Boyolali: PCNU Dorong 22 MWCNU Unggul Lewat Administrasi dan Ekonomi
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Boyolali, Indonesia - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Boyolali baru-baru ini meluncurkan program akreditasi komprehensif bagi seluruh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di wilayahnya. Sebanyak 22 MWCNU akan menjalani penilaian profil dan kinerja, sebuah langkah strategis yang dirancang untuk memetakan potensi organisasi secara akurat dan memperkuat fondasi NU di tingkat kecamatan. Penilaian ini merupakan bagian integral dari upaya PCNU Boyolali untuk terus mengembangkan dan mengoptimalkan fungsi organisasi dalam melayani umat.
Proses akreditasi ini tidak hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah instrumen evaluasi mendalam yang berfokus pada dua pilar utama: ketertiban administrasi dan kemandirian ekonomi.
Kiai Gunawan, salah seorang asesor yang terlibat dalam tim PCNU Boyolali, menegaskan pentingnya aspek administrasi dalam menjaga keberlanjutan dan efektivitas organisasi.
"Penguatan administrasi menjadi krusial di masa depan.
Ini mencakup dokumentasi yang cermat dari setiap kegiatan, mulai dari undangan, notulensi rapat, daftar hadir, hingga rekaman foto dan video," ujar Kiai Gunawan saat timnya melakukan penilaian di kantor MWCNU Wonosegoro pada Ahad, 4 Oktober 2026.
Menilik Kinerja MWCNU Wonosegoro: Kantung Kinerja dan Potensi
Salah satu MWCNU yang telah merasakan langsung proses penilaian ini adalah MWCNU Wonosegoro.
Tim asesor PCNU Boyolali mengunjungi kantor MWCNU setempat untuk melakukan evaluasi mendalam.
Kiai Gunawan mengapresiasi kesiapan dan kondisi sekretariat MWCNU Wonosegoro yang dinilainya sudah sangat memadai.
"Kantor MWCNU Wonosegoro ini sungguh luar biasa, baik dari segi fisik bangunan yang megah, fasilitas internet yang memadai, hingga kelengkapan atribut ke-NU-an yang mencerminkan pengelolaan administrasi yang baik," puji Kiai Gunawan.
Ia juga mencatat positif pengelolaan arsip organisasi, di mana dokumen kegiatan sejak tahun 2018 masih tersimpan rapi.
Meskipun demikian, Kiai Gunawan juga memberikan masukan konstruktif.
Ia menekankan perlunya terus meningkatkan ketertiban administrasi dan dokumentasi agar lebih terstruktur.
Selain itu, ada catatan mengenai potensi pengembangan fasilitas, khususnya penambahan sarana ibadah seperti mushala atau masjid di kompleks kantor MWCNU Wonosegoro untuk menunjang kegiatan keagamaan warga.
Konsolidasi Organisasi dan Visi Kemandirian Ekonomi
Lebih lanjut, Kiai Gunawan menyampaikan bahwa keberadaan kantor yang representatif harus dibarengi dengan penguatan konsolidasi internal.
Ia menggarisbawahi pentingnya sinergi antara MWCNU dengan badan otonom (banom) NU serta pengurus di tingkat ranting dan anak ranting.
"Dengan fasilitas kantor yang sudah memadai, langkah selanjutnya adalah memperkuat konsolidasi dan membangun sinergi yang lebih erat dengan banom serta pengurus ranting dan anak ranting agar organisasi secara keseluruhan menjadi lebih kokoh," jelasnya.
Selain konsolidasi, PCNU Boyolali melalui para asesornya juga menyoroti sektor ekonomi dan keuangan sebagai kunci kemandirian organisasi.
Penguatan di bidang ini tidak hanya bertujuan untuk kemandirian MWCNU itu sendiri, tetapi juga untuk memberdayakan potensi ekonomi warga nahdliyin secara bertahap.
Mei Prabowo, asesor lainnya, menambahkan fokus pada perbaikan pelaporan Koin NU dan optimalisasi penggalangan dana lainnya.
"Kita perlu terus berupaya memperkuat Koin NU dengan koordinasi yang intensif dengan warga di tingkat anak ranting," tuturnya.
Prabowo juga menekankan urgensi sensus warga NU sebagai upaya penguatan basis data organisasi.
Ia merekomendasikan agar pendataan warga yang telah dimulai oleh MWCNU Wonosegoro dapat terus dilanjutkan dan diperluas.
Rais Syuriyah MWCNU Wonosegoro, KH Zarkasi, menyambut baik agenda penilaian ini dan menyampaikan apresiasinya kepada tim asesor PCNU Boyolali serta jajaran pengurus yang telah mempersiapkan segala kebutuhan akreditasi.
"Kami berharap penilaian ini dapat memperkuat semangat berkhidmat kami dan senantiasa mendapat ridha Allah SWT," harap KH Zarkasi.
Program akreditasi 22 MWCNU ini diharapkan menjadi pijakan penting bagi PCNU Boyolali dalam memetakan kondisi organisasi di setiap kecamatan.
Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar untuk merumuskan strategi penguatan tata kelola administrasi, konsolidasi organisasi, optimalisasi pendataan warga, hingga peningkatan kemandirian ekonomi di seluruh tingkatan MWCNU di Kabupaten Boyolali.