JATMAN Ungkap Tanggal Lahir Sejati: 13 Oktober 1957 Terungkap!

Table of Contents
Berdasarkan Dokumen Muktamar Pertama, JATMAN Tetapkan 13 Oktober 1957 sebagai Hari Lahir Organisasi
JATMAN Ungkap Tanggal Lahir Sejati: 13 Oktober 1957 Terungkap!

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Indonesia - Jam'iyyah Ahlit Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) resmi mengumumkan penetapan baru untuk hari lahir organisasinya. Tanggal 13 Oktober 1957, yang bertepatan dengan 19 Rabiul Awal 1377 Hijriah, kini secara definitif diakui sebagai momen fondasi JATMAN. Keputusan historis ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 222.SK-HARLAH.JATMAN.I.A.I-A.01.09.2026, yang telah ditetapkan pada 30 September 2026 oleh Idarah Aliyyah JATMAN.

Penetapan ini merupakan hasil penelusuran mendalam terhadap arsip organisasi, khususnya merujuk pada dokumen resmi bertajuk Risalah Muktamar Pertama Ahli Thariqah.

Dokumen tersebut mencatat bahwa Muktamar Pertama Ahli Thariqah, yang menjadi cikal bakal organisasi JATMAN, diselenggarakan pada tanggal 12 hingga 13 Oktober 1957.

Lokasi bersejarah acara ini adalah di Pondok Pesantren API Tegalrejo, sebuah institusi pendidikan terkemuka di Magelang, Jawa Tengah.

Perubahan Momentum Historis JATMAN

Sebelumnya, peringatan hari lahir JATMAN kerap dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober.

Namun, KH Ali M Abdillah, Sekretaris Umum JATMAN, menjelaskan bahwa tanggal tersebut tidak didukung oleh bukti historis yang kuat dari dokumen organisasi.

"Setelah melalui penelusuran terhadap sejumlah dokumen organisasi pasca-Kongres ke-13 JATMAN, kami menemukan Risalah Muktamar Pertama Ahli Thariqah yang mencatat pelaksanaan muktamar pada 12-13 Oktober 1957.

Ini menjadi pijakan kuat kami," ujar KH Ali M Abdillah kepada NUOnline pada Senin (5/10/2026).

Keputusan final untuk mengubah tanggal hari lahir ini telah melalui persetujuan pimpinan tertinggi JATMAN.

KH Ali Masykur Musa (Mudir Ali), Rais 'Am KH Achmad Chalwani, dan Katib 'Am KH Zaenal Arifin Ma'shum disebut sepakat untuk mengesahkan perubahan ini melalui Surat Keputusan (SK) baru, yang didasarkan sepenuhnya pada temuan dokumen resmi.

"Semua sepakat untuk dibuatkan SK perubahan yang didasarkan pada dokumen resmi," tegasnya.

Perubahan Momentum Historis JATMAN

Memperkuat Identitas dan Sejarah Organisasi

Perubahan tanggal hari lahir ini bukan sekadar pergeseran kalender, melainkan upaya strategis untuk memperkuat akar sejarah JATMAN.

KH Ali M Abdillah menekankan pentingnya peringatan hari lahir yang memiliki pijakan historis yang jelas dan terverifikasi.

"Supaya kita dalam memperingati Harlah, yang itu bagian dari simbol organisasi, dikembalikan kepada dokumen resmi," jelasnya.

Menurutnya, dokumen resmi adalah rujukan utama yang memastikan identitas dan keberlangsungan narasi historis JATMAN tetap terjaga otentisitasnya bagi generasi mendatang.

Penetapan 13 Oktober sebagai hari lahir diharapkan menjadi pengingat abadi bagi seluruh jajaran dan anggota JATMAN mengenai asal-usul dan perjuangan para pendahulu.

KH Ali M Abdillah menambahkan, sejarah JATMAN seharusnya menjadi sumber inspirasi dan landasan bagi generasi penerus dalam melanjutkan estafet perjuangan organisasi.

"Supaya ini menjadi tonggak sejarah yang selalu kita ingat untuk menjadi penerus dalam perjuangan," tuturnya.

Dengan adanya tanggal yang pasti dan didukung bukti, JATMAN berupaya menanamkan kesadaran historis yang lebih kuat di kalangan anggotanya.

Rangkaian Peringatan dan Agenda Mendatang

Dalam rangka merayakan peringatan hari lahir yang baru ini, JATMAN berencana menyelenggarakan serangkaian kegiatan.

Agenda yang telah disusun meliputi diskusi bulanan yang akan mengupas tuntas berbagai aspek tasawuf dan tarekat.

Selain itu, sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri dan tokoh penggerak, JATMAN juga akan menggelar ziarah ke makam mereka.

Kegiatan-kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana edukasi dan penguatan spiritual bagi seluruh anggota.

Penetapan hari lahir baru ini menggarisbawahi komitmen JATMAN untuk senantiasa merujuk pada sumber otentik dan menjaga integritas sejarahnya. Langkah ini diharapkan dapat memperkokoh eksistensi JATMAN sebagai organisasi tarekat yang terkemuka di Indonesia dan terus berkontribusi dalam pengembangan spiritualitas umat.

Baca Juga

Loading...