KEPRI POLITIK TOKOH

Muhammad Rudi Lawan Terberat Soerya di Pilgub Kepri 2020

BATAM, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Peta politik di Kota Batam dan Kepulauan Riau belakangan ini semakin memanas di mana partai politik sudah mulai menggadang-gadang siapa tokoh yang pantas akan diusung di pemilihan walikota maupun gubernur pada Pilkada serentak 2020 mendatang. Nama Walikota Batam Muhammad Rudi yang sekarang menjabat juga sebagai kepala BP Batam disebut-sebut akan meramaikan bursa pada pilgub Kepri 2020 mendatang.

Hal ini terungkap dalam acara grand opening kampung warna-warni kuliner UKM Batam yang bertempat di MB2 Mall Botania. Dalam sambutannya Rudi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Batam karena telah memilihnya menjadi Walikota Batam.”Terimakasih kepada masyarakat Kota Batam yang telah memilih saya menjadi walikota Batam dan saya juga sekarang diamanatkan menjadi kepala BP Batam” ujar Rudi disambut tepuk tangan

Rudi juga dalam kata sambutannya saat itu secara terang-terangan meminta doa kepada masyarakat yang hadir agar dirinya didukung maju di Pilgub 2020 mendatang.”Terimakasih kepada masyarakat kota Batam yang telah memilih saya menjadi walikota kalau didukung masyarakat saya akan maju dipilgub 2020″ mendatang disambut riuah hadirin yang hadir. Meski Rudi belum menjelaskan untuk secara pasti karena ia masih menunggu arahan dari partai Nasdem apakah diinstruksikan mencalonkan walikota Atau gubernur.”Dua-duanya belum pasti tunggu perintah partai kalau saya ikut saja mau Gubernur boleh mau Walikota boleh” tegas Rudi.

Rudi yang juga merupakan sekertaris partai Nasdem mengungkapkan partainya membuka penjaringan Untuk gubernur walikota dan bupati se provinsi.”Kita membuka pendaftaran untuk Gubernur walikota Bupati se Provinsi Kepri dan untuk umum” ujar Rudi.

Tetapi jika Rudi ikut dalam bursa pencalonan Pilgub Kepri 2020, sudah dipastikan persaingan panas bakal terjadi antara Wali Kota Batam Muhammad Rudi vs Soerya Respationo.  Soerya Respationo merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan Kepri, sementara Rudi sebagai Sekretaris DPW partai Nasdem. Rudi kini menduduki jabatan mentereng yakni Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam.

Terkait pencalonan Rudi maju di Pilgub Kepri 2020, pasca penetapan Nurdin Basirun Gubernur Kepri petahana, yang juga Ketua DPW Nasdem Kepri sebagai tersangka, Muhammad Rudi salah satu tokoh yang digadang-gadang sebagai calon Gubernur Kepulauan Riau ada (Pilgub) 2020 mendatang menggantikan Nurdin.

Sosok sekretaris DPW Partai Nasdem ini tidak diragukan lagi, selama menjadi Walikota Batam, berbagai prestasi telah diperoleh dan juga merupakan Wali Kota terbaik Indonesia Innovation Award (IIA) 2019 dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

“Keberhasilan Rudi ini, yang diinginkan masyarakat untuk maju calon Gubernur 2020 mendatang,” kata Anggota DPRD Kota Batam Arlon Veristo, kepada wartawan belum lama ini di Batam Centre.

Menurut Politikus NasDem Ini, ketangguhan Rudi jika terpilih menjadi Gubernur diharapkan, akan mampu merubah Kepulauan Riau, karena dari sekarang Rudi berhasil merubah wajah Batam menjadi kota metropolitan. “Pembangunan di mana-mana, infrastruktur jalan diperbesar. Hal itu dilakukan Rudi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dibidang pariwisata salah satunya wisata religi dengan hadirnya Masjid Agung II yang menjadi ikon Kota Batam,” kata Arlon.

Meskipun Rudi belum memutuskan untuk maju sebagai kandidat calon Gubernur Kepri pada Pilkada 2020 mendatang. Tetapi masyarakat Batam sudah mulai mendukung Rudi.”Ya, jika masyarakat yang meminta mau tidak mau Pak Wali harus siap maju sebagai calon Gubernur,” ucap Arlon Veristo yang juga ketua relawan Haji Muhammad Rudi SE MM.

Tak hanya Soerya Respationo dan Muhammad Rudi, Huzrin Hood juga sudah memastikan ikut bertarung di Pilgub Kepri 2020. Pertarungan di Pilgub Kepri 2020 kian terbuka setelah KPK menahan Gubernur Kepri Nurdin Basirun terkait suap reklamasi pantai. Huzrin Hood melakukan deklarasi untuk maju dalam Calon Gubernur Kepri 2020 di depan Kantor BP3KR, Kawasan Tepi Laut, Kota Tanjungpinang.

Huzrin Hood yang juga sebagai pejuang terbentuknya Provinsi Kepulauan Riau ini mengaku sudah saatnya pejuang jadi pemimpin.”Sudah lebih dari 5 partai kita sudah berkomunikas. Kita serius untuk maju kali ini. Kalau tidak mendapat kendaraan. Tentunya melalui jalur independen,” katanya kepada awak media.

Huzrin mengatakan, untuk calon wakil sendiri, saat ini sudah ada beberapa nama yang merapat. Namun, masih dalam perundingan.”Kalau kita berharap, wakil harus dari Batam. Sebab Batam menjadi daerah yang paling banyak pemilihnya,” ujarnya.

Ditanyakan, apakah melirik Wali Kota, dan Wakil Wali Kota Batam, Huzrin menjawab tidak.”Bukan, kita akan memunculkan orang yang juga punya kontribusi besar bagi masyarakat Batam, dan punya pengaruh,” sebutnya.

Disebutkannya, karakter yang diinginkan menjadi pasangannya kelak  adalah punya tujuan yang sama demi membangun Kepri.”Tekad untuk maju ini pun tentu agar mensejahterakan masyarakat dengan mengedepankan pembangunan sumber daya manusia, dalam pendidikan, serta keterampilan. Dan juga secara serius memperhatikan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, tidak harus menjadi yang utama, seorang Kepala Daerah hanya fokus pada pembangunan infrastruktur.”Ngapain bangun infrastruktur besar-besar, tapi masyarakat terabaikan. Selain itu, Kepala daerah harus keterbukaan informasi publik, dan juga tranparansi,” ujarnya.

 Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan dilaksanakan 2020 mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat 269 daerah se-Indonesia akan melaksanakan Pilkada serentak termasuk Provinsi  Riau (Kepri) dan enam Kabupaten Kota nya termasuk di dalamnya.

Terkait nama-nama kandidat yang berpeluang maju dan bersaing dalam bursa pemilihan Gubernur Kepri memang sudah muncul berbagai nama. Di antaranya Soerya Respationo mantan wakil Gubernur Kepri dan Isdianto Plt Gubernur Kepri yang notabene berasal dari partai yang sama Yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Banyak isu dan spekulasi yang telah muncul di kalangan masyarakat kepulauan Riau tentang pertarungan antara Soerya dan Isdianto atau Soerya yang akan bergandengan dengan Isdianto dalam Pilkada serentak 2020 mendatang. Terkait banyaknya isu dan spekulasi yang muncul ketua DPD PDIP Kepri Soerya mengemukakan ada tiga kemungkinan antara dirinya dan Isdianto.

Kemungkinan pertama, ia akan bergandengan dengan Isdianto.Kemungkinan kedua dirinya atau Isdianto yang akan maju sebagai calon Gubernur Kepri.Sedangkan kemungkinan yang paling buruk diungkapkan Mantan Ketua DPRD Kota Batam itu adalah dirinya akan melawan Isdianto dalam bursa Pilkada Kepri 2020.”Saya maju bersama pak Isdianto,  saya atau pak isdianto yang maju dan yang paling buruk adalah saya melawan pak Isdianto” ujar soeryo pada Senin (29/8/2019).

Untuk pengajuan calon gubernur PDIP sendiri sudah memiliki modal yang cukup. Dimana PDIP memiliki 9 kursi dari 45 anggota DPRD provinsi Kepri.***

Redaksi

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

Terkait Dugaan Korupsi Askes Batam Rp208 M, Ahmad Dahlan dan Agussahiman Disebut Sebut Bakal Jadi Tersangka

Riski perdana

APBD Kepri 2019 Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur

pimred pimred

Wakil Presiden RI Akan Buka Hari Lingkungan Hidup se Dunia di Siak

Trianto