekitar,” terangnya.

Sementara hingga 12 Februari, Kota Padang masih berada diurutan teratas kasus DBD, dimana 12 kasus, Pariaman sembilan kasus, Kabupaten Solok 8 kasus, sementara Pasaman Barat saat ini terjadi tujuh kasus, dan Tanahdatar terjadi tiga kasus.

Merry menyampaikan dengan lingkungan yang bersih, tentunya tempat nyamuk berkembang biak bisa dibasmi. Jika telah ada gejala terjangkit DBD, diharapkan masyarakat dengan cepat bertindak dan melakukan pencegahan.“Segera ke dokter, dan lakukan pemeriksaan. Budaya hidup bersih perlu ditingkatkan, sebab dengan lingkungan yang bersih, perkembangan jentik nyamuk bisa dicegah, sehingga resiko tertular DBD ini bisa dihindari,” ujarnya.

Sumber berita : Humas Pemprov Sumbar

Editor : Winarto.

 

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

Wakil Gubernur Sumbar: UBH Univesitas Swasta Favorit di Sumbar

pimred pimred

Wagub Sumbar Prihatin Kondisi Mentawai Masih Tertinggal

Gunawan ramadhan

Wagub Sumbar, Nasrul Abit, Berdialog Dengan Rombongan Komnas HAM Pusat.

pimred pimred