Para Murid RA Al Muhajirin Dotamana, bergiat di situasi normal.
BATAM KEPRI KESEHATAN NUSANTARA PENDIDIKAN

Merespons Pandemi Covid-19, Yayasan Al Muhajirin Dotamana Indah Potong SPP Siswa-siswi

BATAM, RAKYATMEDIA.CO.ID-Menghadapi situasi dan kondisi nyata di mana saat ini seluruh dunia dan kita di Indonesia termasuk Kota Batam menghadapi pandemi Covid-19 maka muncul berbagai upaya dan kebijakan menyikapi virus yang cukup dahsyat dengan berbagai cara. Semua kegiatan yang melibatkan banyak orang (kerumunan) ditiadakan, seperti orang diminta untuk bekerja dari rumah, kegiatan belajar di sekolah dipindahkan ke rumah dengan belajar daring/jarak jauh, bahkan beribadah bersama di tempat ibadah pun diminta untuk ditiadakan dan dianjurkan untuk dilakukan secara sendiri-sendiri atau bersama seluruh keluarga di rumah.

Hal serupa juga dilakukan Sekolah Al Muhajirin Dotamana yang terdiri dari RA dan SDIT pun demikian, harus melakukan belajar jarak jauh dengan hanya Kepala SDIT dan satu-dua guru berada di sekolah, sedangkan guru-guru  yang lain membimbing para siswa/inya dari rumah masing-masing. Ini memang seperti menjawab kerinduan semua untuk memasuki era “merdeka belajar” yang dicanangkan Mendikbud belum lama ini. Namun bagi para pimpinan sekolah dan pihak Yayasan Al Muhajirin Dotamana Indah (YAMDI) yang menaungi kedua sekolah tersebut merasakan persoalan lain yang segera muncul.

Para Murid RA Al Muhajirin Dotamana, bergiat di situasi normal.

Jika para Orangtua/Walimurid karena merespons positip himbauan (baca:perintah) untuk tidak boleh keluar rumah, harus “stay at home”, menyetop semua kegiatan-kegiatan produktif yang berhubungan dengan orang lain, dari mana mereka dapat menghasilkan “in-come” untuk membayar SPP anak-anak mereka?

“Meskipun Yayasan ini kecil, dan masih merangkak, kami harus berani mengambil langkah walaupun kecil dari sudut tertentu tetapi para Pengurus Yayasan dan para Pimpinan Sekolah berharap langkah ini berdampak luas,”kata Ketua Yayasan Al Muhajirin Dotamana Indah (YAMDI) Pieter P Pureklolong dalam rilisnya kepada redaksi www.rakyatmediapers.co.id.

Lebih jauh Pieter, menjelaskan Pengurus YAMDI telah menggelar rapat pada Sabtu, 21 Maret 2020, disusul dengan rapat bersama para Kepala Sekolah pada Selasa, 24 Maret 2020, tujuan rapat tersebut mengambil langkah-langkah konkrit untuk segera memberlakukan pemotongan SPP bagi semua siswa/i Sekolah Al Muhajirin Dotamana tanpa terkecuali, tanpa melihat siapa Orangtua/Walimuridnya dan berlatar belakang apa.

“Langkah konkrit YAMDI dalam rapat tersebut melakukan pemotongan SPP bahwa hampir 60% Walimurid di Sekolah Al Muhajirin berasal dari kelas menengah ke bawah. Mereka telah “merangkak” bersama YAMDI selama sekian tahun ini baik melalui RA yang telah berumur enam belas (16) tahun, maupun melalui SDIT yang baru berumur lima (5) tahun. Sikap YAMDI dengan langkah konkrit ini mau terlibat dalam situasi sulit para Orangtua/Walimurid, tidak hanya mau “mengambil” tetapi juga siap “berbagi” meski itu dengan langkah kecil sekalipun,”ujar Pieter.

Ketua Yayasan Al Muhajirin Dotamana Indah (YAMDI) Pieter P Pureklolong

Dijelaskan Pieter, keputusan dan hal lain yang mengemuka dalam kedua rapat tersebut adalah bahwa Yayasan hanya sanggup memotong SPP sebesar 10% (sepuluh persen) untuk SPP bulan April 2020, dan 15% untuk SPP bulan Mei 2020. Untuk pemotongan SPP pada bulan selanjutnya menunggu perkembangan dan perubahan situasi pada waktu mendatang. Dan untuk itu maka segera pihak yayasan menghubungi dan menginformasikan potongan tersebut kepada Bank RIAUKepri  di mana Orangtua/Walimurid memulai pembayaran melalui Virtual Account masing-masing anaknya. Ketua YAMDI bertugas  mengeluarkan Keputusan sebagai dasar pijak pelaksanaannya, sedangkan Kepala RA dan SDIT segera melanjutkan Keputusan Ketua YAMDI dengan membuat surat resmi kepada Orangtua/Walimurid agar segera dijalankan sesuai maksud dan tujuannya.

Pertimbangan-pertimbangan lain yang mengemuka dalam kedua rapat tersebut di atas adalah menjadikan langkah kecil ini berdampak luas bagi semua masyarakat dan memengaruhi para pengambil keputusan dan semua orang yang berkaitan dengan hajat hidup masyarakat banyak, jelasnya

Foto rumah sekolah SDIT yg masih membangun..

Pieter menambahkan, kedua rapat tersebut merekomendasikan kepada pemerintah daerah dan DPRD untuk dapat mengambil langkah konkrit menyelamatkan situasi ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah karena tidak dapat dengan leluasa mendapatkan in-come untuk membayar berbagai kebutuhan dan kewajiban, misalnya dengan meminta PLN Kota Batam dan ATB, semua provider seluler dan Telkom, semua perusahaan property, bank, pengelola kredit kendaraan bermotor dan pinjamam agar menunda dulu pembayaran oleh masyarakat yang memiliki kredit rumah, bank, dan pinjaman lainnya sampai situasi kembali normal.

“Ia berharap agar pemerintah dapat meminta semua rumah sakit swasta menurunkan tarif untuk tindakan-tindakan medis besar bagi masyarakat menengah ke bawah. Menganjurkan juga kepada semua Yayasan Pendidikan untuk melakukan hal yang sama sebagai tindakan bela rasa bagi sesama.

Langkah ini diminta oleh YAMDI kepada pengambil kebijakan untuk menghindari stuasi terburuk, tekanan sosial berlebihan yang dapat saja membawa dampak buruk dalam mengancam kebahagian hidup masyarakat,  keamanan dan ketertiban daerah,”terangnya.***

Penulis : Pieter P Pureklolong

Editor : Mawardi

 

 

 

 

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

Pelayanan RSUD Bintan Bobrok

Riski perdana

Gubernur Berharap Bahan Pangan Sitaan Bea Cukai Dihibahkan

rakyatme

Kanwil Kemenkumham Kepri Seleksi Samapta di Korem 033/WP

Riski perdana