AGAMA JAWA TENGAH PENDIDIKAN UMUM

Seleksi Program Magang ke Jepang, PPMKP adakan Pelatihan Petani Muda di P4S Al Mawaddah Kudus

KUDUS, RAKYATMEDIAPERS.CO.ID-Apa yang terlintas di pikiran anda ketika disebut kata Petani? biasanya kita akan langsung  mengasosiasikannya dengan sebuah profesi tradisional di pedesaan yang jarang diminati oleh anak muda. Petani identik dengan kaos oblong dan celana kumal, sandal jepit, caping dan membawa cangkul.

Persepsi itulah yang ingin dirubah oleh Sofiyan Hadi, Pendiri pesantren Entrepreneur sekaligus Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Al Mawaddah. Dengan menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan Bagi Petani Muda ia berharap akan tumbuh para petani dari generasi milenial yang berkontribusi pada pembangunan pertanian di Indonesia.

“Siapa bilang petani tidak bisa sukses?”  Tanya sofiyan.  Ia kemudian meminta peserta untuk mengetik nama Kiyoto Saito dimesin pencari google. ”Inilah petani muda jepang yang modis. Anda akan heran dengan petani yang satu ini, karena ia mengolah lahannya dengan memakai setelan jas yang lengkap, dasi, dan bahkan sepatu pantofel. Jadi mulai sekarang rubahlah persepsi anda tentang petani yang sering identik dengan kotor dan tidak berpenghasilan besar. Mau keren dan kaya? Jadilah Petani”,  imbuhnya.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari (24-27/8)  ini difasilitasi oleh Pusat Pelatihan Managemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Kementan RI. Dalam sambutannya, Kepala Bidang Program dan Evaluasi PPMKP, Widianto, mengatakan regenerasi petani dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sektor pertanian menjadi salah satu isu utama dalam kebijakan di sektor pertanian.

“Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap generasi muda dalam berwirausaha di bidang pertanian. Selain itu, juga untuk menumbuhkan minat wirausaha generasi muda di bidang pertanian,” ujar Susan Twisawati Indiani Kepala Seksi Pelatihan

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Catur Sulistiyanto. mengingatkan bahwa dalam segala bidang usaha terjadi kompetisi yang semakin ketat. Karena itu ia berpesan kepada para peserta Petani muda untuk memiliki cara berpikir strategis, kreatif dan inovatif untuk terjun dan sukses dalam usaha pertanian. ”Karena itu, diperlukan inovasi melalui pemanfaatan teknologi untuk membuat produktivitas pertanian Indonesia semakin meningkat. Tentu saja tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat membuka kegiatan pada Jumat (34/8) kemarin.

Pelatihan dirancang dengan pendekatan pendidikan orang dewasa yang memadukan teori di kelas dan praktik di lapangan. Puluhan peserta dari 10 kota di Jawa tengah (Kudus, Demak, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Tegal, Pekalongan, Blora, Jepara, Kendal, dan Pekalongan), ini dibekali materi inti mengenai pengembangan usaha agribisnis, potensi pasar, kemitraan dan negosiasi, etika bisnis, promosi produk, hingga strategi pemasaran. Untuk pengkayaan materi dihadirkan narasumber dari Universitas Muria Kudus dan kunjungan ke sentra industri Jenang Kudus Mubarokfood.

Pelatihan ini juga sekaligus sebagai ajang seleksi pemilihan Pemuda Tani untuk mengikuti program magang selama satu tahun di Jepang.

Sumber : P4S Mawadah

Komentar

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Related posts

Tim TP4D Kejaksaan Negeri Batam Mandul : Proyek Dinas Bina Marga Asal Jadi dan Tak Selesai

pimred pimred

Koran Rakyat Media Lolos Verifikasi Administrasi dan Faktual di Dewan Pers

pimred pimred

Satgas TMMD Kodim Demak Membangun Jalan Desa Kalikondang.

pimred pimred