Cerita Penggemar Ye di GBK: Nabung hingga Self-Reward
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Cerita penggemar Ye di GBK menunjukkan beragam alasan penonton menghadiri konser rapper asal Amerika Serikat, Kanye West atau Ye, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Sabtu (24/10). Sebagian datang setelah menabung, sebagian lain memburu pengalaman baru, sementara beberapa penonton menganggap konser tersebut sebagai hadiah untuk diri sendiri.
Konser bertajuk Ye Live in Jakarta itu dijadwalkan mulai pukul 20.00 WIB, dengan pintu masuk dibuka sejak pukul 15.00 WIB. Antusiasme terlihat dari penonton yang datang dari luar Jakarta maupun mereka yang sekadar ingin mengikuti perbincangan ramai mengenai pertunjukan tersebut.
Penggemar dari Bandung Langsung ke GBK
Ashifa dan Vira menjadi dua penonton yang menempuh perjalanan dari Bandung ke Jakarta pada hari yang sama. Keduanya tidak berencana menginap karena ingin langsung pulang setelah konser selesai.
Setibanya di Jakarta, Ashifa dan Vira tidak beristirahat lebih dulu dan langsung menuju kawasan GBK. “Habis dari Bandung langsung ke GBK,” kata Ashifa saat ditemui kumparan di Plaza Timur GBK, Sabtu (24/10).
Bagi Ashifa, perjalanan tersebut sepadan dengan kesempatan menyaksikan Ye secara langsung. Ia telah mendengarkan sejumlah lagu Ye selama beberapa tahun dan semakin tertarik setelah melihat konsep konser itu melalui TikTok.
“Kalau menurut aku masih worth it, karena kapan lagi kan ya seorang Ye ke Jakarta, apalagi kan ini the only place dia konser tuh cuma di Jakarta ini,” ujar Ashifa. Sebagai penonton pertama kali, ia dan Vira berharap kemegahan panggung serta efek kembang api yang terlihat di media sosial benar-benar hadir dalam pertunjukan.
“Have fun dan sesuai ekspektasi, karena kan di TikTok tuh kayak wow banget ya, megah banget, fireworks-nya apalagi, dan aku pengin lihat itu langsung,” kata Ashifa. Vira menilai konser tetap layak diperjuangkan selama pengeluaran telah direncanakan dengan baik.
“Menurut aku worth it aja kalau misalkan kita memang suka. Selain itu juga harus bisa nabung untuk masa depan. Aku juga nyisihin uang kok, Guys, tenang,” ujar Vira sambil tertawa.
Konser sebagai Mimpi dan Self-Reward
Pengalaman serupa dirasakan Naila dan Syafir, dua penggemar Ye asal Jakarta yang menuju GBK menggunakan Transjakarta. Mereka mengaku menghadapi kemacetan di sekitar lokasi, tetapi tetap menganggap perjalanan tersebut penting karena konser itu merupakan impian bersama.
Syafir mulai mengenal musik rap dan mendengarkan Ye sekitar tahun 2020, sedangkan Naila telah menyukai musik Ye sejak masih sekolah. Keduanya memilih kategori Festival A dan mengaku telah menabung untuk membeli tiket konser.
“Sebenernya karena ini juga dream kita berdua sih. Terus karena pas di ulang tahun aku, jadi kayak pengin self-reward untuk diri sendiri aja untuk nonton konser ini. Kita juga udah nabung untuk ke konser ini,” kata Syafir.
Menurut Naila, kesempatan tersebut sulit dilewatkan karena Jakarta menjadi lokasi konser Ye yang mereka ketahui di kawasan Asia. “Kalau aku karena dia itu satu-satunya di Asia dan dia pilih Indonesia. Menurut aku makanya kita harus nonton banget sih karena pas banget di Jakarta lagi,” ujarnya.
Meski menganggap konser sebagai bentuk penghargaan bagi diri sendiri, Naila dan Syafir tetap menekankan pentingnya mengatur anggaran. Syafir meminta penggemar mempertimbangkan keputusan membeli tiket, sementara Naila menyarankan agar kategori tiket dipilih sesuai kemampuan finansial.
“Yang penting harus wise ya pengeluaran. Kalau misalnya nonton konser juga jangan belanja-belanja yang lain juga,” kata Naila. Ia juga mengingatkan agar penonton tidak memaksakan diri membeli tiket pada section termahal.
Pengalaman Panggung Menjadi Daya Tarik
Claudia dan Laras, penggemar asal Jakarta Barat, memutuskan menonton bersama setelah terbiasa mendengarkan lagu-lagu Ye di tempat kerja. Claudia mengatakan lagu “Runaway” kerap diputar bersama rekan-rekannya di kantor.
“Kalau dari aku sih kebetulan memang sering dengerin lagunya juga. Terus kita teman kerja, jadi di kantor tuh sering banget dengerin lagu itu rame-rame,” ujar Claudia. Laras, di sisi lain, tertarik pada konsep panggung yang disebut menyerupai bola dunia.
“Kalau aku dari panggungnya sih, karena panggungnya kayak dunia gitu, keren banget. Baru itu aku lihat kayak ada panggung dari bola dunia,” kata Laras. Keduanya menilai biaya yang dikeluarkan sepadan dengan pengalaman pertunjukan yang mereka harapkan.
“Kalau misalnya untuk Ye sendiri, karena experience-nya bukan lumayan lagi sih, kayak experience-nya wow banget, menurut kami berdua masih worth it banget,” kata Claudia. Laras menambahkan, penonton perlu menyiapkan dana terlebih dahulu karena kondisi ekonomi harus tetap menjadi pertimbangan.
Datang karena FOMO
Tidak semua penonton di GBK mengaku sebagai penggemar berat Ye. Selly, Sky, Indy, dan Zahra dari kawasan Menteng, Jakarta Pusat, datang karena tertarik mengikuti momen yang ramai dibicarakan.
Selly mengatakan ketertarikannya terhadap Ye juga dipengaruhi oleh Kim Kardashian, mantan istri sang rapper. Sementara itu, Indy dan Zahra terus terang menyebut keputusan mereka sebagai fear of missing out atau FOMO.
“Nggak sih, kita FOMO aja,” kata Indy dan disambut tawa teman-temannya. Ia juga ingin mengabadikan pengalaman tersebut untuk diunggah ke media sosial, meskipun kelompok itu tetap memiliki lagu favorit seperti “Runaway” dan “Bound 2”.
Mereka berharap konser pertama yang disaksikan dengan konsep panggung megah tersebut sesuai dengan gambaran di TikTok. “Semoga sesuai ekspektasi, kayak yang udah beli, ya kan, di TikTok yang bola-bola,” ujar Selly.
Ketika ditanya mengenai kelayakan konser di tengah kondisi ekonomi yang menjadi perhatian publik, Zahra menilai pengalaman tersebut tetap sepadan. “Jujur worth it kalau buat kita yang first time nonton konser kayak gini,” katanya.
Kedatangan Ye ke Jakarta akhirnya mempertemukan berbagai tipe penonton, mulai dari penggemar lama hingga mereka yang penasaran dengan konsep panggungnya. Bagi para penonton tersebut, konser Ye Live in Jakarta bukan hanya soal musik, tetapi juga tentang perjalanan, perencanaan keuangan, persahabatan, dan pengalaman yang ingin dikenang.
