Dedikasi 27 Tahun Terbalas: Rumah Guru Honorer Cilacap Direnovasi

Table of Contents
Apresiasi 27 Tahun Pengabdian Guru Honorer, LAZISNU-Ma’arif Cilacap Benahi Rumah Nur Wahidin
Dedikasi 27 Tahun Terbalas: Rumah Guru Honorer Cilacap Direnovasi

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Cilacap, Indonesia – Pengabdian selama lebih dari seperempat abad kepada dunia pendidikan akhirnya mendapatkan apresiasi nyata bagi Nur Wahidin, seorang guru honorer non-Pegawai Negeri Sipil (PNS) di MI I’anatul Muslimin, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Pada Jumat, 25 September 2026, rumahnya di RT 03/RW 01, Desa Danasri Lor, tidak hanya menjadi saksi bisu perjuangannya, tetapi juga menjadi lokasi perayaan hangat berkat program “Benah Rumah”.

Inisiatif ini merupakan bagian dari perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-97 Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU).

Program sosial yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan guru honorer ini merupakan hasil kolaborasi sinergis antara LP Ma’arif NU Cilacap, NU Care-LAZISNU Cilacap, dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap.

Program ini bertujuan untuk memberikan penghargaan konkret atas dedikasi para pendidik yang seringkali bekerja dengan keterbatasan.

Wujud Kepedulian Melalui Zakat dan Sedekah

Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU Cilacap, dalam keterangannya pada Sabtu, 2 Oktober 2026, menjelaskan bahwa program “Benah Rumah” adalah manifestasi nyata dari upaya lembaga dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara lebih efektif dan tepat sasaran. “Guru merupakan pilar penting dalam membentuk masa depan generasi bangsa.

Melalui program ini, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih dan kepedulian mendalam kepada para guru yang telah mencurahkan hidupnya untuk mendidik anak-anak kita,” ujarnya.

Kerja sama yang terjalin antara LP Ma’arif NU Cilacap dan Kementerian Agama Kabupaten Cilacap juga ditekankan sebagai kunci keberhasilan program pemberdayaan dan kepedulian terhadap guru madrasah.

Harapannya, perbaikan rumah ini akan memulihkan semangat para guru dan menumbuhkan generasi penerus yang berilmu serta berakhlak mulia. “Dari rumah yang diperbaiki, kami berharap semangat baru terlahir.

Dari guru yang dimuliakan, semoga tumbuh generasi yang lebih berilmu dan berakhlak,” tutur Farah, salah satu perwakilan dari lembaga tersebut.

Wujud Kepedulian Melalui Zakat dan Sedekah

Kontribusi Finansial untuk Perbaikan Hunian

Dalam pelaksanaan program ini, NU Care-LAZISNU Cilacap menjadi donatur utama dengan kucuran dana sebesar Rp16 juta.

Dukungan finansial juga datang dari Kementerian Agama Kabupaten Cilacap yang turut berkontribusi sebesar Rp4 juta, serta LP Ma’arif NU Cilacap yang menyumbangkan Rp2 juta.

Total bantuan yang disalurkan untuk renovasi rumah Nur Wahidin mencapai Rp22 juta, sebuah angka yang signifikan untuk mengubah kondisi hunian.

Nur Wahidin sendiri tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukurnya atas bantuan yang diterimanya.

Ia menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah bergotong royong. “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah bahu-membahu membenahi rumah kami.

Kini, rumah ini terasa jauh lebih nyaman untuk ditinggali,” ungkapnya.

Harapan untuk Keberlanjutan Program

Nur Wahidin tidak hanya mengapresiasi bantuan yang ia terima, tetapi juga berharap agar program “Benah Rumah” ini dapat terus berlanjut dan menjangkau guru-guru honorer lain yang memiliki kondisi serupa.

Keberadaan program semacam ini menjadi angin segar bagi para pendidik yang mendedikasikan dirinya di tengah keterbatasan fasilitas.

Dalam kunjungannya meninjau progres renovasi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, H. Aziz Muslim, turut mendoakan agar hunian baru ini membawa berkah berlimpah bagi keluarga Nur Wahidin. “Semoga rumah ini menjadi berkah dan manfaat, menjadi baiti jannati (rumahku surgaku) bagi keluarga,” ucapnya penuh harap. Acara serah terima bantuan ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus LP Ma’arif NU Cilacap, NU Care-LAZISNU Cilacap, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Nusawungu, serta para pendidik dari MI I’anatul Muslimin.

Baca Juga

Loading...