Manchester United Terpuruk di Zona Degradasi, Rentetan Kekalahan Kian Parah
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Manchester United kembali menelan kekalahan pahit dalam lanjutan Liga Inggris musim 2026-2027. Bertandang ke markas Chelsea di Stamford Bridge pada Sabtu (31/10/2026) malam WIB, tim besutan Michael Carrick takluk dengan skor 2-0. Hasil ini memperpanjang catatan negatif 'Setan Merah' yang kini telah melalui sembilan pertandingan di semua kompetisi tanpa meraih kemenangan.
Posisi Klasemen Memprihatinkan
Kekalahan melawan Chelsea ini semakin menempatkan Manchester United dalam situasi genting di klasemen sementara Liga Inggris.
Mereka kini menghuni peringkat ke-16 dengan hanya mengoleksi 7 poin dari 9 pertandingan, terpaut tipis satu poin dari zona degradasi.
Rincian kekalahan Manchester United sejauh ini adalah 1 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 4 kekalahan, sebuah statistik yang mengkhawatirkan bagi klub sebesar mereka.
Jalannya Pertandingan: Babak Pertama Tanpa Gol
Pertandingan antara Chelsea dan Manchester United di Stamford Bridge diawali dengan intensitas tinggi. Manchester United menunjukkan agresivitas sejak awal, berusaha menekan aliran bola yang dibangun oleh tim tuan rumah. Peluang pertama tercipta pada menit ke-14 ketika Estevao sempat mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan bola muntah. Namun, gol tersebut dianulir oleh wasit karena Estevao dinyatakan berada dalam posisi offside.
Manchester United juga sempat memberikan ancaman serius melalui aksi Amad Diallo. Winger muda tersebut dua kali memaksa kiper Chelsea, Penders, bekerja keras melakukan penyelamatan pada menit ke-30. 'Setan Merah' sempat bersorak pada menit ke-33 melalui sundulan Matheus Cunha, namun gol tersebut kembali tidak disahkan setelah peninjauan Video Assistant Referee (VAR) yang menyatakan Cunha dalam posisi offside. Skor imbang 0-0 bertahan hingga jeda pertandingan.
Babak Kedua: Gol Pembuka dan Kartu Merah
Memasuki babak kedua, Chelsea di bawah arahan pelatih Xabi Alonso tampil lebih menekan. Baru lima menit babak kedua berjalan, Morgan Rogers berhasil memecah kebuntuan. Melakukan akselerasi dari lini tengah tanpa mendapatkan kawalan berarti, Rogers berhasil menaklukkan kiper Manchester United, Senne Lammens, dengan tendangan chip yang cantik dari dalam kotak penalti, membawa Chelsea unggul 1-0.
Petaka bagi Manchester United datang pada menit ke-62.
Dalam situasi tendangan penjuru, Lisandro Martinez kedapatan melakukan pelanggaran keras dengan mengenai wajah Wesley Fofana di dalam area terlarang.
Setelah meninjau ulang melalui VAR, wasit memutuskan memberikan kartu kuning kedua untuk Martinez yang berujung kartu merah, sekaligus memberikan hadiah penalti kepada Chelsea.
Penalti Mengunci Kemenangan Chelsea
Cole Palmer yang maju sebagai algojo penalti berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna pada menit ke-64.
Meskipun arah bola sempat terdeteksi oleh Lammens, tendangan Palmer tetap meluncur deras ke dalam gawang.
Skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan The Blues.
Bermain dengan sepuluh orang membuat Manchester United semakin kesulitan mengembangkan permainan di sisa waktu pertandingan. Chelsea sempat mencetak gol ketiga melalui Estevao pada menit ke-71, namun gol tersebut kembali dianulir karena dianggap offside. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 untuk kemenangan Chelsea tetap bertahan.
Dampak Kekalahan dan Posisi Pelatih
Kemenangan ini membawa Chelsea merangkak naik ke posisi empat besar klasemen sementara Liga Inggris dengan total 16 poin dari 9 pertandingan.
Sebaliknya, Manchester United semakin terbenam di papan bawah.
Catatan tanpa kemenangan dalam sembilan laga terakhir ini semakin menekan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan.
Situasi ini tentunya menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan Carrick di Old Trafford.
Kekalahan ini juga menambah beban mental bagi para pemain Manchester United.
Laga melawan Chelsea di Stamford Bridge selalu menjadi ujian berat, dan tren negatif yang terus berlanjut dapat mengancam julukan 'Setan Merah' yang kini terancam menjadi 'Sick Man of Europe' jika tidak segera berbenah.