NASIONAL POLITIK TOKOH

Publikasi Sejumlah Situs Real Count Pilpres 2019 : Jokowi-Ma’ruf 37,16 Persen, Prabowo-Sandiaga 60,2 Persen

JAKARTA, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Selain Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui situs pemilu2019.kpu.go.id, sejumlah situs juga melakukan real count perolehan suara Pemilihan Presiden atau Pilpres. Salah satu situs adalah real count dari aplikasi Jurdil 2019 menempatkan pasangan nomor 02 Prabowo-Sandiaga Uno unggul 60,2 persen dari pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Angka tersebut diperoleh Aplikasi jurdil 2019 berdasarkan perhitungan cepat dari 4240 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 34 Provinsi Seluruh Indonesia.Namun hasil quick count enam lembaga survei yang ditayangkan sejumlah media elektronik seperti Litbang Kompas, Indo Barometer, LSI Denny JA, Median, Kedai Kopi dan CSIS, pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul dengan angka rata-rata 54 persen dari pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sementara baik di real count internal Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandimaupun sejumlah real count lainnya Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul 60,2 persen suara sedangkan paslon nomor urut 01 Jokowi Maruf Amin hanya meraih 37,9 persen suara. Sementara suara tidak sah 1,9 persen suara.

Berdasarkan perhitungan Jurdil 2019 di 9 Provinsi, seperti Jawa Barat pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 61,4 persen, Jokowi Maruf Amin meraih 35,7 persen suara. Suara tidak sah 3 persen. Jawa Timur  pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 51,8 persen suara. Jokowi Maruf Amin hanya meraih 46,1 persen suara. Suara tidak sah 2,1 persen.

Di Jawa Tengah, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 31,3 persen suara. Jokowi Maruf Amin meraih 45,6 persen suara. Suara tidak sah 2,2 persen. Sedangkan DKI Jakarta pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 53,3 persen suara, paslon 01 Jokowi Maruf Amin meraih 35,7 persen suara. Suara tidak sah 1,2 persen.

Selanjutnya Provinsi Sulawesi Selatan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 65,9 persen suara, paslon 01 Jokowi-Maruf Amin meraih 32,9 persen suara. Suara tidak sah 1,2 persen. Provinsi Lampung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 61,2  persen suara. Sedangkan paslon 01 Jokowi Maruf Amin meraih 7,3 persen suara. Suara tidak sah 1,4 persen.

Untuk Sumatera Selatan  pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 68,6 persen suara, Jokowi Maruf Amin meraih 20,2 persen suara. Suara tidak sah 2,2 persen. Sumatera Utara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 71,7 persen suara sementara Jokowi Maruf Amin meraih 27,5 persen suara. Suara tidak sah 0,9 persen.

Untuk Provinsi Banten Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 62,2 persen suara sementara Jokowi Maruf Amin meraih 35,3 persen suara. Suara tidak sah 2,5 persen.  Sementara situs AyoJaga TPS salah satu gerakan sukarela pemantau Pemilu yang dilakukan masyarakat mandiri juga mencatat Pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno, unggul 62,84% persen suara, jauh mengungguli pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin yang mendapat suara 37,16%.

Perolehan tersebut merupakan hasil sementara dari jumlah total 7,195,680 suara yang tercatat pada situs dan aplikasi AyojagaTPS. Situs AyoJagaTPS sebuah gerakan sukarela pemantau Pemilu yang dilakukan masyarakat mandiri. Cara kerjanya dengan melakukan pengumpulan data C1 dari tiap TPS yang dikirimkan oleh masyarakat.

Masyarakat yang ingin membantu mengirimkan data, bisa mengunduh aplikasi dan mengunggah formulir C1 yang ingin disetorkan, sementara pengelola situs mengaku bakal melakukan verifikasi ketat atas laporan-laporan dokumen C1 yang masuk.

Hal itu yang membuat Co-Founder AyoJagaTPS Mochammad James Falahuddin merasa yakin, dengan hasil disajikan dalam situsnya merupakan data yang resmi dan valid. Dia menyebut, masyarakat yang ingin membantu melaporkan dokumen C1 akan dimintai data pribadi hingga NIK dan foto KTP.

“Pertama, kami yakin data kami valid. Karena pertanyaan paling mendasar memastikan bahwa data dan C1 benar-benar di-submit orang yang hadir di TPS. Untuk itu kami terpaksa, jika ingin mendaftar, NIK, plus foto KTP-nya,” kata James kepada wartawan belum lama ini di d’consulate resto and lounge, Menteng, Jakarta Pusat.

“Kami memastikan data itu dari yang hadir. Memang sempat dari awal menyusun aplikasi, kalau di sosmed terverifikasi susah. Terpaksa kami pakai NIK, nomor KTP, user 470 ribu download aplikasi,” ungkap James.

Meski demikian, James mengakui bahwa AyoJagaTPS bukanlah lembaga pemantau pemilu yang resmi terdaftar di KPU maupun Bawaslu. Menurutnya, layanan yang dia bangun hanyalah platform berbasis teknologi untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin melaporkan.

Dia juga menegaskan bahwa pihaknya bukanlah lembaga survei yang bekerja secara statistik, sehingga tidak bisa memberikan klaim tingkat kepercayaan, maupun margin of error seperti lembaga survei kebanyakan.”Kita tidak terdaftar di KPU maupun Bawaslu, karena kita kan bukan Lembaga Pemantau. Kita hanya semacam platfom saja. kalau Gojek untuk ojek, AyoJagaTPS itu untuk TPS. Seperti itu,”kata James.

“Kita nggak pernah mengklaim tingkat kepercayaan, margin of error. Karena kita kan bukan kerja statistik. Saya itu basicnya Cyber Security kok. Tapi kalau ada yang ingin melakukan kajian statistik berdasar data yang kita miliki, ya silakan,” tutupnya.

Sebagai informasi, sejumlah lembaga survei yang telah merilis hasil quick count atau hitung cepat, menempatkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sementara hasil real count sementara dalam situs KPU, hingga saat ini Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin diposisikan unggul 55,11% dari pasangan Prabowo-Sandiaga dengan perolehan suara 44,89%. Progress sebanyak 161.481 TPS yang masuk dari total jumlah TPS sebanyak 813.350 TPS di seluruh Indonesia.

Sementara Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Provinsi Aceh Muzakir Manaf menyatakan pasangan nomor urut dua tersebut unggul sementara sebesar 82,2 persen di Provinsi Aceh pada Pemilu yang berlangsung serentak 17 April 2019.”Berdasarkan hasil pemungutan suara Pilpres 2019 di 23 kabupaten/kota se-Aceh yang kami terima yakni form rekapitulasi C1 per TPS sampai pukul 16.00 WIB pasangan Prabowo-Sandi menang di Aceh,” katanya kepada awak media di Banda Aceh.

Ia menyebutkan jumlah pemilih tetap di provinsi ujung paling barat Indonesia itu berjumlah 3.523.774 pemilih dengan jumlah suara sementara yang masuk 1.5566.753 suara atau sebesar 44,5 persen dari jumlah pemilih tetap. Dengan perolehan suara sementara untuk pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma”ruf Amin sebesar 226.356 suara atau 14,4 persen dan untuk pasangan Prabowo-Sandi sebesar 1.287.996 suara atau sebesar 82,2 persen.

“Kami menyimpulkan Aceh berhasil meraup suara sebesar 90 persen untuk Prabowo-Sandi dan ini melebih dari target semula yakni 85 persen. Kami perkirakan angka ini akan berada pada pada 93 persen untuk kemenangan Prabowo-Sandi di Aceh sebab saat ini data terus masuk,” kata Muzakir yang didampingi Sekretaris BPN Prabowo-Sandi Provinsi Aceh Marzuki, Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera Gufran Zainal Abidin, Tu Bulqaini dan Anwar Ahmad.

Ia juga mengajak semua pihak untuk mengawal seluruh suara yang telah diberikan oleh rakyat Aceh kepada Prabowo-Sandi sampai dengan pengumuman oleh Komisi Pemilihan umum (KPU) RI.

Sementara di Sumatera Barat Joko Widodo-Ma’ruf Amin kalah telak dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berdasarkan hasil quick count atau hitung cepat dalam Pilpres 2019 ini. Kombinasi falsafah orang minang ‘ABS-SBK’ dan tebaran hoaks menjadi salah satu penyebab paslon nomor 01 Jokowi-Ma’ruf Amin keok di Sumatera Barat.

Berdasarkan hasil hitung cepat Pilpres 2019 yang dikeluarkan oleh sejumlah lembaga survei menyatakan Jokowi tidak memperoleh suara lebih dari 16 persen.
Hasil hitung cepat Indikator Politik Indonesia menyatakan Jokowi-Ma’ruf hanya meraup 15,88 persen. Mereka kalah dari pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 yang memperoleh 84,12 persen.

Sementara hasil hitung cepat Poltracking menyatakan Jokowi-Ma’ruf mendapatkan 12,09 persen, kalah dari Prabowo-Sandi yang memperoleh 87,91 persen. Bahkan Indo Barometer menyatakan bahwa Jokowi-Maruf hanya kebagian 9,55 persen, kalah telak dari Prabowo-Sandi yang mengantongi 90,45 persen.

Hasil hitung cepat itu semakin menguatkan bahwa Sumbar memang merupakan basis suara Prabowo, sejak Pilpres 2014. Saat berduet dengan Hatta Rajasa di Pilpres 5 tahun lalu, mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) itu meraup 1.797.505 suara atau 76,9 persen. Sementara Jokowi hanya memperoleh 539.308 suara atau 23,1 persen saat tandem dengan Jusuf Kalla ketika itu.
Hasil hitung cepat Pilpres 2019 ini juga menunjukkan bahwa berbagai upaya Jokowi untuk meraup suara lebih banyak dari Pilpres 2014 di Sumbar tidak berhasil. Misalnya dengan cara mengunjungi Sumbar beberapa kali.

Tercatat, Jokowi kerap menyambangi Nagari Minangkabau sejak menjabat sebagai Presiden. Kunjungan pertama dilakukan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu ke Kabupaten Padang Pariaman guna meninjau penggunaan dana desa di Kecamatan Enam Lingkung dan meresmikan Pantai Mandeh sebagai wisata unggulan Kabupaten Pesisir Selatan, 8 hingga 10 Oktober 2015.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga sempat menengok rumah proklamator Muhammad Hatta di Kota Bukit Tinggi.  Setahun berselang, 5 sampai 6 Juli 2016, Jokowi menjadikan Kota Padang sebagai tempat merayakan Idul Fitri. Menurut Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Jokowi adalah presiden Indonesia pertama yang melaksanakan salat Idul Fitri bersama masyarakat Kota Padang.

Jokowi pun sempat mengunjungi Sumbar untuk melakukan salat Jumat Masjid Raya Sumatra Barat, Padang pada 9 Februari 2018. Upaya Jokowi memperoleh jumlah suara yang lebih baik di Sumbar juga terlihat dari penyelenggaraan Kampanye Akbar, di mana sejumlah kepala daerah dan grup musik Slank hadir serta terlibat di dalamnya.  Lagi-lagi semua upaya itu tampak sia-sia, setidaknya jika melihat hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei hingga saat ini Jokowi-Ma’ruf kalah telak di Sumbar.

Namun jauh berbanding hasilnya jika melihat hasil Real Count KPU Pilpres 2019 melalui kpu.go.id saat ini, siapa yang unggul Jokowi atau Prabowo?. Hasil real count resmi KPU menghitung perolehan suara Jokowi vs Prabowo, untuk sementara Jokowi meraih 54,93%, sedangkan Prabowo 45,07%. Data tersebut diperoleh dari 44.215 TPS dari total 813.350 TPS.***

Dikutip dari berbagai sumber.

Editor  : Mawardi

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

Presiden Joko Widodo Lantik Jendral Pol. Tito Karnavian Jadi Kapolri

Trianto

KPK Tangkap Hakim PN Balik Papan dan Pengacara

pimred pimred

BNN : Tuding Sejumlah Lapas Jadi Transaksi Narkoba

Gunawan ramadhan