Inovasi Farmasi RSINU Demak Juara Nasional Manajemen RS
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Demak, Indonesia – Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSINU) Demak menorehkan prestasi gemilang dengan meraih predikat juara pertama dalam Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) IV Ikatan Ahli Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (IAMARSI) tingkat nasional tahun 2026. Penghargaan bergengsi ini diraih berkat karya ilmiah inovatif yang berfokus pada peningkatan efektivitas peran farmasi klinis, khususnya dalam menekan penggunaan obat berlebihan pada pasien rawat inap.
Acara puncak yang mempertemukan para ahli manajemen rumah sakit dari seluruh penjuru negeri ini diselenggarakan di Harris Hotel & Convention Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 25 hingga 27 September 2026.
Tema yang diusung, "Hospital Financial and Legal Update 2026: Mewujudkan Rumah Sakit yang Kuat dan Berkelanjutan," menjadi latar belakang bagi para peserta untuk mempresentasikan gagasan dan inovasi terkini dalam tata kelola rumah sakit.
Inovasi Penekanan Hiperpolifarmasi Menjadi Kunci Keberhasilan
Karya ilmiah yang mengantarkan RSINU Demak meraih podium tertinggi berjudul "Penguatan Peran Farmasi Klinis melalui Medication Review untuk Menurunkan Hiperpolifarmasi dan Polifarmasi di Ruang Rawat Inap: Quality Improvement Project Berbasis PDSA di RSI NU Demak." Direktur RSINU Demak, H Abdul Aziz, menjelaskan bahwa penelitian ini secara mendalam memaparkan strategi rumah sakit dalam memperkuat fungsi farmasi klinis melalui proses medication review.
"Alhamdulillah, capaian ini sungguh membanggakan bagi seluruh keluarga besar RSINU Demak.
Kami berharap prestasi ini akan semakin memacu semangat manajemen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang kami berikan kepada masyarakat," ujar Abdul Aziz di Demak, Rabu (7/10/2026).
Ia menambahkan bahwa penghargaan ini diserahkan langsung kepadanya di Solo beberapa waktu lalu.
Metode PDSA dan Hasil Signifikan
Proyek peningkatan kualitas ini diterapkan menggunakan metodologi PDSA (Plan-Do-Study-Act) yang melibatkan dua siklus penuh.
Melalui pendekatan sistematis ini, RSINU Demak berhasil menunjukkan penurunan signifikan pada angka hiperpolifarmasi, yaitu penggunaan obat yang berlebihan pada pasien, dari 43 persen menjadi 18 persen.
Sementara itu, penggunaan obat yang rasional berhasil ditingkatkan dari 12 persen menjadi 22 persen.
Menurut Abdul Aziz, keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai intervensi strategis yang dilakukan. Intervensi tersebut meliputi pemberian edukasi yang intensif kepada Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP), pemantauan ketat terhadap obat-obatan berisiko tinggi, penerapan kebijakan automatic stop order, pelaksanaan rekonsiliasi obat yang cermat, serta pemberian rekomendasi deprescribing. "Kami juga mengembangkan Clinical Decision Support System (CDSS) yang membantu tenaga kesehatan dalam pengambilan keputusan klinis yang lebih akurat dan aman," tambahnya.
Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien
Lebih lanjut, Abdul Aziz menekankan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi tim yang solid dalam membangun budaya mutu dan mengutamakan keselamatan pasien melalui inovasi yang berbasis data.
"Penghargaan ini lebih dari sekadar simbol.
Ini adalah bukti nyata bagaimana inovasi yang kami lakukan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap mutu pelayanan, keamanan pasien, serta efektivitas penggunaan obat," katanya.
Prestasi ini menjadi modal berharga dan motivasi kuat bagi manajemen RSINU Demak untuk terus mengembangkan berbagai inovasi layanan kesehatan.
Penguatan peran farmasi klinis akan terus menjadi prioritas guna memastikan pelayanan kesehatan yang semakin berorientasi pada keselamatan pasien.
Apresiasi dari ARSINU
Ketua Umum Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU), Zulfikar As'ad, turut memberikan apresiasi atas raihan luar biasa RSINU Demak.
"Selamat kepada RSI NU Demak.
Prestasi ini secara jelas membuktikan bahwa rumah sakit di bawah naungan NU memiliki kapabilitas untuk bersaing di kancah nasional.
Mereka mampu menghadirkan inovasi berkualitas tinggi yang mengedepankan keselamatan pasien.
Semoga ini menjadi inspirasi bagi rumah sakit NU lainnya di seluruh Indonesia," ujar Zulfikar As'ad.