Kontroversi Properti Kanye West: Menginap Gratis Berujung Penyitaan
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Musisi internasional Kanye West kembali menjadi sorotan terkait proyek properti ambisiusnya di Malibu, Amerika Serikat. Sebuah fakta tak terduga di balik keputusannya membangun hunian mewah terungkap dalam biografi "Citizen Kim" karya Jonathan Van Meter. Buku yang membahas kehidupan mantan istrinya, Kim Kardashian, ini mengisahkan perjalanan West dalam mencari properti impiannya yang berakhir dengan komplikasi hukum dan ancaman penyitaan.
Perburuan Properti yang Tidak Biasa
Kisah bermula ketika Kanye West tertarik pada sebuah mega-mansion seluas 42.000 kaki persegi yang berlokasi di tebing Paradise Cove, Malibu.
Properti bernilai fantastis 295 juta dolar AS ini, yang dikenal sebagai Big Ando, merupakan mahakarya arsitek ternama asal Jepang, Tadao Ando.
Rumah tersebut pada saat itu dimiliki oleh keluarga kolektor seni, Maria dan Bill Bell.
Alih-alih mengikuti prosedur standar, West memilih pendekatan yang tidak konvensional.
Ia mendatangi kediaman tersebut tanpa janji temu, langsung menekan bel gerbang dan memperkenalkan diri dengan santai, "Hai, ini Kanye." Ketika pemilik rumah menunjukkan keraguan, West merespons dengan perumpamaan berani, "Jika Elvis Presley datang ke pintu Anda dan membunyikan bel, apakah Anda akan membiarkannya masuk?
Ini seperti itu."
Pengalaman Menginap Eksperimental
Lebih dari sekadar kunjungan singkat, West bahkan meminta izin kepada pemilik rumah untuk menginap selama empat hari.
Selama masa tersebut, ia secara aktif menggunakan properti itu sebagai kantor sementara, mendirikan ruang kerja di tepi kolam renang dan mengadakan rapat bisnis.
Tujuannya adalah untuk merasakan langsung "atmosfer" dari bangunan yang dirancang oleh Tadao Ando.
Meskipun sempat menikmati pengalaman menginap tersebut di Big Ando—rumah yang kabarnya dibeli oleh pasangan musisi Jay-Z dan Beyoncé seharga 200 juta dolar AS—West akhirnya memilih untuk membeli properti lain rancangan Tadao Ando di kawasan Malibu Road.
Properti yang dijuluki "Small Ando" ini, sebuah bangunan beton abu-abu, dibeli oleh West seharga 57,25 juta dolar AS, atau sekitar Rp1,03 triliun, pada September 2021.
Renovasi Radikal dan Konsekuensi Hukum
Setelah akuisisi, Kanye West menyewa kontraktor bernama Tony Saxon untuk melakukan perombakan total pada interior "Small Ando".
Rencana ambisiusnya adalah mengubah hunian mewah tersebut menjadi semacam bunker minimalis, yang ia deskripsikan sebagai tempat perlindungan ala "gua kelelawar".
Proses renovasi ini berjalan sangat ekstrem.
Seluruh bagian interior rumah dihancurkan, termasuk instalasi listrik, pipa air, kamar mandi marmer, jendela, bak mandi air panas, dan perapian.
Akibatnya, properti megah tersebut kini terlihat terbengkalai, menyerupai struktur parkir terbuka yang terpapar cuaca.
Perselisihan Hukum dan Penurunan Nilai Jual
Transformasi drastis ini memicu perselisihan hukum.
Kontraktor Tony Saxon mengajukan gugatan terhadap West terkait klaim upah yang belum dibayar dan cedera kerja.
Pada Maret 2026, pengadilan Los Angeles mengabulkan tuntutan Saxon, memerintahkan West untuk membayar ganti rugi sebesar 140.000 dolar AS.
Dampak dari renovasi yang merusak ini juga berimbas pada nilai jual rumah.
Kanye West sempat memasang harga 53 juta dolar AS pada Desember 2023, namun tidak kunjung menemukan pembeli.
Akhirnya, pada tahun 2024, properti tersebut terpaksa dijual dengan harga jauh lebih rendah, yakni 21 juta dolar AS, kepada perusahaan real estat hasil crowdfunding yang dimiliki oleh Steven "Bo" Belmont.
Ancaman Penyitaan di Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, kondisi rumah yang kini menjadi pemandangan kontras di tepi pantai Malibu itu semakin kompleks.
Setelah beberapa kali penundaan jadwal lelang, bekas kediaman impian Kanye West ini kini berada di bawah ancaman penyitaan hukum yang lebih serius.