Duka Mendalam: Wafatnya KH Muhammad Adnan, Pilar NU Jawa Tengah Dua Periode
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Kabar duka menyelimuti warga Nahdlatul Ulama di seluruh Jawa Tengah dengan berpulangnya KH Muhammad Adnan pada Rabu, 7 Oktober 2026, sekitar pukul 21:00 WIB. Almarhum KH Muhammad Adnan dikenal luas sebagai figur sentral yang memimpin Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah selama dua periode kepemimpinan yang penuh dedikasi. Masa baktinya sebagai Ketua PWNU Jawa Tengah berlangsung dari tahun 2003 hingga 2008, dilanjutkan dengan periode kedua dari 2008 hingga 2013, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemimpin terkemuka dalam organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.
Informasi mengenai wafatnya KH Muhammad Adnan pertama kali diterima oleh NU Online Jawa Tengah pada Rabu malam, pukul 20:48 WIB.
Sumber berita ini berasal langsung dari Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, KH Anashom.
Melalui panggilan WhatsApp, KH Anashom menyampaikan pesan duka cita dengan lirih, "Tulung aturke Yai (Hanif Ismail), Yai Adnan sedo," yang mengindikasikan kepergian almarhum.
Konfirmasi dari Lingkar Terdekat Almarhum
Kabar duka ini segera mendapatkan konfirmasi lebih lanjut dari H Jauhari, seorang individu yang memiliki kedekatan erat dengan almarhum KH Muhammad Adnan.
Pada saat dikonfirmasi oleh NU Online Jawa Tengah melalui pesan singkat WhatsApp, H Jauhari tengah berada di lokasi, tepatnya di ruang Instalasi Gawat Darurat (ICU) Rumah Sakit Samsoe Hidajat, tempat almarhum menjalani perawatan medis.
"Nggih, niki kulo wonten lokasi.
Di ICU RS Samsoe Hidajat," ujar H Jauhari mengkonfirmasi situasi terkini.
Kepergian KH Muhammad Adnan tentu meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
Selama menjabat sebagai Ketua PWNU Jawa Tengah, almarhum dikenal sebagai sosok yang gigih dalam memperjuangkan nilai-nilai Ahlusunnah Wal Jamaah dan konsisten dalam memajukan program-program organisasi untuk kemaslahatan umat.
Kepemimpinannya yang tegas namun bijaksana telah memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan NU di provinsi tersebut.
Jejak Kepemimpinan dan Pengabdian
Memimpin sebuah organisasi sebesar PWNU Jawa Tengah selama sepuluh tahun secara berturut-turut bukanlah tugas yang ringan.
KH Muhammad Adnan berhasil menavigasi berbagai tantangan dan dinamika yang dihadapi organisasi, sembari terus merangkul berbagai elemen masyarakat.
Periode kepemimpinannya diwarnai oleh berbagai inisiatif strategis yang bertujuan untuk memperkuat basis jamiyah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas jangkauan dakwah dan pelayanan NU di berbagai sektor, baik pendidikan, sosial, maupun ekonomi.
Saat ini, informasi detail mengenai rumah duka serta jadwal lengkap pemakaman almarhum KH Muhammad Adnan masih terus dihimpun.
Pihak NU Online Jawa Tengah berkomitmen untuk terus memberikan pembaruan informasi terkini kepada masyarakat luas agar keluarga besar NU dapat memberikan penghormatan terakhir dan mendoakan kepergian beliau.
Wafatnya KH Muhammad Adnan menandai akhir dari sebuah babak penting dalam sejarah PWNU Jawa Tengah.
Warisan kepemimpinan, pemikiran, dan dedikasinya akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam melanjutkan perjuangan dakwah dan pelayanan NU.