100 Hektare Hutan Lawu Terbakar, Mitigasi Lintas Wilayah Ditingkatkan

Table of Contents
100 Hektare Hutan Gunung Lawu Terbakar, Berpotensi Meluas
100 Hektare Hutan Lawu Terbakar, Mitigasi Lintas Wilayah Ditingkatkan

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Wilayah administrasi di sekitar Gunung Lawu kini menghadapi ancaman serius akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah meludeskan sedikitnya 100 hektare vegetasi. Kebakaran yang pertama kali dilaporkan pada Kamis (15/10/2026) pukul 10.00 WIB di kawasan pegunungan ini kini berpotensi meluas, menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya yang merembet ke wilayah Jawa Timur.

Menyikapi situasi darurat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan telah mengambil langkah mitigasi proaktif.

Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Eka Radityo, mengkonfirmasi bahwa tim telah dikerahkan untuk berkoordinasi langsung dengan Posko Aju Cemoro Kandang di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Tindakan ini diambil sebagai bagian dari strategi penguatan mitigasi lintas wilayah untuk mencegah api menjalar.

Koordinasi Lintas Batas untuk Pantau Perkembangan

Koordinasi yang dilakukan pada Sabtu tersebut dinilai sangat krusial.

Eka Radityo, dalam keterangannya pada Minggu (18/10/2026), menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk memantau perkembangan terkini dari titik api, mengevaluasi efektivitas upaya penanganan di lapangan, serta secara strategis membentengi wilayah Magetan dari potensi perluasan api.

Kolaborasi antar daerah ini menjadi kunci dalam menghadapi bencana yang tidak mengenal batas administrasi.

Menurut data yang dihimpun oleh BPBD Kabupaten Karanganyar, api pertama kali terdeteksi oleh warga setempat sebelum akhirnya membesar secara signifikan pada sore hari di hari yang sama.

Laporan awal ini menjadi pemicu respons cepat dari berbagai pihak terkait.

Koordinasi Lintas Batas untuk Pantau Perkembangan

Vegetasi dan Lokasi Terdampak Kebakaran

Api dilaporkan telah menghanguskan beragam jenis vegetasi di kawasan hutan lindung Gunung Lawu, mulai dari rerumputan seperti alang-alang, semak belukar, hingga tegakan hutan pinus.

Area spesifik yang terdampak meliputi petak 28 B, 32, 62 C, dan 63 yang berada di bawah RPH Blambangan, BKPH Lawu Utara, KPH Surakarta.

Lokasi ini secara administratif masuk dalam Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Upaya pemadaman saat ini masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Mereka berjuang keras memadamkan api secara manual, melakukan pemantauan intensif terhadap titik panas (hotspot) yang terdeteksi, serta berupaya membangun sekat bakar.

Pembangunan sekat bakar ini merupakan metode penting untuk mengisolasi area yang terbakar dan mencegah api merambat lebih jauh.

Kendala Operasi Pemadaman

Meskipun demikian, operasi penanganan kebakaran hutan ini menghadapi tantangan yang signifikan di lapangan.

Hembusan angin kencang menjadi faktor utama yang mempersulit upaya pemadaman, menyebabkan api bergerak cepat dan sulit dikendalikan.

Selain itu, kondisi kontur lereng gunung yang sangat terjal menambah kesulitan akses bagi tim pemadam.

Lokasi titik api yang berada di ketinggian pegunungan juga menjadi kendala utama, karena tidak memungkinkan bagi armada kendaraan pemadam kebakaran konvensional untuk menjangkau area tersebut.

Baca Juga

Loading...