KORUPSI LANGKAT PENDIDIKAN SUMATERA UTARA

Dengan Dalih Pelatihan Matemateka, Guru SDN Di Sei Bingai “ Menjerit “ Dipungut Biaya Rp. 600 Ribu/Orang

LANGKAT, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Dengan dalih untuk Diklat pelatihan Matematika, para Guru SD Negri di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat dipungut biaya sebesar Rp. 600 ribu/orang, yang dilaksanakan selama 2 hari di Jambur oleh pihak Panitia Disebutkan dari Yayasan Cakrawala Indonesia Pintar Jogjakart

Keterangan yang dihimpun Medan Pos, Rabu ( 28/8 ) pendidikan dan pelatihan yang disebutkan sebagai “ akal-akalan “ ini, juga disebutkan sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi Guru. Akibatkanya dengan terpaksa para Guru mengikuti kegiatan ini, padahal mereka resah, kecewa karena biayanya besar bahkan terkesan “ menjerit “ akibat dipaksakan, ungkap sumbe

Sementara itu Kordinator K3S Kabupaten Langkat, Zulkarnain ketika dikonfirmasi RakyatMediaPres.co.id melalui telepon selulernya, Rabu( 28/8/2019 terkait adanya pelatihan guru yang dilakukan pihak luar Dinas Pendidikan Langkat mengatakan, “Kalau guru sertifikasi wajib mengikuti program diklat atau pelatihan dan biaya ditanggung oleh guru tersebut. Sesuai dengan UU tentang guru,” Jawab Ketua K3S Kabupaten Langkat.

Beberapa guru SDN Kecamatan Sei Bingai kepada wartawan mengatakan, pelatihan yang diselenggarakan tersebut tidak dapat mereka serap dengan maksimal. Mereka mengikuti pelatihan tersebut karena takut kena sangsi dari Pimpinan Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat. Karena menurut guru tersebut, kalau kegiatan ini sudah teroganisir dan mustahil Dinas Pendidikan Langkat tidak mengetahui.

K3S Kecamatan Sei Bingai, Kayamuddin tidak bisa dihubungi karena Hpnya tidak aktif. Sedangkan Kadis Pendidikan Langkat H. Syaiful Abdi ketika dikonfirmasi mengatakan dirinya belum tahu kegiatan tersebut karena baru pulang dari HS

Sumber juga menambahkan, bahwa para peserta disodorkan selembar surat formulir pendaftaran yang ditujukan kepada Yayasan tersebut, namun di point penutupnya disebutkan bahwa pendaftaran ini adalah kehendak sendiri tidak ada unsur paksaan dari manampun juga. Dan diduga kegiatan yang sama sudah dilaksanakan di Kecamatan lainnya di Kabupaten Langkat dengan modus yang sama, karenanya perlu diusut oleh Aparat Hukum karena diduga berbau praktek pungli dan meresahkan.

Penulis : Supriadi

 

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

Meriahkan HUT Kemerdekaan RI Pemkot Binjai Adakan lomba Rakit Hias Batang Pisang

pimred pimred

Nurdin Basirun Ditangkap Terkait Kasus Suap Izin Reklamasi : “Dinasti Karimun” Pemprov Kepri Mulai Goyang

pimred pimred

Ketua LSM Kodat 86 Tain Komari : Penyelewengan APBD Bintan Rp 1,7 Miliar “Jelas Itu Korupsi “

pimred pimred