DAMRI Operasikan 316 Bus Listrik Transjakarta Hingga Agustus 2026

Table of Contents
Perum DAMRI Pengoperasian 316 Bus Listrik Transjakarta Hingga Agustus 2026
DAMRI Operasikan 316 Bus Listrik Transjakarta Hingga Agustus 2026

RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Perusahaan Umum (Perum) DAMRI resmi mengoperasikan sebanyak 316 unit bus listrik untuk melayani rute Transjakarta hingga Senin (31/8/2026). Langkah strategis ini merupakan bagian dari percepatan elektrifikasi transportasi publik di wilayah Jakarta dan sekitarnya, sebagaimana dilansir dari Otomotif.

Kesiapan infrastruktur serta keandalan sumber daya manusia menjadi dua pilar utama yang menopang keberhasilan operasional armada berbasis baterai tersebut. DAMRI secara simultan memperkuat pengelolaan mulai dari perencanaan rute, penyediaan stasiun pengisian daya (charging station), hingga peningkatan kapasitas pengemudi yang terlatih.

Komitmen DAMRI dalam Elektrifikasi Transportasi Publik

Niken Pratiwi Syah Putri Distian, Head of Corporate Communication DAMRI, menegaskan bahwa pengoperasian bus listrik merupakan wujud nyata kontribusi perusahaan terhadap agenda transisi energi bersih di sektor transportasi. Menurutnya, seluruh aspek operasional terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal, aman, dan berkelanjutan.

"Pengoperasian bus listrik merupakan bagian dari upaya DAMRI dalam mendukung percepatan elektrifikasi transportasi publik di Indonesia, khususnya Jakarta dan sekitarnya. Kami terus memperkuat kompetensi pengelolaan mulai dari armada, rute, charging station, hingga SDM agar operasional berjalan optimal, aman, dan berkelanjutan," ujar Niken Pratiwi Syah Putri Distian.

Penambahan Armada Bertahap Sejak 2023

Penambahan armada ramah lingkungan ini tidak dilakukan secara sekaligus, melainkan berlangsung secara bertahap selama tiga tahun terakhir. Strategi ini memungkinkan DAMRI untuk mengevaluasi kinerja operasional sekaligus menyesuaikan kebutuhan infrastruktur pendukung di setiap fase penambahan.

Pada tahap awal di tahun 2023, DAMRI memulai operasional dengan 26 unit bus listrik sebagai proyek rintisan di koridor Transjakarta. Jumlah ini kemudian meningkat signifikan menjadi 90 unit pada 2024, menandai kepercayaan yang semakin besar terhadap keandalan kendaraan bertenaga baterai dalam melayani rute-rute perkotaan.

Lonjakan paling besar terjadi pada 2025, ketika DAMRI menambahkan 200 unit bus listrik baru ke dalam armadanya. Akumulasi penambahan tersebut membawa total armada bus listrik DAMRI mencapai 316 unit pada Agustus 2026, menjadikannya salah satu operator bus listrik terbesar di Indonesia.

Cakupan Rute Jarak Jauh Jabodetabek

Bus listrik yang dioperasikan DAMRI tidak hanya melayani rute-rute pendek di dalam kota Jakarta, tetapi juga mencakup koridor jarak jauh di kawasan Jabodetabek. Tiga rute utama yang dilayani armada listrik ini meliputi Rute P11 Blok M – Bogor, Rute T31 PIK 2 – Blok M, serta Rute S61 Alam Sutera – Blok M.

Komitmen DAMRI dalam Elektrifikasi Transportasi Publik

Penempatan bus listrik pada rute-rute antar kota tersebut menunjukkan bahwa teknologi baterai modern telah mampu menempuh jarak yang cukup panjang tanpa mengorbankan efisiensi operasional. Keberhasilan ini sekaligus membantah keraguan sebagian pihak mengenai keterbatasan jangkauan (range) kendaraan listrik untuk layanan transportasi massal.

Pijakan Ekspansi ke Seluruh Indonesia

Keberhasilan operasional di kawasan Jabodetabek diproyeksikan menjadi fondasi kuat bagi DAMRI untuk mengembangkan layanan bus listrik ke wilayah lain di seluruh Indonesia. Model bisnis, standar operasional, dan pengalaman lapangan yang diperoleh selama ini akan menjadi acuan dalam proses ekspansi tersebut.

"Ke depan, DAMRI berkomitmen menjadikan keberhasilan operasional di Jabodetabek ini sebagai pijakan untuk memperluas penetrasi bus listrik ke berbagai wilayah lain di Indonesia secara bertahap," kata Niken Pratiwi Syah Putri Distian.

Ekosistem Pendukung dan Kesiapan SDM

Selain menambah jumlah unit bus, DAMRI juga secara intensif mematangkan ekosistem pendukung yang krusial bagi kelangsungan operasional bus listrik. Komponen ekosistem tersebut mencakup pengelolaan depo kendaraan, penyediaan stasiun pengisian daya di titik-titik strategis, serta program pemeliharaan berkala untuk menjaga performa armada.

Di sisi sumber daya manusia, para kapten bus atau pengemudi menerima pelatihan khusus yang dirancang untuk mengasah keterampilan berkendara efisien menggunakan kendaraan listrik. Pelatihan tersebut juga mencakup aspek keselamatan jalan yang disesuaikan dengan karakteristik unik bus bertenaga baterai, seperti sistem pengereman regeneratif dan manajemen daya.

Dampak Lingkungan dan Kualitas Udara Jakarta

Kehadiran 316 unit bus listrik di jaringan Transjakarta diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap perbaikan kualitas udara di Jakarta yang selama ini menjadi salah satu kota dengan tingkat polusi tertinggi di Asia Tenggara. Setiap bus listrik yang menggantikan bus berbahan bakar fosil secara langsung mengurangi emisi gas buang di sepanjang koridor yang dilaluinya.

Program elektrifikasi armada DAMRI ini juga sejalan dengan target pemerintah Indonesia dalam menurunkan emisi karbon di sektor transportasi sebagai bagian dari komitmen global terhadap perubahan iklim. Transisi menuju transportasi publik rendah emisi merupakan langkah strategis yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan penumpang melalui operasional bus yang lebih senyap dan minim getaran.

Dengan pencapaian 316 unit bus listrik pada Agustus 2026, DAMRI membuktikan bahwa elektrifikasi transportasi massal di Indonesia bukan sekadar wacana, melainkan program yang telah berjalan dan terus berkembang. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi operator transportasi lain di seluruh Indonesia untuk turut mengadopsi teknologi ramah lingkungan dalam operasional mereka.

Baca Juga

Loading...