NASIONAL POLITIK TOKOH

Kritik Fahri Hamzah : Pemindahan Ibu Kota Hanya Bermanfaat Untuk Pejabat Bukan Untuk Rakyat

JAKARTA, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Rencana pemimdahan ibu kota ke Kalimantan Timur terus menuai kritikan dari berbagai pihak dan tokoh. Salah satunya dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  Fahri Hamzah. Fahri mengkritik pemindahan ibu kota, yang belakangan ini santer diperbincangkan. Menurut Fahri Hamzah, langkah yang diambil Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu tidak tepat. Dalam pernyataannya, Fahri Hamzah menilai bahwa pemindahan ibu kota bermanfaat untuk pejabat, tetapi tidak untuk rakyat.

Dirinya beranggapan, setelah ibu kota dipindah, rakyat di Jakarta seakan dibiarkan tetap menderita dengan kondisi kota yang sudah tidak sehat.

“Jakarta banjir… Pejabat mau pindah…
Jakarta akan gempa… Pejabat mau cari aman…
Jakarta macet… Biar rakyat aja yg macet… Pejabat mau ngebut…
Udara Jakarta kotor… Biar rakyat keracunan… Pejabat mau udara segar…
Air JAKARTA Kotor… Ampuuuunnnn…” kicau @fahrihamzah, Selasa (27/8/2019).

Fahri Hamzah menambahkan, relokasi ibu kota ini bukanlah kepentingan untuk seluruh masyarakat Indonesia, melainkan beberapa orang saja.

“Pemindahan ibu kota terdengar tidak enak… Terkesan sebagai agenda segelintir orang… Bukan kepentingan nasional…” ungkapnya.

“Kalau kepentingan nasional adalah keadilan sosial maka daerah-daerah miskin di timur Indonesia termasuk Papua lebih memerlukan perhatian. Masalahnya daerah perlu pemekaran… perlu kewenangan mengelola diri dan otonomi yang besar… tapi 5 tahun ini di-moratorium…” tutupnya.

Jokowi memutuskan ibu kota negara pindah ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ada lima alasan ibu kota negara pindah ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Pertama, risiko bencana sangat minimal, terutama dari banjir, tsunami, kebakaran hutan, dan gempa bumi. Kedua, kondisi di tengah-tengah Indonesia. Selain itu, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara berdekatan dengan kota-kota yang berkembang, terutama Balikpapan.

Jokowi juga menjelaskan, negara menyiapkan 180 ribu hektar di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.”Infrastruktur juga lengkap,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019).***

Sumber : Suara.com

Editor : Mawardi

 

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

Buntut Surat Edaran Sekda Batam Minta Bantuan Pada PNS : Ratusan Mahasiswa Desak Jefridin Dicopot Dari Sekda Batam

pimred pimred

Wakil Bupati Tengku Insyafuddin, ST Dilantik Jadi Ketua Kwarcab Pramuka Aceh Tamiang

pimred pimred

Selama 12 Tahun Kuasai Lahan Masyarakat Untuk Perkebunan Sawit Puluhan Miliar Hak Pemilik Lahan Digelapkan PT PMJ

Riski perdana