Mendagri Hadiri Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri di Istana Merdeka: Pelantikan 1.177 Perwira Remaja
RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian hari ini hadir secara langsung dalam Upacara Prasetya Perwira (Praspa) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun 2026 yang diselenggarakan di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta. Upacara yang berlangsung dengan khidmat ini dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertindak sebagai inspektur upacara di hadapan ribuan calon perwira yang telah menyelesaikan masa pendidikan mereka.
Kehadiran Mendagri Tito Karnavian dalam momen bersejarah ini menunjukkan sinergi kuat antara jajaran kabinet pemerintah dengan institusi keamanan nasional dalam mengawal regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI dan Polri. Selain Mendagri, upacara prestisius ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming serta jajaran menteri dari Kabinet Merah Putih, yang turut memberikan dukungan moral kepada para perwira muda yang akan segera mengemban tugas negara.
Dalam upacara tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik sebanyak 1.177 calon perwira remaja (capraja) yang telah dinyatakan lulus dari berbagai akademi pendidikan militer dan kepolisian. Para perwira baru ini merupakan lulusan dari Akademi Militer (Akmil) sebanyak 512 orang, Akademi Angkatan Laut (AAL) sejumlah 229 orang, Akademi Angkatan Udara (AAU) sebanyak 154 orang, serta lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) yang berjumlah 282 orang.
Prosesi pelantikan ini diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 69 TNI Tahun 2026 dan Nomor 70 Polri Tahun 2026 yang dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Wahyu Yudhayana. Pembacaan keputusan ini menjadi landasan legal formal atas pengangkatan para taruna dan taruni dari berbagai akademi tersebut menjadi perwira pertama di lingkungan TNI maupun Polri yang sah menurut hukum dan konstitusi negara.
Setelah pembacaan keputusan, acara dilanjutkan dengan prosesi penyematan tanda pangkat perwira kepada empat perwakilan lulusan terbaik yang menyandang predikat Adhi Makayasa sebagai bentuk penghargaan atas prestasi akademik dan kepemimpinan mereka selama menempuh pendidikan. Presiden Prabowo menyematkan langsung tanda pangkat tersebut kepada Letda Inf. Calvin Tidar Sakti dari Akmil, Letda Laut (P) Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra dari AAL, Letda Pnb. Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman dari AAU, serta Ipda Harindra Arsandho Tegarbaja dari Akpol.
Memasuki inti acara, Presiden Prabowo memimpin langsung pengambilan sumpah perwira yang diikuti oleh seluruh peserta upacara dengan penuh kekhidmatan dan tanggung jawab. Sumpah tersebut diwakili oleh empat calon perwira remaja dari berbagai latar belakang agama yang berdiri di hadapan Presiden untuk membacakan janji setia kepada bangsa dan negara.
Presiden Prabowo mendiktekan sumpah dengan lantang yang diikuti oleh seluruh perwira remaja, di mana mereka berjanji bahwa mereka akan memenuhi kewajiban perwira dengan sebaik-baiknya terhadap bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Kalimat sumpah ini menjadi janji suci yang mengikat para perwira baru untuk senantiasa mendahulukan kepentingan rakyat dan kedaulatan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan dalam menjalankan tugas pengabdiannya di lapangan nanti.
Dalam amanat tertulis maupun lisan yang disampaikan, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat yang hangat kepada seluruh perwira remaja yang telah berhasil melewati masa pendidikan yang berat dan akhirnya resmi dilantik pada hari ini. Beliau menekankan bahwa pelantikan ini bukanlah titik akhir dari sebuah perjuangan panjang, melainkan justru menjadi gerbang awal dari pengabdian nyata kepada bangsa, negara, dan seluruh rakyat Indonesia yang menaruh harapan besar di pundak mereka.
Kehadiran para perwira baru ini diharapkan mampu memberikan energi baru serta inovasi dalam menjawab tantangan keamanan nasional yang semakin kompleks di masa depan baik di darat, laut, udara, maupun dalam ranah penegakan hukum di masyarakat. Sinergi antara para perwira TNI dan Polri yang dilantik hari ini menjadi sangat krusial bagi stabilitas keamanan domestik, terutama dalam menghadapi dinamika geopolitik dan tantangan kriminalitas transnasional yang menuntut kesiapan fisik serta mental yang prima dari setiap aparatur negara.
Selain jajaran pemerintah pusat yang hadir, upacara ini juga menjadi cerminan dari dukungan luas seluruh lapisan masyarakat terhadap TNI dan Polri sebagai pilar utama penjaga kedaulatan bangsa. Sebagai informasi tambahan bagi masyarakat, publik juga dapat menyaksikan berbagai aktivitas terkini terkait pejabat negara melalui kanal media resmi, termasuk video viral mengenai "Tito Luruskan Isu Warga Aceh Patungan Rp 1 Miliar Perbaiki Jembatan" yang sempat menyita perhatian publik beberapa waktu lalu.
Pentingnya Regenerasi di Tubuh TNI dan Polri
Pelantikan 1.177 perwira remaja ini merupakan bagian dari siklus tahunan yang vital dalam menjaga keberlangsungan organisasi militer dan kepolisian di Indonesia agar tetap adaptif terhadap perubahan zaman. Melalui pendidikan di akademi, para perwira telah dibekali dengan kurikulum kepemimpinan, taktis, dan etika yang diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam menghadapi tugas di satuan masing-masing setelah upacara Prasetya Perwira selesai dilaksanakan.
Keberhasilan para lulusan meraih predikat Adhi Makayasa juga menjadi motivasi tersendiri bagi perwira lainnya untuk terus berprestasi dan berinovasi dalam mengemban amanah di lingkungan masing-masing. Penghargaan ini membuktikan bahwa dedikasi, kedisiplinan, dan kemampuan akademik yang unggul tetap menjadi standar emas bagi pengembangan karier perwira di Indonesia, yang akan diteruskan oleh generasi berikutnya melalui semangat pengabdian yang tak pernah putus di bawah kepemimpinan nasional.
