Bekal Penting Pembimbing Haji: Pastikan Ibadah Jamaah Sesuai Syariat

Table of Contents
Ingatkan Pembimbing Haji Untuk Pastikan Jamaah Tunaikan Ibadah Sesuai Syariat
Bekal Penting Pembimbing Haji: Pastikan Ibadah Jamaah Sesuai Syariat

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Semarang - Peran krusial pembimbing ibadah haji dan umrah dalam memastikan kelancaran serta kesempurnaan ritual jamaah kembali digarisbawahi. H. Komarudin, seorang Asesor Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, menekankan bahwa pemahaman teoritis semata tidaklah cukup. Para pembimbing harus dibekali kemampuan praktik yang mumpuni dan cara menyampaikan bimbingan secara efektif kepada jamaah.

Penekanan ini disampaikan Komarudin dalam sesi praktik manasik bagi peserta Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah (PIHU) Angkatan III Tahun 2026.

Acara yang diselenggarakan di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, Srondol, Semarang, pada Rabu (30/9) lalu, menjadi momentum penting untuk menguji kesiapan calon pembimbing.

Kuasai Teori dan Praktik untuk Ibadah Sempurna

Komarudin menjelaskan bahwa sertifikasi ini mencakup aspek praktik manasik sebagai tolok ukur kemampuan peserta dalam memberikan arahan ibadah haji yang benar dan sesuai syariat. "Sebagai pembimbing, memiliki kewajiban untuk memastikan jemaah haji yang dibimbingnya melaksanakan ketentuan-ketentuan dan syariat pelaksanaan ibadah haji dengan baik dan benar," ujar Komarudin kepada NUOnlineJateng pada Senin (5/10/2026).

Penguasaan mendalam terhadap setiap tahapan ibadah haji merupakan keharusan mutlak bagi seorang pembimbing.

Tujuannya adalah untuk meminimalisir risiko jamaah melakukan kesalahan atau melewatkan rukun dan wajib haji saat berada di Tanah Suci.

"Jangan sampai mereka nanti pulang dari melaksanakan ibadah haji ternyata ada hal-hal yang tertinggalkan dan belum dilaksanakan dengan baik sehingga hajinya tidak sah," tegasnya.

Komarudin menambahkan, keabsahan ibadah adalah fondasi utama; pembahasan mengenai kemabruran tidak akan bermakna jika ibadah itu sendiri tidak sah.

Kuasai Teori dan Praktik untuk Ibadah Sempurna

Manasik Praktik: Jembatan Antara Teori dan Lapangan

H.

Yaqut Falahuddin Arifin, salah seorang peserta sertifikasi PIHU, mengungkapkan apresiasinya terhadap metode praktik manasik.

Menurutnya, sesi ini sangat efektif untuk menguji pemahaman peserta setelah menerima materi secara teori.

"Kalau teori kadang kita sudah paham, tetapi kita benar-benar harus bisa mempraktikkan di sini," katanya.

Praktik manasik juga memberikan pemahaman berharga mengenai pembagian tugas antara pembimbing ibadah dengan petugas kloter.

Yaqut menekankan pentingnya pembimbing dapat memilah dan fokus pada tugas-tugas yang berkaitan langsung dengan bimbingan spiritual dan ritual ibadah, sementara tugas pelayanan umum diserahkan kepada petugas kloter.

"Kita harus bisa memilah apa yang harus kita sampaikan sebagai benar-benar pembimbing ibadah atau sebagai petugas kloter," jelasnya.

Fokus pada Rukun dan Wajib Haji

Lebih lanjut, Yaqut menyoroti perlunya memastikan seluruh rukun dan wajib haji dilaksanakan oleh jamaah secara benar, bahkan hal-hal yang terlihat sederhana sekalipun.

Ia mencontohkan pelaksanaan tawaf, di mana pembimbing harus memastikan jamaah memahami niat dan tata cara yang benar.

Demikian pula, pemahaman mengenai larangan-larangan selama ihram sangat penting agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan tertib dan sesuai tuntunan syariat Islam.

"Kadang kita melewatkan hal-hal kecil sebagai pembimbing ibadah.

Fokus pada kegiatan-kegiatan yang menjadi tugas petugas kloter, itu biar petugas kloter yang menangani," tambahnya.

Dengan bekal kemampuan praktik yang diperoleh dari sertifikasi ini, diharapkan para pembimbing dapat memberikan pendampingan yang lebih optimal kepada jamaah.

Tujuannya adalah agar seluruh jamaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji sesuai tuntunan syariat dan meraih predikat haji mabrur.

"Supaya haji kita, karena kita pembimbing jemaah, supaya semua jamaah mendapatkan kemabruran.

Itu yang penting," pungkas Yaqut.

Baca Juga

Loading...